Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Save the Children Gelar Festival dan Pameran Program di Lompio Donggala

IMG_20200207_181733

PALU EKSPRES,DONGGALA–  Save the Children menyelenggarakan festival dan pameran seluruh program yang dilaksanakan di kabupaten Donggala, Jumat 7 Februari 2020 di Lapangan Desa Lompio Kecamatan Sirenja.

Kegiatan dibuka langsung Bupati Donggala Kasman Lassa ini menampilkan berbagai informasi mengenai program penanganan bencana yang dilakukan Save the Children selama kurang lebih 15 bulan di wilayah Kabupaten Donggala.

Ribuan warga Donggala penerima manfaat hadir membanjiri kegiatan tersebut. Pameran dan festival dirangkai sejumlah kegiatan lain. Pertunjukan kesenian, jalan santai dan sejumlah perlombaan. Lomba mewarnai, menulis cerita, lomba senam cuci tangan, susun lego, stand up comedy dan kuis berhadiah.

Save the children bekerjasama Dinas Catatan Sipil  Donggala juga membuka layanan gratis pembuatan kartu keluarga, akte kelahiran dan kartu identitas anak bagi penyintas bencana.

Kepala Kantor Save the Children Kabupaten Donggala, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk terima kasih kepada pemerintah, masyarakat serta anak-anak yang selalu berkomitmen dan menjaga semangat membangun ketangguhan selama lebih dari satu tahun.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat terutama anak–anak yang selalu memiliki semangat untuk terus bangkit dari bencana yang telah menimpa. Hari ini kita dapat menyaksikan bahwa masyarakat Donggala telah
bangkit dan tangguh.” kata Wiwied Trisnadi.

Bupati Donggala Kasman Lassa, mengapresiasi segela program yang telah dilaksanakan Save the Children di Wilayah Donggala. Khususnya di Kecamatan, Balaesang Tanjung, Balaesang dan Kecamatan Sirenja.

Menurutnya penanganan dampak bencana,  kini sangat luar biasa. Seluruh masyarakat ikut berpartisipasi. NGO banyak yang turun tangan.

“Ini kebersamaan masyarakat dunia yang tidak bisa dibendung. Segala perbedaan hilang dalam proses ini,”katanya.

Save the children sebut Kasman Lassa sudah sangat berperan aktif dalam upaya pemulihan dampak bencana di Kabupaten Donggala. Dan bukan saja menyasar hal-hal terkait perlindungan  anak.

“Kerja-kerja kemanusiaan save the children sudah sangat dirasakan masyarakat Donggala,”kata Kasman.

Kasman menambahkan, pemerintah pada prinsipnya terbuka dengan segala inisiatif lembaga-lembaga kemanusiaan untuk melakukan program pemulihan dampak bencana.

“Sinergitas bersama pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pemulihan bencana berjalan dengan baik,”demikian Kasman Lassa.

Selama lebih dari satu tahun, Save the Children di Indonesia telah melakukan respon tanggap darurat bencana di
Kabupaten Donggala, Sigi dan Kota Palu.

Save the Children di Indonesia telah menjangkau 222.677 masyarakat.
105.250 diantaranya adalah anak-anak melalui program pendidikan dan perlindungan anak dalam situasi darurat.

Bantuan non-pangan, kesehatan dan nutrisi, hunian sementara (Huntara), Infrastruktur, ketahanan pangan dan mata pencaharian, serta melakukan advokasi tentang pemenuhan hak-hak anak dalam situasi darurat.

Save the Children di Indonesia merupakan identitas merek dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang terdaftar sesuai dengan Kementrian Hukum dan HAM No. AHU.01712.50.10.2014.

Save the Children di Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia.

Save the Children percaya setiap anak tidak terkecuali layak menyongsong masa depan.

Di Indonesia dan di seluruh dunia,
Save the Children  memastikan
kesehatan anak anak sejak dini, kesempatan untuk belajar dan perlindungan terhadap bahaya.

Juga melakukan apapun untuk anak-anak, setiap hari dan disaat krisis untuk mengubah hidup dan masa depan anak-anak.

Saat ini, Save the Children beroperasi di 12 provinsi, 79 kabupaten, 701 kecamatan dan 918 desa.

Wilayah kerjanya mencakup, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, Nusa Tengara Timur, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Fokus program pada kesejahteraan anak yang mengintegrasikan lintas sektor termasuk pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kemiskinan dan tata kelola hak anak. Serta respon situasi bencana.(mdi/**/ palu ekspres)