Minggu, 5 April 2026
Palu  

Tidak Semua Murid Dapat Dana PIP

PALU EKSPRES, PALU– Penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Kota Palu dipertanyakan sejumlah orang tua siswa. Pasalnya banyak siswa yang namanya tidak tercatat sebagai penerima.

Kepala sekolah MTS 3 Palu, Munira Labalado, salahsatu yang mengakui hal itu.

Kepada Palu Ekspres, dia menyebutkan dari 680 jumlah siswa siswinya, hanya sekitar 401 yang namanya tercatat sebagai penerima PIP.

“Ini yang kami tidak tahu pak. Tidak semua siswa kami dapat,”kata Munira, Kamis pekan lalu.

Menurut dia, syarat dan kriteria siswa penerima dana PIP itu sepenuhnya ditentukan pemerintah pusat. Pihaknya kata dia, pada prinsipnya sudah mengajukan seluruh nama siswa untuk mendapat bantuan itu.

“Jadi setelah itu, kami hanya menerima nama-nama siswa yang akan mendapat bantuan PIP tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam masa tanggap darurat bencana, pihak Kantor Wilayah  Kementerian Agama Sulteng pernah meminta data nama-nama siswa yang terdampak bencana. Saat itu pihaknya memang hanya memasukkan nama siswa yang aktif melaporkan diri di sekolah. Namun Munira tidak mengetahui tujuan langsung permintaan data itu.

“Kami serahkan ke kantor wilayah. Sesuai jumlah siswa terdampak  yang melaporkan diri ke sekolah,” jelasnya.

Namun belakangan kata dia, nama-nama siswa yang ditetapkan sebagai penerima tidak seluruhnya sesuai dengan dengan nama yang diserahkan sebelumnya. Akhirnya kata dia, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan persoalan ini ke sekolah.

“Yah, itu tadi kami tidak tau nama- nama siswa penerima itu bersumber dari mana. Karena pemerintah pusat yang menetapkan,” jelasnya.

Selain MTS 3 Palu, sejumlah siswa sekolah di Kota Palu juga mengaku tidak mendapat bantuan PIP tersebut. Laporan yang diterima Palu Ekspres, di antaranya SMP Madani Palu.
Di sekolah ini dilaporkan sebanyak 100 siswa tidak menerima dana PIP. Kemudian SDN Talise Palu, jumlah siswa yang tidak mendapat bantuan PIP sebanyak 100an lebih.

Bahkan salahsatu orang tua siswa menyebut, nama anaknya sudah masuk dalam data pokok pendidikan (Dapodik) namun tidak juga tercatat sebagai penerima PIP.

“Informasi mengenai hal ini yang pejabat diluruskan,” kata orang tua siswa tersebut.
Dikonfirmasi, Kepala Pendidikan Kota Palu, Ansar Sutiadi kembali menegaskan bahwa dana PIP sebenarnya adalah bantuan dana bagi siswa dalam kategori keluarga tidak mampu yang datanya bersumber dari data tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K).

Khusus Kota Palu, paska bencana, cakupan nama nama siswa penerima PIP diperluas tidak hanya bersumber dari data TNP2K.  Perluasan cakupan itu dengan mengambil data Dapodik.

Pencairan dana PIP tingkat Kota Palu menurutnya, sudah memasuki tahap 14.

Dana PIP jelasnya, hanya diberikan sekali untuk setiap siswa. Artinya, siswa yang sudah mendapat bantuan PIP tahap sebelumnya, tidak lagi mendapat bantuan di tahap selanjutnya.

Jika terdapat siswa yang tidak mendapat bantuan dana PIP,  maka kemungkinan, nama anak tersebut belum masuk dalam data TNP2K sekaligus dalam Dapodik.

“Tapi biasanya ada yang mengaku tahap 14 ini tidak dapat, padahal sudah mendapat pada tahap sebelumnya,”kata Ansar, Minggu 23 Februari 2019.

Namun begitu, Ansar menyarankan bagi orang tua siswa yang anaknya belum mendapat bantuan PIP untuk proaktif berkoordinasi dengan pihak sekolah. Untuk memastikan apakah nama anak sudah masuk dalam Dapodik atau belum.
Sebaliknya Ansar menyebut, jika ada siswa yang namanya masuk dalam Dapodik, namun tidak menerima PIP tahap 14 ini, maka kemungkinannya telah menerima pada tahap- tahap sebelumnya.

“Kami juga akan monitoring ke sekolah terkait masalah ini,”ujarnya.

Sejauh ini lanjut Ansar, jumlah total peserta didik yang masuk dalam PIP tingkat Kota Palu untuk semua jenjang pendidikan sebanyak kurang lebih 37 ribu siswa. Sampai dengan pencairan PIP tahap 14, sebanyak kurang lebih 28 ribu siswa telah menerima dana program tersebut.

(mdi/palu ekspres)