Senin, 6 April 2026
Palu  

Desa Tertinggal Berkurang, Mandiri Bertambah

PALU EKSPRES, PALU- Status desa di Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya masih dalam klasifikasi desa berkembang. Sesuai data Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang dirilis BPS Sulteng pada Senin (17/12/2018), menjelaskan jumlah desa berkembang di Sulteng pada 2018 sebanyak 1.528 atau 82,95 persen dari total 2.020 desa/kelurahan se Sulteng. Sementara jumlah desa mandiri sebanyak 46 (2,50 persen), sedangkan desa tertinggal 268 (14,55 persen).
“Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan kategori mandiri, berkembang, dan tertinggal. Semakin tinggi IPD menunjukkan semakin mandiri desa tersebut,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sulteng Wahyu Yilanto.

Wahyu menjelaskan, jumlah desa mandiri di Sulteng pada intinya bertambah. Meskipun sebagian kecil desa berkategori sebagai Desa Mandiri. Jumlah desa mandiri katanya, bertambah sebesar 35 desa bila dibandingkan tahun 2014. Sementara itu, Desa Tertinggal berkurang sebesar 241 desa.
“Gambaran ini untuk periode Bulan Mei 2018. Artinya, kondisi yang digambarkan BPS belum masuk untuk wilayah Pasigala yang terdampak gempabumi pada 28 September 2018,” paparnya.

Untuk diketahui katanya, indeks pembangunan desa (IPD) ini disusun dari 5 dimensi, yang terdiri dari 42 indikator. Secara umum, semua dimensi penyusun IPD mengalami kenaikan, kecuali dimensi pelayanan umum yang turun sebesar 0,06 persen. “Indikator-indikator pada pelayanan umum ini adalah penanganan gizi buruk, ketersediaan fasilitas olahraga serta penanganan kejadian luar bisa,” ujarnya.

Dimensi dengan kenaikan tertinggi lanjutnya, adalah penyelenggaraan pemerintah desa, yaitu sebesar 9,29 poin. Hal itu ditunjukkan oleh penerimaan desa meningkat lebih dari 165 persen dibanding tahun 2014. ” Desa yang memiliki sekretaris desa meningkat 8 persen dari 2014 serta pendidikan kepala desa minimal SMU meningkat sebesar 4 persen dibanding 2014 silam,” paparnya.
Sementara dimensi dengan kenaikan terkecil adalah transportasi, yaitu sebesar 2,15 poin. “Desa dengan jalan aspal/beton meningkat 14 persen dari 2014, serta waktu tempuh menjadi lebih singkat dari rata-rata 3 jam 10 menit tahun 2014 menjadi 2 jam 37 menit tahun 2018,” ungkapnya.

(fit/palu ekspres)

Jumlah Desa Menurut Kategori IPD, 2014-2018

2014
Kategori Jumlah Persentasi
Desa Mandiri 9 0,50 persen
Desa Berkembang 1.298 71,75 persen
Desa Tertinggal 502 27,75 persen

2018

Kategori Jumlah Persentasi
Desa Mandiri 44 2,43 persen
Desa Berkembang 1.504 83,14 persen
Desa Tertinggal 261 14,43 persen

Sumber BPS Sulteng