Selasa, 28 April 2026
Palu  

PT CNE Libatkan Investor Bangun Ulang MTP

DIBONGKAR – Progres pembongkaran material sisa bangunan Mall Tatura Palu (MTP) yang ambruk karena gempa pada 28 September 2018 silam kini sudah menyentuh 90persen. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU – Progres pembongkaran material sisa bangunan Mall Tatura Palu (MTP) yang ambruk karena gempa pada 28 September 2018 silam kini sudah menyentuh 90 persen. Pembongkaran puing mall pertama di Sulteng ini diperkirakan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2019 nanti.

PT Citra Nuansa Elok (CNE) selaku management pengelola MTP telah merancang sejumlah strategi untuk pengembangan mall tersebut dimasa mendatang. Kini management tengah fokus menyelesaikan pembongkaran dan bersiap untuk mulai membangun kembali MTP dengan kontruksi yang lebih kokoh dan lebih luas dari sebelumnya.

MTP dengan tampilan baru nantinya disebut-sebut berdiri dengan kontruksi yang didesain tahap guncangan gempa dengan eksterior bangunan yang beridentik kearifan lokal.  Serangkaian kajian dan uji ketahanan dasar kontruksi baru gedung baru pun telah dilakukan.

Direktur PT CNE, Muhammad Sandiri menjelaskan, persiapan anggaran pembangunan gedung MTP akan menggunakan antara lain dana klaim asuransi bangunan, pinjaman Perbankan termasuk pelibatan investor.
Pelibatan investor dalam pembangunan MTP ia tegaskan tidak akan berkonsekuensi terhadap kepemilikan saham mayoritas Pemkot Palu.

“Tidak ada kaitannya dengan jual belli saham. Pemkot Palu tetap memiliki 98.8persen saham atas MTP,”sebutnya.

Menurut dia nilai klaim asuransi terhadap MTP sebesar Rp91milyar. Namun yang dibayarkan total secara bertahap nantinya hanya sekitar Rp87milyar. Sejauh ini pembayaran tahap pertama sudah dilakukan sebesar Rp41Milyar.

“Sesuai aturan main, 2,5persen nilai premi berkurang akibat resiko sendiri. Selain ada inventaris yang tidak rusak dan tidak dimasukkan sebagai nilai klaim,”terangnya.
Dia menegaskan tidak akan meminta penyertaan modal dari Pemkot Palu sebagai pemilik saham mayoritas MTP untuk membantu pembangunan gedung MTP.

“Itulah mungkin mengapa kami dipercaya untuk bertanggungjawab mengelola MTP ini. Salahsatunya karena kami akan berusaha tidak membebani APBD,”kata Sandiri, Sabtu 13 Juli 2019.

Sandiri menyatakan, biaya pembanguan gedung baru MTP diperkirakan berada pada pada angka Rp400 sampai dengan Rp500 milyar.
Karenanya sumber biaya nantinya perlu dilakukan pendekatan pendekatan selain penyertaan modal dari Pemkot Palu.

Dia menambahkan , meski kemudian Pemkot Palu sebagai pemegang saham mayoritas, namun bangunan MTP tidak tercatat sebagai aset milik Pemkot Palu. Statusnya asetnya tercatat sebagai aset yang dipisahkan.

“Status aset MTP itu dia tunduk pada undang-undang perseroan terbatas karena dia tidak penyertaan modal, melainkan berbentuk saham,”bebernya.
Informasi menyangkut status aset MTP, tutur Sandiri, yang akan perlu diluruskan agar masyarakat tidak keliru mengenai hal itu. Artinya, jika berstatus demikian, maka tidak perlu dilakukan penghapusan aset milik daerah ketika puing bangunan MTP dibongkar.

“Pemahaman Ini harus kita luruskan bersama,”demikian Sandiri. (mdi/palu ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777