Sabtu, 8 Agustus 2026
Seleb  

Marion Jola Ukir Sejarah di Seoul

PALU EKSPRES– Marion Jola, 18, mengukir sejarah. Dia meraih trofi di Mnet Asian Music Awards (MAMA). Senin (10/12/2018), alumnus Indonesian Idol 2018 itu dianugerahi gelar Best New Asian Artist Indonesia dalam acara Premiere MAMA 2018 yang dilangsungkan di Dongdaemun Design Plaza, Seoul.

Marion mendapat penghargaan itu berkat single debutnya, Jangan. Lagu yang dibawakan bersama Rayi Putra itu memang membuat namanya semakin melejit di belantika musik. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di level internasional.

Trofi untuk Marion diserahkan Ji-soo dan Jung Chae-yeon. Menerima penghargaan internasional kali pertama, cewek asal Kupang itu sangat bersyukur.

Dia berterima kasih kepada keluarga, tim manajemen Star Media Nusantara, label rekaman Universal Music Indonesia, serta orang-orang di balik terciptanya lagu Jangan. Lavers, fan base-nya, juga tak luput disebut.

Meski belum setahun debut dan baru memiliki dua single, Marion cukup membanggakan bisa menerima penghargaan di ajang MAMA 2018. ”Saya merasa terhormat bisa berada di sini,” ucapnya.

Sebelumnya, pada September lalu, Marion berhasil meraih kategori Pendatang Baru Terbaik-Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018. Dia berhasil membuktikan bahwa kontestan yang tereliminasi di babak Spektakuler Indonesian Idol juga bisa populer dan sukses di dunia hiburan.

Tak hanya menerima penghargaan, Marion juga tampil di panggung Premiere MAMA 2018 dengan membawakan lagu Jangan. Marion menghibur para penonton dan para bintang K-pop yang menghadiri acara tersebut seperti Wanna One, Stray Kids, The Boyz, IZ*ONE, dan girlband pendatang baru favorit Marion (G)I-DLE.

Saat Marion tampil, sejumlah bintang K-pop tampak asyik berjoget mengikuti alunan musik. Keinginan Marion saat diumumkan untuk tampil di MAMA 2018 pun tercapai. ”Aku mau mengenalkan musikku pada dunia, ke level internasional,” ujar Marion.
Selain Marion, ada lagi perwakilan Indonesia yang meraih penghargaan di ajang tersebut. Mereka adalah trio produser LaleIlmanNino serta Java Finger, sosok di balik terciptanya single Jangan yang dipopulerkan Marion dan Rayi. Mereka dinobatkan sebagai Best Engineer of the Year.

Lewat sebuah video, Lale, Ilman, dan Java Finger mengucapkan terima kasih. ”Semoga karya kami bisa menginspirasi,” kata Java Finger.

(len/c17/jan)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital