Jumat, 15 Mei 2026
Palu  

Forum AICIS harus Lahirkan Solusi Sosial Keagamaan

PALU EKSPRES, PALU – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka gelaran Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-18, di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa 18 September 2018.

Dalam pidato sambutannya, Lukman Hakim mengajak para sarjana dan peneliti di Indonesia serta partisipan dari negara-negara sahabat, untuk bersama-sama memupuk kepercayaan diri yang tinggi, mempromosikan dan menjadikan konsep Islam Wasathiyah sebagai harapan akan masa depan peradaban dunia.

“Mari kita bangun rasa percaya diri, untuk menunjukkan kemampuan kita untuk hidup damai dan berdampingan bersama, dalam merawat keragaman praktik keberagaaman di tengah keragaman suku, budaya dan agama,” kata Lukman Hakim.

Ia melanjutkan, praktik keagamaan yang dimiliki masyarakat Indonesia juga perlu dibuktikan telah mampu, pada hakikatnya dalam menciptakan masyarakat yang toleran, rukun sekaligus solutif dalam menghadapi berbagai tantangan global, khususnya tantangan terorisme dan radikalisme.

“Mari kita bersatu untuk itu. Di Provinsi yang memiliki semboyan ‘Nosarara Nosabatutu’ yang berasal dari bahasa suku Kaili yang bermakna bersama kita menjadi satu, mari kita menyatukan diri untuk menjaga, memelihara dan merawat peradaban kita bersama,” ujarnya.

Pada gelaran AICIS ke-18 yang dilaksanakan di IAIN Palu sebagai tuan rumah, Lukman Hakim juga menitipkan pesan agar para peserta serta narasumber dapat membincang solusi terhadap persoalan-persoalan sosial keagamaan, yang belakangan mengganggu kerukunan umat beragama.

Lukman menyebutkan kasus-kasus sosial keagamaan tersebut, di antaranya adalah kasus intoleransi umat beragama, dugaan penodaan agama, fenomena generasi media sosial yang seakan enggan beragama yang berbasis sumber bacaan primer, serta kasus radikalisme dan terorisme.

Selain itu, ia juga mengharapkan para peserta dan narasumber AICIS ke-18 dapat memikirkan secara bersama-sama kontribusi terhadap perdamaian dunia.

“Persoalan semacam ini membutuhkan respon dari kita yang tidak bersifat reaktif semata, melainkan harus berdasar pada pertimbangan-pertimbangan empirik hasil riset,” imbuhnya.

Ia menekankan, civitas akademika perguruan tinggi keagamaan tidak boleh menjadi menara gading, yang terlalu asyik masyuk dengan penelitian atau diskusi, yang hanya bermanfaat bagi pribadi atau kampus sendiri saja, tanpa berkontribusi bagi penyelesaian masalah-masalah sosial, politik, keagamaan dan kebangsaan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, dan bangsa-bangsa lain di dunia secara keseluruhan.

Secara khusus Lukman menyebutkan, AICIS merupakan konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, yang menjadi ajang para akademisi perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia, untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan studi-studi keislamannya, tidak hanya sebagai konsumsi dalam negeri tetapi juga dunia internasional.

“Targetnya dalam jangka dekat, seluruh hasil riset atau hasil studi penelitian para mahasiswa, dosen dan peneliti kita, itu tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan dalam negeri semata, tetapi juga dapat dikonsumsi oleh para peneliti dunia,” jelasnya.

AICIS ke-18 yang diselenggarakan selama tiga hari di IAIN Palu mengambil tema “Islam in Globalizing World, Text, Knowledge and Practice”. Selain Menteri Agama RI, keynote speaker dalam serangkaian sidang pada forum AICIS ini adalah Dominik Müller Ph.D dari Max Planck Institute for Social Anthropology, Jerman, yang merupakan pakar antropologi agama yang penelitiannya berbasis di asia tenggara termasuk Indonesia.

Pembicara asing lainnya adalah Prof. Dr. Hans Christian Gunther dari Albert Ludwig Universitat, Freiburg, Jerman, Dr. Hew Wai Weng dari University Kebangsaan Malaysia, dan Dr. Ken Miichi dari Waseda University, Jepang.

(abr//palu ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan