PALU EKSPRES, PALU – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2019 untuk jenjang SMA dan MA dimulai serentak secara nasional pada Senin 1 April 2019. Di Provinsi Sulteng tercatat sebanyak 28.172 siswa dari total 368 SMA dan MA baik negeri maupun swasta menjadi peserta UN tahun ini.
Pantauan Palu Ekspres, Secara umum hari pertama pelaksanaan UNBK jenjang SMA dan MA di Palu berjalan dengan lancar. Pihak sekolah ataupun Madrasah melakukan berbagai langkah antisipatif jika menemukan kendala-kendala yang dapat menghambat pelaksanaan ujian.
Salah satunya, untuk mengantisipasi gangguan pada ketersediaan listrik sekolah menyiapkan unit generator (genset) berkapasitas cukup besar, untuk menyediakan daya listrik bagi unit-unit komputer yang digunakan pada ujian.
Di SMA Negeri 4 Palu misalnya, pihak sekolah menyediakan 2 unit genset berkapasitas cukup besar untuk menyediakan daya listrik pada 4 ruangan pelaksanaan UNBK. Kepala SMAN 4 Palu, Syam Zaini menyebutkan, kedua genset milik sekolah tersebut telah dicoba dan dipastikan cukup untuk mengaliri listrik untuk 4 ruangan UNBK. Jumlah peserta UNBK 2019 di SMAN 4 adalah sejumlah 374 siswa.
“Kita antisipasi dengan menggunakan 2 genset milik sekolah. Andaikata ada kondisi emergency, kami sudah ujicoba pada saat simulasi UNBK yang lalu,” kata Syam Zaini, saat dihubungi, Senin 1 April 2019.
Senada dengan itu, MAN 2 Kota Palu juga turut menyediakan genset berkapasitas cukup besar untuk antisipasi jika terjadi masalah kelistrikan pada pelaksanaan UNBK tahun ini. Kepala MAN 2 Kota Palu, H. Muh. Anas menyebutkan, tahun ini pihaknya menyediakan 1 unit genset yang cukup untuk mengalirkan listrik untuk 3 ruangan pelaksanaan UNBK.
“Kita sediakan 1 genset yang kapasitasnya bisa untuk 3 ruangan. Tapi kami berharap selama pelaksanaan UNBK, tidak ada kendala-kendala yang berarti terutama terkait dengan ketersediaan listrik,” imbuh Anas.
Pada hari pertama pelaksanaan UNBK jenjang SMA dan MA di Kota Palu, Senin 1 April 2019, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Dr. Moh. Hidayat Lamakarate didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, H. Irwan Lahace berkesempatan melakukan peninjauan di sejumlah sekolah dan Madrasah, yakni SMAN 1 Palu, SMAN 2 Palu, dan MAN 2 Kota Palu.
Hidayat mengungkapkan, dari hasil pemantauannya di hari pertama pelaksanaan UN berbasis komputer (UNBK) di beberapa sekolah dan Madrasah di Kota Palu, tidak ditemukan adanya kendala yang mengganggu atau sampai menunda pelaksanaan UNBK.
“Ini jauh lebih maksimal dibanding hari pertama UNBK SMK, di mana masih ditemukan gangguan sistem,” ujar Hidayat, di sela-sela pemantauan UNBK hari pertama di MAN 2 Kota Palu.
Selain itu, Hidayat juga mengemukakan tidak ditemukan adanya siswa peserta ujian yang berhalangan hadir.
“Alhamdulillah, tidak ada siswa yang tidak ikut ujian. Dari sistem jaringannya juga tidak ada kendala, semua berjalan dengan baik tanpa trouble-trouble,” lanjut Hidayat.
Kepala Disdikbud Sulteng, H. Irwan Lahace mengungkapkan pada tahun ini seluruh SMA negeri dan swasta di Sulteng melaksanakan UNBK, dan tidak ada lagi yang melaksanakan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).
“Seratus persen sudah laksanakan UNBK. Artinya ini suatu kesyukuran kita, karena 2017 masih ujicoba,” kata Irwan. Pelaksanaan UNBK tahun 2019 jenjang SMA dan MA dijadwalkan pada tanggal 1, 2, 4 dan 8 April 2019.
(abr/palu ekspres)






