PALU EKSPRES, PALU– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu untuk sementara berkantor di dalam kawasan Hutan Kota Kaombona Palu. Rencananya bangunan semi permanen tersebut akan ditempati hingga dua tahun mendatang.
Kepala Dinas PU Palu, Iskandar, menyebut kantor sementara ini dibangun semi permenen dengan anggaran Rp200juta. Dindingnya berbahan calsiboard. Namun ruangannya cukup untuk membackup seluruh kegiatan kedinasan.
Selama ini kata dia, dinas PU belum memiliki kantor tetap. Akhirnya berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Kondisi itu cukup menguras APBD. Karena setiap kali mengontrak, harus menyiapkan anggaran Rp100juta.
“Ini sudah berlangsung puluhan tahun,”katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya berinisiatif memanfaatkan sebidang lahan dalam hutan kota. Lalu membangun kantor semi permanen dengan memanfaatkan bahan inventaris di kantor PU yang masih bisa digunakan.
“Sebagian kita pakai bahan yang masih bisa digunakan. Sementara pekerjaannya kita adakan penunjukan,”jelasnya.
Aktivitas dinas dalam kawasan hutan kota, menurut dia tidak hanya sekedar urusan kedinasan. Lebih dari itu, pihaknya untuk sementara bisa langsung memantau segala kegiatan yang sedang berjalan dalam kawasan.
Termasuk akan menginisiasi program-progam penghijauan dalam kawasan hutan kota. Salahsatunya adalah bermitra dengan Perbankan untuk mensuport program tersebut.
“Kita akan konsentrasi untuk penghijauan ini. Agar dalam waktu lima tahun kedepan, kawasan ini bisa lebih asri,”ujarnya.
Kedepan pula tandas Iskandar, urusan pengelolaan hutan kota akan dilaksanakan oleh sebuah unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
“Ini yang sedang kami dorong agar terbentuk satu UPTD khusus untuk mengelolah hutan kota,”imbuhnya.
Bersamaan dengan itu, pihaknya juga telah berencana untuk membangun kantor permanen dinas PU. Lokasi pembangunan kantor permanen ini terletak di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Palu. Tak jauh dari Kantor Mapolda Sulteng.
Pembangunan kantor dinas PU dianggarkan bersamaan dengan kantor dinas pertanian dan pasar Bambaru.
“Tahap pertama tahun 2020 itu kita anggarkan Rp10milyar. Rencananya kita anggarkan tahap dua pada tahun 2021,” pungkasnya.(mdi/palu ekspres)






