Minggu, 5 April 2026
Palu  

Digoncang Gempa, Siswa Urung Lagi ke Sekolah

IMG-20181009-WA0039

PALU EKSPRES,  PALU – Sejumlah sekolah di Palu mulai membuka proses belajar setelah sempat
vakum selama 11 hari. Senin 8 Oktober 2018, beberapa sekolah terpantau sudah
mulai didatangi guru dan siswa. Walau tampak lengang namun beberapa siswa
tampak terlihat wara wiri di sekolah. Di SMP 1 Palu menurut Kepala Sekolah SMP 1
Palu Farida, mengatakan, hari pertama sekolah sudah ada 30 an siswa yang hadir.
Namun goncanga gempa yang terjadi subuh hari 10 Oktober 2018, membuat siswa
enggan lagi ke sekolah. ”Buktinya sekarang tinggal 6 orang yang datang,” terang
Farida. Padahal siswa SMP 1 Palu tercatat 1.000 lebih. Karenanya ia bersyukur, orang
tua siswa banyak yang melapor, anak-anak mereka kini menjadi siswa titipan di
sejumlah sekolah. Di antaranya, di Makassar, Balikpapan, Luwuk, Binjai, Surabaya
bahkan di beberapa daerah di Sumatera. ”Dengan menjadi siswa titipan, setidaknya
mereka bisa tidak kehilangan momentum pelajaran dan menghilangkan trauma,”
ungkap Farida.
Menurut Farida, SMP Negeri 1 Palu dengan konstruksi dua lantai kondisinya kini
retak-retak. Beberapa bangunannya terperosok 15 sentimeter. Saat ini ia tidak berani
mengambil risiko melakukan proses belajar mengajar. Beruntung kata dia, Dinas
Pendidikan Kota Palu akan memberikan tenda belajar. Sekarang persoalannya
adalah mencari lokasi yang cocok. Mendirikan tenda untuk tempat belajar 1.00o
orang lebih bukan persoalan gampang. ”Kita masih cari dimana tempat yang pas dan
cocok,” tutupnya.

(kia/Palu ekspres)