Minggu, 5 April 2026
Palu  

Masih Ada Huntara yang Belum Dihuni di Sulteng

PALU EKSPRES, PALU– Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdarpov) Sulawesi Tengah Dr. Moh. Hidayat Lamakarate menyampaikan masih ada  hunian sementara (Huntara) yang dibangun PUPR dan NGO belum dapat ditempati. Penyebabnya, terkendala aliran listrik yang belum ada dan sarana air bersih juga belum tersedia.

“Untuk itu perlu secepatnya dicari solusi untuk menyelesaikan kendala- kendala tersebut agar Huntara yang sudah dibangun dapat segera ditempati masyarakat,” kata Hidayat saat memimpin rapat percepatan pemenuhan kelengkapan Hunian Sementara Dampak Bencana Sulawesi Tengah di ruang kerja Sekda Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, untuk percepatan pemenuhan sarana listrik dan air bersih perlu koordinasi yang baik.

Sekdaprov bahkan melemparkan gagasan untuk mendukung percepatan pemasangan Listrik di Huntara baik yang dibangun PUPR dan NGO, Dirjen Kelistrikan melalui dana CSR PLN membantu biaya SLO pemasangan Listrik. “Ada NGO yang siap membantu untuk penyediaan air bersih di Huntara,” kata Hidayat.

Untuk itu katanya, Pemerintah Kota Palu dan Sigi agar dapat mengusulkan pemasangan listrik di Huntara.

Pernyataan Sekdaprov tersebut sejalan dengan pengakuan pihak Dinas PU Kota Palu, yang memaparkan bahwa masih terdapat Huntara di Kota Palu yang belum ada aliran listrik dan juga sarana air bersih. Pihak Pemkot Palu melalui Dinas PU Kota Palu berharap agar ada dukungan PLN dan Pemerintah Provinsi dalam penyelesaian kendala tersebut.

Pada Kesempatan itu, Asisten II  Kabupaten Sigi Iskandar Nontji menyampaikan kondisi Huntara di kabupaten Sigi saat ini. Menurutnya, tidak ada kendala lagi saat ini, hanya proses menempati Huntara saja. Adapun kekurangan Huntara tentang air bersih dan aliran listrik, hanya untuk sebagian kecil saja Huntara yang mengalaminya.

Menyikapi persoalan tersebut, Manager Perencanaan PLN Area Palu, Nopri mengatakan PLN akan terus mendukung pembangunan jaringan dan penyambungan listrik pada Huntara, sesuai dengan permohonan yang disampaikan kepala PLN. Menurutnya, ketersediaan meteran sangat besar yakni 15.000 meteran.

(humas pemprov/palu ekspres)