PALU EKSPRES, PALU– Wali Kota Palu Hidayat menyebut warga rantau asal Papua telah menjadi bagian dari keluarga masyarakat di Kota Palu. Karenanya wajib bagi semua pihak untuk menjaga keamanan mereka.
Hidayat menyebut, budaya masyarakat Lembah Palu sangat menjunjung tinggi nilai toleransi terhadap siapapun. Tanpa memandang, suku agama dan ras.
“Selama darahnya masih merah, berarti mereka masih keluarga kita. Mereka harus kita hargai dan kita jaga,”kata Hidayat, dalam kegiatan silaturrahim mahasiswa Papua, Jumat malam, 30 Agustus 2019 di kediamannya.
Pemerintah, tokoh agama dan lembaga adat menurut dia punya komitmen untuk menjaga keamanan masyarakat. Siapapun dia. Hidayat menjelaskan, ini juga menjadi bagian dari komitmen pembentukan kelembagaan Dewan Adat Kota Palu.
“Lembaga adat berperan menjaga nilai toleransi, kekeluargaan dan gotong royong. Karena menurut saya ini kunci merawat kerukunan masyarakat di Kota Palu,”jelasnya.
Untuk merekatkan persaudaraan, pihaknya akan mendorong kesenian tradisional Papua untuk menjadi bagian dalam kesenian kolaborasi etnik sangu patuju. Penampilan kolaborasi etnik ini rencananya akan digelar dalam sebuah pertunjukan seni.
“Sangu patuju adalah satu tujuan. Sebelumnya dalam kolaborasi etnik itu sudah ada kesenian Tionghoa, Bali, Kaili dan Arab. Nah kita akan masukkan kesenian Papua di dalamnya,”ucapnya.
Silaturrahim yang digelar sederhana di kediaman Wali Kota Palu, juga dihadiri dewan adat Kota Palu dan Barisan Anshor Serbaguna (Banser) serta pengurus Forum Komunikasi Pemuda Kaili (FKPK).
Keemudian puluhan mahasiswa asal Papua dan Papua Barat yang saat ini tercatat mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu.
Ketua Afirmasi Mahasiswa Papua dan Papua Barat, Sony Barabas kepada wartawan mengaku, sejauh ini dia dan kawan-kawannya dari Papua merasa sangat aman tinggal di Kota Palu. Dalam lingkungan Kampus pun menurutnya tidak pernah sekalipun mendapat perlakuan rasis dari teman-temannya.
Sejak tahun 2017, jumlah mahasiswa asal Papua di Kota Palu sebanyak 42 orang. Mereka tersebar di beberapa kampus di Kota Palu. (mdi/palu ekspres)






