Minggu, 5 April 2026
Palu  

Berdayakan Alquran dalam Tiap Bidang Ilmu Pengetahuan

NUZULUL QURAN – Suasana peringatan malam Nuzulul Quran yang digelar Untad di Masjid Darul Hikmah, Selasa 21 Mei 2019. Foto: RYAN MUHAMMAD/UNTAD

PALU EKSPRES, PALU – Civitas Akademika Universitas Tadulako (Untad) menggelar peringatan malam turunnya Alquran (Nuzulul Quran) di Masjid Darul Hikmah kompleks Islamic Center Perumahan Dosen Untad, Selasa 21 Mei 2019 malam.

Hadir dalam peringatan Nuzulu Quran, Rektor Untad Prof. Dr. H. Mahfudz bersama jajaran pimpinan Untad lainnya. Mewakili Rektor, Wakil Rektor Untad bidang Kerja Sama Prof. Dr. Amar Akbar Ali dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan peringatan malam Nuzulul Quran merupakan salah satu aktivitas yang baik, yang dilakukan secara rutin oleh civitas akademika Untad tidap tahunnya di bulan Ramadan.

Ia menegaskan, salah satu kandungan Alquran yang perlu dijadikan pelajaran bagi umat Islam saat ini, adalah bahwa Alquran sebagai pembeda antara yang haq dan batil dapat menjadi pengingat bagi umat tentang pentingnya persatuan dan kesatuan.
“Salah satu keutamaan Alquran adalah sebagai pemersatu,” kata Prof. Amar. Hadir memberikan tausyiah tentang Nuzulul Quran, akademisi Prof. Dr. H. Muh. Juraid.

Dalam tausyiahnya, Prof. Juraid mengingatkan kepada umat Islam bahwa ada empat golongan manusia yang dirindukan surga, yakni orang yang membaca Alquran, orang yang menjaga lisannya dari perkataan sia-sia, orang yang ringan tangan memberi makan fakir dan miskin, serta orang yang berpuasa di bulan Ramadan.

Olehnya, ia mengajak kepada seluruh umat Islam untuk rutin membaca Alquran, terutama memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah membaca Alquran. Tidak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa selain dibaca Alquran juga mesti dipahami dan diamalkan isi kandungannya.
“Membaca saja sudah berpahala, apalagi memahami dan mengamalkan isinya,” kata Prof. Juraid.

Salah satu bentuk pengamalan tersebut, Prof. Juraid juga mengingatkan kepada para akademisi untuk memberdayakan Alquran dalam setiap bidang keilmuan masing-masing.
“Sangat penting untuk memberdayakan Alquran dalam tiap bidang ilmu kita, karena kandungan Alquran tidak pernah ketinggalan zaman selalu up to date sejak turunnya hingga sekarang. Alquran merupakan mukjizat dari Allah SWT,” ujarnya lagi. Selain itu, Prof. Jurain menyebutkan bahwa dalam Alquran juga terkandung berbagai kisah tentang umat terdahulu, yang dapat dijadikan sebagai ibrah atau pelajaran untuk diambil hikmahnya di masa saat ini. (abr/palu ekspres)