Jumat, 15 Mei 2026

Makin Lemah Demokrasi, Makin Tinggi Korupsi

PALU EKSPRES, JAKARTA – Transparency International dalam laporan terbarunya menyatakan, luasnya korupsi berkaitan dengan pengembangan demokrasi. Ranking Indonesia sedikit membaik ke posisi 89 (2018), dari sebelumnya 96 (2017).

Organisasi antikorupsi Transparency International dalam laporan terbarunya yang dirilis hari Selasa (29/1) di Berlin menyebutkan, tingkat perkembangan demokrasi berkaitan dengan tingkat korupsi di suatu negara. Transparency International secara rutin merilis Indeks Persepsi Korupsi (CPI) dari 180 negara.

Dalam laporan terbaru CPI 2018, posisi Indonesia sedikit membaik ke ranking 89, dari sebelumnya 96. Namun Indonesia tetap berada di peringkat bawah, masih di bawah Cina, Serbia dan Bosnia-Herzegovina.
demokrasi, korupsi,
Transparency International dalam laporan terbarunya menyatakan, luasnya korupsi berkaitan dengan pengembangan demokrasi (The Romania Journal)

Dalam laporan CPI 2018 Transparency juga memeriksa kaitan antara perkembangan demokrasi dengan tingkat korupsi di suatu negara. Negara-negara seperti Hongaria dan Turki menjadi lebih korup karena mereka menjadi lebih otokratis. Bahkan di Amerika Serikat korupsi makin buruk, dan AS terlempar dari posisi 20 teratas.

Secara keseluruhan, Denmark dinilai sebagai negara terbersih dan menduduki peringkat satu, diikuti oleh Selandia Baru, Finlandia, Singapura, Swedia dan Swiss. Selanjutnya diikuti oleh Norwegia, Belanda, Kanada, Luksemburg yang masuk 10 besar. Jerman berada di peringkat 11.

Somalia berada di peringkat terbawah sebagai negara paling korup. Diikuti oleh Suriah, Sudan Selatan, Yaman, Korea Utara, Sudan, Guinea-Bissau, Guinea Ekuatorial, Afghanistan dan Libya.

Kaitan demokrasi dan korupsi

Dalam analisisnya Transparency memberikan skor bersih korupsi kepada setiap negara dari 1 (terburuk) sampai 100 (terbersih). Transparansi mengatakan, ada kaitan jelas antara korupsi dan kesehatan demokrasi. Dua pertiga dari 200 negara yang dianalisa hanya mendapat skor di bawah 50.

Negara-negara dengan demokrasi yang stabil rata-rata mendapat skor 75, sedangkan negara-negara dengan “demokrasi yang cacat” rata-rata mendapat skor 49. Sedangkan rezim otokratis hanya mendapat skor rata-rata 30. Indonesia mendapat skor 38.

Sebagai contoh disebutkan, selama lima tahun terakhir skor Hongaria turun delapan poin dan Turki sembilan poin. Transparency mengutip hasil survei demokrasi tahunan dari Freedom House, yang menurunkan Turki dari kategori “sebagian bebas” menjadi “tidak bebas,” sementara Hongaria mencatat skor terendah untuk hak-hak politik sejak jatuhnya komunisme pada tahun 1989.

Amerika Serikat dalam survei Transparency Internasional mendapat skor 71, empat poin lebih rendah dibanding tahun 2017. Untuk pertama kalinya sejak 2011, AS terlempar dari ranking 20 negara teratas, dan kini menduduki peringkat 22.

“Penurunan empat poin.. adalah bendera merah dan datang pada saat AS mengalami ancaman terhadap sistem check and balance, serta erosi norma-norma etis,” kata organisasi anti korupsi itu.

Demokrasi sehat bisa redam korupsi

Peringkat tersebut mencerminkan “memburuknya aturan hukum dan lembaga-lembaga demokratis, serta ruang yang cepat menyusut untuk masyarakat sipil dan media independen,” demikian disebutkan Transparency International dalam laporan terbarunya.

“Penelitian kami membuat hubungan yang jelas antara demokrasi yang sehat dan berhasil memerangi korupsi sektor publik,” kata Delia Ferreira Rubio, Ketua Transparency International.

“Korupsi jauh lebih mungkin berkembang di mana fondasi demokrasi lemah dan, seperti terlihat di banyak negara, di mana politisi tidak demokratis dan populis dapat memanfaatnya untuk keuntungan mereka,” tambahnya.

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) dihitung menggunakan 13 sumber data berbeda yang menampilkan penilaian dan persepsi korupsi di sektor publik dari para pelaku bisnis dan para pakar. Data-data itu dikumpulkan antara dari laporan Bank Dunia, Survei Opini Eksekutif Forum Ekonomi Dunia WEF, laporan Bank Pembangunan Afrika dan hasil-hasil survei internasional yang berkaitan dengan penegakan hukum dan kebijakan publik.

hp/rzn (dpa, ap)

 

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan