PALU EKSPRES, PALU- Gubernur Sulteng Longki Djanggola didampingi Bupati Sigi Irwan Lapatta dan rombongan meninjau Desa Poi saat berkunjung ke Kabupaten Sigi, Selasa (23/10/2018).
Kunjungan Gubernur ke desa ini karena wilayah yang saat ini menjadi area permukiman pengungsi dan sekitarnya, terancam tertimbun sedimen longsoran dari perbukitan yang ada di sekitarnya. Sebab tanah di wilayah perbukitan sangat labil sebagai dampak gempa bumi yang melanda Palu dan sekitarnya.
“Ini jika terjadi hujan, tanah di wilayah perbukitan sangat berpotensi terjadi bencana longsor dan bisa menimbun wilayah desa Poi yang ditempati para pengungsi,” kata Longki.
Untuk diketahui saat ini relawan Asean telah mendirikan tenda sebanyak 152 unit untuk ditempati warga jika terjadi hujan lebat.
Menyikapi potensi bencana tersebut, Gubernur Longki Djanggola menyampaikan hal tersebut kepada satgas Infrastruktur Arie Sutiadi dan BNPB agar dapat mengambil langkah- langkah penanggulangannya. Demikian juga untuk desa Bangga dan Tupa yang terancam banjir , Gubernur meminta Kadis Bina Marga untuk dapat memastikan langkah- langkah penanggulangannya.
Gubernur Longki dan rombongan juga meninjau Desa Salua yang mengalami dampak bencana longsor akibat hujan deras pada Senin 22 Oktober lalu.
Pada kesempatan itu, Gubernur Longki meminta masyarakat agar terus berjaga-jaga bilamana terjadi hujan deras. Ini merupakan dampak dari gempa bumi sehingga membuat daya tahan tanah menjadi labil. Terakhir Gubernur Longki dan rombongan meninjau progres pembangunan Huntara di Sibalaya yang dibangun BUMN sebanyak 100 bilik dan fasilitas pendukungnya. (humas)
Desa Poi Kabupaten Sigi Rawan Tertimbun Longsor






