Senin, 6 April 2026
Palu  

Sekdaprov Sulteng Terima Bantuan Huntara, Sampoerna Kaget Lihat Recovery Palu

PALU EKSPRES, PALU – Tim Sampoerna Strategic Peduli Palu dan Donggala memberikan bantuan berupa hunian sementara (Huntara) kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Hidayat Lamakarate, Rabu 15 Mei 2019.
Bantuan Huntara untuk warga Kelurahan Kabonena diantar ketua tim Sampoerna, Djoko Yosef. Pihak Sampoerna kata Djoko menaruh kepedulian atas musibah bencana di Palu.

“Sebagai warga negara yang baik tentu ingin membantu kepada sesama,”kata Djoko.

Sementara itu,  Sales Distribution Head Bank Sampoerna Indonesia Timur,  Harry Kwenre,  dalam kesempatan itu bertestimoni ketika ikut membawa logistik bantuan ke Palu H+2 bencana dari Makasar.
Satu-satunya akses darat yang berhasil ditembus ke Palu beserta rombongan hanya dari Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kondisi pun sangat rawan dan rombongan pembawa logistik mesti dikawal polisi karena banyaknya penghadangan di beberapa titik.

Namun melihat kondisi Palu terkini, Ia merasa takjub, seakan tak percaya kalau Palu bisa secepat itu bangkit.

“Recovery cukup bagus, sangat beda dari sebelumnya,” ujarnya yang baru datang lagi ke Palu setelah 8 bulan.

Sekdaprov menanggapi bahwa Palu sebenarnya telah lama pulih bahkan tidak sampai 8 bulan lamanya.

“Kalau bapak lebih cepat datangnya, sebenarnya dari sejak 5 bulan (pascabencana), palu sudah bangkit karena masyarakat yang benar-benar mau bangkit,” ungkapnya sambil berseloroh.
Lebih lanjut Ia jelaskan hal itu dimungkinkan berkat kepedulian dan partisipasi dari semua kalangan yang teramat besar, yang menginginkan Palu bisa kembali normal seperti sedia kala.

Huntara sahabat terdiri 3 unit yang bisa ditempati 36 KK serta dilengkapi dengan sarana air bersih, MCK dan listrik.
Pembangunan huntara yang dikerjasamakan dengan kontraktor REI, diakui manajemen lewat Moh. Ridwan Nongtji, selaku perwakilan Sampoerna Palu agak terlambat karena sulitnya bahan baku pascabencana yang membuat pembangunan baru dimulakan tengah Desember 2018.

Selanjutnya jika warga yang menempati huntara telah pindah ke huntap, huntara sahabat diharap manajemen dapat dialih fungsi menjadi pondok pesantren sebab lokasi kebetulan berdekatan dengan ponpes milik ulama Habib Rotan di Kelurahan Kabonena.

“Untuk pertimbangan jangka panjang setelah bencana bisa dijadikan pesantren,” terang Moh. Ridwan saat pemaparan profil huntara.

Turut hadir di acara, perwakilan Pemerintah Kecamatan Ulujadi dan Kelurahan Kabonena, BPBD Sulteng, Koperasi Mitra Sejati selaku unit usaha PT Sampoerna dan REI Sulteng.(HUMAS/Palu Ekspres)