H. Kamaruddin. Foto: DOK.
PALU EKSPRES, PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng hingga saat ini masih mengupayakan tersedianya lahan baru untuk pembangunan kembali Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 (MTsN 3) Kota Palu.
Sebelumnya MTsN 3 Kota Palu yang berlokasi di jalan Dewi Sartika Petobo, mengalami kerusakan parah akibat bencana alam likuefaksi yang melanda Kelurahan Petobo pada 28 September 2018 lalu.
Akibat bencana tersebut, kegiatan belajar dan mengajar MTsN 3 Kota Palu terpaksa untuk sementara dipindah ke lokasi darurat di sekitar jalan Kijang, Palu Selatan Kota Palu.
“Kami masih sementara mengupayakan untuk mencari lahan baru.
Pihak pusat sudah menyampaikan akan mengusahakan pembangunan gedung MTsN 3 Kota Palu. Tetapi mereka meminta sebaiknya pihak di daerah menyiapkan lahan terlebih dahulu,” kata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Kamaruddin, di ruang kerjanya, Senin 17 Juni 2019.
Ia menyebutkan, Kanwil Kemenag Sulteng telah melakukan komunikasi dengan Pemkot Palu terkait ketersediaan lahan untuk lokasi baru MTsN 3 Kota Palu nantinya. Diungkapkannya, Pemkot sedang mempertimbangkan lahan di sekitar wilayah Palu Utara.
“Masih dalam pertimbangan, karena Kemenag pusat harus memeriksa dulu apakah lahan itu memenuhi syarat. Ini terkait apakah tidak terjadi penumpukan di daerah tersebut, karena di wilayah Palu Utara tepatnya di Taipa terdapat MTsN 4 Kota Palu,” tutur Kamaruddin.
Selain wilayah Palu Utara, Kamaruddin juga mengungkapkan ada informasi yang didapatkan bahwa Pemkot Palu akan menyediakan lahan untuk MTsN 3 Kota Palu di sekitar daerah hunian sementara (huntara) Kelurahan Petobo.
“Tentunya hal ini juga harus ada pertimbangan. Yang pasti proses belajar di MTsN 3 Kota Palu tetap berjalan, meskipun masih menggunakan kelas sementara,” tandasnya. (abr/palu ekspres)






