Sabtu, 16 Mei 2026
Opini  

Nilai Icor Indonesia Tinggi,  Minat Investasi Rendah

Oleh Hasanuddin Atjo, Ketua Ispikani Sulawesi Tengah

Indonesia bukan menjadi tujuan utama investasi asing antara lain karena tingginya nilai ICOR, Incremental Capital Output Ratio. Tahun 2018 nilai ICOR Indonesia sebesar 6.6 dan tertinggi di ASEAN dibandingkan dengan Philipina 3.7 , Thailand 4.4, Malaysia 4,5 dan Vietnam 4.6.

Makna dari ICOR 6,6 bahwa penambahan 1 (satu ) unit output dibutuhkan input atau investasi sebesar 6.6 unit dengan kata lain nilai tambah investasi rendah. Karena itu Indonesia bukan menjadi tujuan Investasi asing yang populer dan menarik.

Catatan menunjukkan bahwa di tahun 2017 terjadi 37 relokasi pabrik dari Cina ke luar China dan tidak satupun mampir di Indonesia. Sebanyak 30 pabrik singgah di Vietnam dan sisanya ke Thailand, Malaysia, Philipina bahkan Kambodia. Bahkan, di Indonesia terjadi sebaliknya yaitu relokasi pabrik ke Vietnam dan Malaysia seperti pabrik sepatu Nike dan Elektronic Sony.

Tentunya situasi dan kondisi ini menjadi tantangan bagi pemimpin dan stakeholders negeri ini yang sedang berjuang meningkatkan pendapatan masyarakat, menekan angka kemiskinan dan pengangguran, menjaga stabilitas harga serta menurunkan angka stunting.

Nilai ICOR

ICOR dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal antara lain suku bunga tinggi, lahan yang mahal, sejumlah regulasi daerah yang memberatkan, kecepatan pelayanan yang rendah, perilaku dan skill tenaga kerja yang kurang mendukung , serta biaya logistik yang mahal karena lemahnya dukungan infrastruktur. Karena itu upaya memperbaiki nilai ICOR negeri ini harus menjadi salah satu yang prioritas bagi Pemerintah Pusat dan Daerah.

Visi Indonesia maju 2045 merupakan visi panjang yang ingin dicapai dengan target PDB saat itu sebesar 7 triliun dolar US ( 7 kali dari tahun 2018) dan menempatkan Indonesia di urutan ke 5 Negara berpendapatan tinggi. Pendapatan Perkapita saat itu diperkirakan sekitar 23 ribu dolar US per tahun atau bertambah sekitar 19 ribu dolar US dari tahun 2018. Visi-Misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi -Ma’ruf Amin 2019 -2024 merupakan upaya memperbaiki nilai ICOR yang tinggi agar minat investasi ke Indonesia meningkat.

Lima visi-misi itu adalah (1) melanjutkan pembangunan infrastruktur terutama yang menghubungkan dengan sentra produksi pangan , pariwisata dan kawasan ekonomi, (2) Pengembangan sumberdaya manusia mulai pra sekolah, dasar, menengah, tinggi dan luar sekolah, (3) penyederhanaan regulasi dengan memangkas aturan yang menghambat serta pemberian sejumlah kemudahan, (4) penyederhanaan birokrasi antara lain pengganti tugas jabatan eselon dengan Artificial Intelegencia atau kecerdasan buatan, dan (5) transformasi ekonomi yang tujuannya agar anggaran pemerintah lebih diprioritaskan kepada kesejahteraan masyarakat.

Kesemuanya ini tentunya bertujuan meningkatkan Investasi dari Luar dan dalam negeri yang berujung kepada peningkatan pendapatan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, menjaga stabilitas harga serta menekan angka stunting.
Sulawesi Tengah Nilai ICOR Sulawesi Tengah di tahun 2018 sebesar 7.14 di atas Nasional.

Meskipun ICOR tinggi sejumlah investasi tetap masuk ke Sulteng. Ini lebih disebabkan oleh faktor keunggulan sumberdaya yang tidak dimiliki oleh wilayah lain seperti galian C di Palu dan Donggala, minyak dan gas di Banggai serta nikel di Morowali dan Morowali Utara. Namun investasi di sektor lainnya seperti industri pangan, pariwisata dan kreatif, industri jasa yang melibatkan banyak masyarakat kurang berkembang karena tingginya nilai ICOR. Fenomena ini dapat dilihat dari Nilai PDRB (perdapatan per kapita) Sulawesi Tengah tahun 2017 yang menunjukkan bahwa pendapatan per kapita yang dihitung bersama tambang sekitar 38 juta rupiah per tahun dan tidak bersama tambang sekitar 32 juta rupiah.

Ada sejumlah keunggulan daerah ini yang sesungguhnya dapat dikelola bagi kesejahteraan masyarakat. Keunggulan itu antara lain posisi strategis Sulawesi Tengah terhadap ibukota Negara (IKN) baru di Kalimantan, karena berhadapan langsung dan dipisah oleh selat Makassar yang lebarnya sekitar 200 mil laut. Daerah ini dapat (1) menjadi penyanggah IKN terkait kebutuhan pangan, produk precast beton (pracetak-pratekan), baterai lithium, tenaga kerja terampil dan bersertifikat sampai kepada memanfaatkan sebagai destinasi wusata bagi IKN, (2) sebagai jembatan penghubung antara IKN dengan Kawasan Timur Indonesia dengan mengintegrasikan tol laut dengan tol darat Tambu-Kasimbar yang akan meningkatkan efisiensi logistik sampai 50 persen ke Maluku Utara, Maluku dan Papua dibanding harus berputar melalui Sulawesi Utara ataupun Sulwesi Selatan.

Visi Indonesia Maju 2045 yang menempatkan Indonesia berpendapatan tinggi nomor 5 di dunia, pindahnya Ibukota Negara ke kalimantan, serta bonus demografi tahun 2030 tentunya menjadi peluang dan tantangan bagi daerah ini, yang sebentar lagi akan melaksanakan Pilkada tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Harapannya pasangan kepala daerah yang terpilih adalah yang mampu memanfaatkan peluang
dan kesempatan itu. Kriteria pasangan yang dibutuhkan adalah yang mampu berpikir multi dimensi, mampu melihat di balik bukit serta sebagai penerobos batas yang diharapkan melahirkan tiga kapasitas treepot yaitu Entepreuner, Birokrat, dan Politis sebagai modal melahirkan konteks dan kontent pembangunan daerah.
Pasangan Kepala Daerah yang memiliki kapasitas treepot akan mampu menghadapi badai dan  tantangan serta cerdas memanfaatkan peluang membawa negerinya keluar dari ketertinggalan menuju kemajuan sebagaimana visi Indonesia Maju 2045. Namun ini kesemuanya berpulang dari komitmen dan kematangan berdemokrasi sang pemilik hak suara, partai pengusung serta lembaga penyelenggara Pilkada. Semua komponen harus berperan mengedukasi masyarakat membangun kematangan berdemokrasi untuk Indonesia Maju 2045. Pilkada tahun 2020 merupakan kereta perubahan yang terakhir dan sebahagian besar harus masuk ke dalam gerbong
perubahan itu, menuju visi Indonesia Maju 2045 dan bila tidak, akan tertinggal di
stasiun. Semoga. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan