PALU EKSPRES, PALU– Dunia saat ini dinilai sedang menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat. Salah satu faktor utamanya adalah perkembangan teknologi informasi yang terus berubah semakin canggih, yang berpengaruh di seluruh lini kehidupan, salah satunya pada dunia bisnis.
Hal ini menjadi salah satu inti pembahasan yang disampaikan Mantan presenter kondang dan pengusaha nasional, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Televisi Nasional RI (TVRI), Helmy Yahya saat memberikan Kuliah Umum di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Tadulako (Untad), di Theater Room Media Center Untad, Selasa 23 Juli 2019.
Sejak mengenal internet, perkembangan dunia bisnis mulai bergeser menyesuaikan dengan hal-hal digital. Helmy menyampaikan bahwa dunia bisnis sekarang sudah berubah. Jika dulu orang-orang terkaya dunia merupakan “raja minyak” atau bankir, maka saat ini 3 dari 5 orang terkaya dunia berasal dari dunia bisnis aplikasi. Ia menyebut contoh Jeff Bezos pemilik amazon.com, Bill Gates pemilik Microsotf dan Mark Zuckerberg pendiri Facebook.
“Kalau dulu orang-orang kaya itu raja minyak atau banker, tapi sekarang tidak lagi,” kata Helmy.
Ia juga mengungkapkan, jika pada tahun 2006 perusahaan-perusahaan terbesar dunia merupakan perusahaan non-IT, seperti Exxon Mobil atau Gazprom, maka pada tahun 2016 bergeser ke perusahaan-perusahaan berbasis aplikasi, seperti Apple atau Microsoft.
“Sekarang kita lihat pada 2016 nomor satu adalah Apple, nomor dua adalah Alphabet dan yang ketiga adalah Microsoft. Ketiganya adalah perusahaan aplikasi IT, terjadi shifting atau pergeseran,” ujarnya lagi.
Olehnya itu, mengutip pernyataan ilmuwan terkenal Charles Darwin, Helmy memotivasi para mahasiswa bahwa untuk sukses dalam persaingan di zaman sekarang ini, adalah bukan dilihat dari siapa yang paling kuat atau paling pintar. Namun kesuksesan dapat diraih oleh mereka yang paling cepat dalam merespon perubahan.
“Kata Charles Darwin sejak dulu bahwa untuk bertahan hidup itu bukan tentang siapa yang lebih kuat, bukan juga yang paling pintar. Jadi persaingan dunia sekarang bukan tentang kuat-kuatan atau pintar-pintaran, yang paling bisa bertahan adalah yang paling cepat atau paling responsif terhadap perubahan,” tegasnya.
Kegiatan Kuliah Umum tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Dies Natalis ke-38 Untad. Mewakili Rektor Untad, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Dr. Sagaf menyampaikan terima kasihnya kepada Dirut TVRI, Helmy Yahya karena telah berkesempatan memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Untad.
“Kami berharap TVRI dalam perkembangannya dapat disampaikan perubahan-perubahannya serta kaitannya dengan pendidikan dan kepentingan lain terhadap pendidikan dan mahasiswa. Termasuk pengalaman dan reputasi Bapak Helmi untuk memotivasi para mahasiswa,” kata Dr. Sagaf. (abr/palu ekspres)






