Rusman Ramli. Foto: HAMDI ANWAR/PE
PALU EKSPRES, PALU – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan tiga kader PKS di kursi di DPRD Sulteng solid mencoblos Rusli Palabbi yang menjadi salah satu kandidat calon Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng sisa periode 2019-2024.
Kepastian ini ditegaskan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulteng, Rusman Ramli.
Menurut dia, pilihan tersebut diputuskan setelah melalui komunikasi panjang antara PKS dan calon Wagub Rusli Palabbi. Termasuk beberapa pertimbangan yang menjadi dasar dukungan tersebut.
“Dua kandidat semuanya kami bangun komunikasi. Namun akhirnya mengerucut ke Rusli Palabbi,”ungkap Rusman Ramli, Rabu 3 Juli 2019.
Dukungan ini salahatunya dilandasi karena Rusli yang notabene kader Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Sulteng merupakan koalisi gabungan fraksi DPRD antara PKS dan PAN. Yakni fraksi amanat sejahtera.
“Sejarah dan kedekatan dalam satu fraksi ini jadi satu hal tidak bisa dipungkiri bagi PKS untuk memberi dukungan,”sebutnya.
Namun yang menjadi landasan penting terhadap dukungan itu adalah kematangan visi misi calon yang dipaparkan Rusli ke pengurus DPW PKS Sulteng. PKS menilai Rusli lebih siap dari aspek visi misi.
“Kami sebagai masyarakat sudah sangat berharap pak Longki itu dibantu untuk mewujudkan visi misinya,”kata petahana DPRD Palu ini.
Secara politik pula, PKS menilai Rusli dapat membangun komunikasi yang baik. Sekaitan dengan upaya mendorong program pro rakyat lebih dalam kebijakan pemerintah nantinya.
Paling tidak kata Rusman, Rusli lebih bisa diajak diskusi dalam hal itu. Ini menguntungkan PKS secara politik. Terlebih saat ini PKS juga memiliki satu kadernya ditingkat DPR RI yang bisa menjadi konektivitas program daerah ke pemerintah pusat.
“Peluang untuk membuka ruang bagi PKS untuk masukkan ide-ide bagi pembangunan daerah Sulteng,” ujarnya.
Pemberian dukungan ini tambah Rusman saat ini sedang berproses ditingkat DPP PKS. Dukungan itu nantinya terbit dalam sebuah rekomendasi DPP PKS.
“Insyaallah sebelum pemilihan rekomendasi itu sudah sampai ke PKS Sulteng,” jelasnya.
Selanjutnya Rusman juga menegaskan bahwa dalam pemberian dukungan ini tidak ada “deal-deal” bersifat transaksional yang dibangun antara PKS dan calon wagub.
“Apalagi transaksional dalam bentuk finansial. Ini murni karena ide dan gagasan,” tekannya.
Ditanya bagaimana PKS memastikan bahwa tiga kadernya benar benar akan memilih akan memilih Rusli? Mengingat pola pemilihan Wagub berlangsung rahasia menggunakan surat suara dalam sebuah bilik.
Rusman menyebut PKS punya strategi untuk itu. Namun dia tidak bersedia menjelaskan strateginya.
“Adalah mekanismenya. Yang pasti kami perkirakan Rusli menang 50 persen plus 1 suara,” tandasnya.
Untuk diketahui pemilihan Wagub Sulteng kembali dijadwalkan pada Senin 8 Juli 2019 pekan depan. Sebelumnya DPRD Sulteng telah menjadwalkan pemilihan Wagub pada 28 Juni 2019 silam. Namun tertunda lantaran Fraksi PDIP menyatakan belum siap mengikuti pemilihan tersebut.
“Untuk jadwal terbaru ini sudah kami pastikan dari DPRD Sulteng. Karena badan musyawarah sudah memutuskan jadwal itu,”pungkasnya.(mdi/palu ekspres)






