PALU EKSPRES, PALU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu memulai proses perakitan kotak suara Pemilu, Rabu 20 Februari 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung olah raga (GOR) Madani Palu.
Terpantau, Ketua KPU Palu Agus Salim Wahid turun langsung mengawasi proses perakitan sekaligus mengarahkan tekniknya.
Perakitan dimulai untuk kotak suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Setelah dirakit, selanjutnya diikat menggunakan dua kabel tis pada bagian bawah kotak. Setelah itu ditempelkan stiker penanda bertuliskan kotak untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Puluhan personil dari Satuan Brimob Polres Palu terlihat menjaga ketat proses tersebut.
Kepada Palu Ekspres, Agus menyebut melibatkan puluhan tenaga pekerja dalam perakitan itu. Proses ini menurutnya ditarget selesai dalam waktu empat hari kedepan.
“Kita target empat hari selesai. Tapi lebih bagus lagi kalau lebih cepat,”sebutnya.
Jumlah kotak suara yang akan dirakit sebanyak 5.375. Masing-masing jenis pemilihan disediakan sebanyak 1.075. Ditambah dengan kotak suara untuk keperluan rekapitulasi ditingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK). Setiap PPK mendapat 11 kotak suara.
“Jadi 1.075 dikali 5. Ditambah 11 masing-masing PPK,”jelasnya.
Setelah proses perakitan selesai, kotak suara akan ditempatkan sementara di GOR Madani Palu. Kotak akan dibungkus plastik kemudian ditutupi terpal agar tidak basah karena percikan air hujan. Untuk menghindari basah karena lembab dari ubin, maka terlebih dulu ubin dialasi serpihan papan.
“Saya kira tempat ini aman kalau hanya sekedar mengantisipasi percikan air hujan,”sebutnya.
Sedangkan untuk pengamanan, Polres Palu sambungnya menurunkan sedikitnya 30 personil Brimob. Selama dalam masa penyimpanan, personil Brimob ditempatkan 1×24 jam untuk berjaga di lokasi.
Dia menambahkan, setelah kotak suara, nantinya KPU juga akan melakukan pelipatan surat suara Pemilu.
“Surat suara itu awal Maret. Saat ini masih dalam proses produksi,”demikian Agus.
(mdi/palu ekspres)






