Minggu, 5 April 2026
Palu  

Konstruksi Dirancang Tahan Gempa 7 SR, Mall Tatura Baru Diperluas 40ribu Meter Persegi

PALU EKSPRES, PALU– Jika tak ada aral melintang, material sisa bangunan Mall Tatura Palu akan segera diratakan paling lambat Juni 2019 mendatang. Proses pembongkaran dilakukan bersamaan dengan uji kelayakan struktur tanah untuk kesiapan pembangunan ulang mall tersebut.

Direktur PT Citra Nuansa Elok (CNE) M Sandiri Memet menuturkan, desain  baru gedung Mall Tatura saat ini sedang digenjot. Sebanyak tujuh ahli teknis dilibatkan dalam proses itu. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mempresentasikan desainnya dihadapan DPRD dan Wali Kota Palu.

Dia menjelaskan, secara umum luasan gedung mall akan diperluas. Dari sebelumnya 28ribu meter persegi menjadi 40ribu meter persegi. Bertambah sekitar 12ribu meter persegi

“Luasan itu kami nilai representatif untuk ukuran sebuah mall,”tutur Memet, Sabtu 9 Maret 2019.

Selain diperluas, jumlah lantai mal pertama di Sulawesi Tengah ini juga akan bertambah. Lima tingkat keatas dan dua tingkat kebawah untuk area parkir (basement).

“Untuk rencana perluasan ini kami akan komunikasikan keseluruh pihak yang berada disekitar gedung mall. Kita upayakan persuasif dari jauh jauh hari,”jelasnya.

Exterior maupun interior gedung baru mall nantinya dirancang pula untuk memasukkan nilai nilai budaya kearifan lokal Kota Palu. Mengenai konsep kearifan lokal akan dibahas selanjutnya dengan seluruh pihak terkait.

Dari sisi kontruksi, Memet menjelaskan mall tentunya mengutamakan aspek ketahanan terhadap goncangan gempa. Hal ini menjadi prioritas sebagai jaminan bagi masyarakat. Dia menyebutkan, konstruksi akan dirancang tahan terhadap gempa sampai dengan 7 skala richter.

Terkait ini pihaknya melakukan berbagai uji kelayakan yang diawali dengan  uji geolistrik dan Sondir. Geolistrik untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan dengan menggunakan sifat-sifat kelistrikan batuan. Sedangkan Sondir untuk  mengukur kedalaman air terdalam dibawah bangunan.

“Seluruh tim ahli akan mengkaji secara teknis dari seluruh aspek. Saat ini sedang berjalan,”katanya.

Bicara soal ketahanan terhadap gempa,  gedung mall yang lama, sebenarnya jelas Memet, sudah termasuk cukup kokoh. Karena yang mengalami kerusakan hanya berada dibagian atas. Sementara tiang utama gedung tidak terjadi apa-apa.

“Kalau kita masuk kedalam, basement dan dua lantai diatasnya masih utuh. Ini tanda bahwa strukturnya cukup kokoh,”paparnya.

Kendati demikian, perencanaan untuk struktur gedung mall baru kedepan menurutnya harus mengatakan aspek tahan gempa. Diupayakan lebih tahan dari struktur sebelumnya.

“Dan yang terpenting kami mau sampaikan bahwa lokasi mall yang strategis. Karena tidak masuk dalam area zona rawan bencana,”ujarnya.

Dia berharap upaya yang sedang berjalan saat ini mendapat dukungan masyarakat. Mengingat mall itu memang milik masyarakat Kota Palu.  Yang kedepannya dipersuapkan  menjadi sumber penerimaan pendapatan daerah.

Sejumlah konsep pengembangan pun sudah ia persiapkan. Misalnya membangun kerjasama dengan sejumlah tenant kenamaan nasional. Sebut saja kata dia Starbucks dan Cinemaxx. Kedua tenant ini menyatakan kesiapan untuk berinvestasi apabila mall baru nantinya telah berdiri.

Didalam Mall itupun menurutnya akan ada fasilitas hotel. Sehingga nantinya ini akan menambah sumber pendapatan dari pajak hotel.

“Insyaallah, kita persembahkan yang terbaik bagi daerah ini,”ucapnya.

Sesuai target, pembangunan mall baru direncanakan rampung pada pertengahan tahun 2020.

“Kita target dan usahakan launching pada Juni 2020,”demikian Memet.

(mdi/palu ekspres)