PALU EKSPRES, PALU – Sekdaprov Hidayat Lamakarate menyampaikan alokasi dana desa pada kisaran Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar. Atau rata-rata Rp1 miliar per desa.
Dikatakannya, sebelum adanya ADD, pembangunan di pedesaan sangat terbatas karèna minimnya anggaran.
”Kalau dulu kita tanya orang-orang di pedesaan, apa itu musrembang, palingan mereka jawab, undangan minum-minum teh atau kopi serta membicarakan sesuatu yang tidak akan terjadi,” katanya Sekdaprov.
Hidayat Lâmkarate menekankan agar masyarakat dapat memanfaatkan ADD dengan sebaik-baiknya.
Dengan banyaknya dana desa yang dikelola maka peranan BUMDesa, apabila berjalan baik, maka dapat mensejahterakan masyarakat.
(humas)






