Sabtu, 15 Agustus 2026
Opini  

Traggedy of The Common, Refleksi untuk Kabupaten Buol

Nur Sangadji. Foto: istimewa

Oleh : Nur Sangadji ( muhdrezas@yahoo.com)

Di paruh akhir bulan Ramadan 2019 ini, saya berkesempatan berjumpa Bapak Sofyan Jalil. Beliau saat ini adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang. Saya hadir mendampingi Bapak Dr. Amiruddin Rauf (Dr. Rudi) selaku Bupati Buol.

Mengapa harus turut serta ? Karena, saya diamanahkan selaku ketua team penyusun KLHS (kajian Lingkungan Hidup Strategis). Satu dokumen yang mutlak ada sebagai jaminan keabsahan dokumen perencanaan pembangunan ( antara lain : RTRW, RDTR, RPJP, RPJM dan tematik lainnya). Begitulah perintah dari sejumlah regulasi, di antaranya, UU 32, 2009, PP 46 2016 dan Permendagri 07, 2017. Semuanya tentang lingkungan hidup dan KLHS.


Pak Menteri dalam paparan awal, memberikan pencerahan yang sangat menarik. Beliau menguraikan bagaimana sebuah negara dipacu untuk maju. Beliau bilang, negara yang maju umumnya ditunjang kokoh oleh kehadiran corporate (perusahaan). Kecuali di beberapa negara Eropa Timur seperti Norwegia dan Swedia. Di negeri negeri ini, beliau menyaksikan sendiri, justru Kooperasi yang berkembang. Dan, kooperasi yang menjadi soko guru ekonomi kita, malah lesu.

Hal lain yang juga sangat menarik adalah uraian beliau tentang terjaganya Lingkungan hidup. Beliau berpandangan bahwa kawasan yang dikelola perusahaan akan lebih terjaga di bandingkan dengan pengelolaan rakyat (publik). Pak Bupati Buol membeberkan fakta kebalikannya. Kelapa sawit yang ditanam perusahaan di Buol, justru ditemukan hingga tebing terjal dan bantaran sungai. Sesuatu yang tidak dibolehkan dari aspek kaidah lingkungan.


Sebenarnya pikiran pak Menteri ini sudah lama menjadi diskursus dunia. Adalah Garret Hardin yang ikut mendorongnya melalui buku yang berjudul “Tragedy of the Common”. Dalam buku ini, Hardin mengurai tentang bahayanya penguasaan SDA tanpa kepemilikan atau kepemilikan bersama. Beliau memproduksi kalimat yang sangat terkenal, “Everybody property, no body property”. Bila semua orang merasa memiliki maka tidak ada yang memiliki.

Pikiran Hardin tersebut ikut mendorong privatisasi penguasaan SDA di dunia melalui Corporate. Memang, di sejumlah praktek, terbukti benar. Tapi, di balik lingkungan yang terjaga, muncul konflik lain dengan masyarakat lokal berkait, sengketa ruang nafkah mereka. Kasus, Mr Lukas (Asal Italia) di Pulau Tanjung Keramat Togean dan Waya Masapi di Danau Poso bisa menjadi contoh.


Pikiran Hardin ini disela oleh Elinor Ostrom, penerima hadiah Nobel di bidang Ekonomi tahun 2009. Ia mengurai tentang pemerintahan dan kepemilikan bersama. Ostrom berpandangan, asalkan diberdayakan dengan tata kelola yang baik, penyerahan kepada publik akan lebih baik. Masyarakat, di manapun, akan punya institusi, sumberdaya dan nilai (ORN, organisation, resources and norm). Memberdayakannya, akan punya efek manfaat yang sangat dahsyat. Pemerintah yang cerdas akan hadir di sini untuk ambil peran.

Banyak misal yang bisa ditunjukan bagaimana kebijaksanaan pengelolaan SDA ini oleh komunitas lokal dengan pengetahuan lokalnya (indigenous knowledge). Justru, kearifan lokal ini hancur atau dihancurkan setelah bersentuhan dengan penguasaan external di luar system lokal. Konsesi lahan atas nama pertumbuhan ekonomi adalah bukti paling kongkrit.


Terlepas dari semuanya berkait tata kelola SDA, ada sejumlah hal yang patut diperhatikan. Pertama, daya dukung Lingkungan. Kedua, konflik sosial. Bila, daya dukung Lingkungan sudah terlampaui, maka baik perusahaan maupun masyarakat tidak boleh masuk. Inilah daerah yang harus dijaga (conserve) sebagai kawasan lindung (protected area).

Maka, untuk Kabupaten Buol yang didominasi pegunungan, curah hujan tinggi, tektonik merupakan daerah yang beresiko tinggi bila hutannya hancur. Hitungan KLHS mengisyaratkan bahaya serius. Indeks kawasan lindung hanya 0.53 (idealnya di atas 1). Hampir semua kecamatan terancam krisis air. Hingga, 2032, kabupaten ini tidak mampu mensuplai pangannya sendiri. Indeks CCR (carrying capacity rasio) lahan basah untuk pangan, kurang dari 0,5 (idealnya di atas 1). Ini, belum termasuk resiko hancur atau gagalnya tiga bangunan irigasi (suplai air untuk 3000 an Ha Sawah) dan kehilangan kekayaan biodiversitas (tidak terhargakan), apa bila hutan masih mau dibuka dalam skala besar (extraktif).


Bapak Menteri yang memiliki banyak pengalaman meretas konflik, menawarkan Win Win Solution (WWS). Saya berpandangan bahwa, WWS bukan sekedar mempertemukan hubungan antar aktor (pemerintah, perusahaan dan masyarakat). Tapi juga, antar orientasi pembangunan (pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial dan Lingkungan hidup). Titik keseimbangannya bernama “Sustainable development”.

Maka, saya mengusulkan : 1), pihak perusahaan mengoptimalkan kebun sawit yang sekarang mereka miliki, tanpa perlu expansi lahan baru lagi. 2), pihak pemda bersinergi guna kelancaran investasi untuk keuntungan bersama. 3). Dinas Kehutanan mengkaji kembali alasan yuridis, teknis hingga ekologis berkait izin pelepasan status hutan. 4. Dinas ATR tidak terburu memproses penerbitan HGU baru, tanpa mendalami aspek ekologis, teknis, sosial dan ekonomi secara memadai.

Secara umum, saya hendak mengusulkan kepada Bupati Buol, Kadis Kehutanan provinsi, Kanwil ATR, Gubernur, Menteri Kehutanan, Menteri ATR dan Presiden RI, Dunia usaha dan Rakyat jelata. Mohon selamatkan BUOL dan wilayah lain di Indonesia. “A priori”, semuanya tinggal menunggu giliran bencana. Cukuhplah sudah, conflict Poso dan Bencana Palu menjadi cermin Indonesia hingga kini. Kedepan, kita bangun negeri dengan lebih bijak untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama. Amien. ***

IMIP - Dirgahayu RI
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius