Jumat, 15 Mei 2026
Opini  

Mereka Tak Nampak di Alam

Muh. Nur sangadji

Oleh  Nur Sang Adji

Artikel ini sudah lama saya tulis. Judulnya, mereka kecil kecil. Tapi, ketika virus corona merebak, saya temukan relevansinya. Lalu, saya meremajakan sedikit (rejuvenate) judulnya. Karena ternyata mereka bukan cuma kecil, tapi tak nampak. Maka, judulnya menjadi, mereka tak nampak di alam.

Artikel yang lama itu saya tulis untuk merespon dua karib saya di Universitas Tadulako. Dr Aiyen Tjoa dan Dr. Nur Edy yang diundang untuk beri kuliah di Kamboja. Mereka dihadirkan sebagai “Guest Lecturer” guna berbagi pengetahuan dengan mahasiswa dan dosen di sana. Edy lalu memposting gambarnya dengan keterangan seperlunya. Saya sedikit terperanjat ketika Edy beri keterangan, “postur mereka kecil kecil”

Ya, mereka kecil-kecil. Kata-kata ini mengingatkan saya pada seorang sahabat, dosen senior bernama Sapri Darise. Waktu kami, Tim Faperta UNTAD pergi main bola di Desa Kabonga, Kabupaten Donggala, tahun 1990 an. Begitu kedua tim  berjejer masuk lapangan, Sapri Darise berbisik halus kepada saya. Pak Nur, tenang aja, “mereka kecil kecil”.

Pak Sapri mau membangun konfiden bahwa lawan yang dihadapi tidaklah terlalu berat. Orangnya kecil kecil. Mudahlah bagi kita untuk mengalahkannya. Walhasil, prediksi pak Sapri, benar pada awalnya. Sebab, begitu masuk lapangan, dengan cepat kami memasukkan satu gol. Kegembiraan meluap oleh pemain dan suporter. Kami makin percaya diri.

Tapi, berselang beberapa waktu kemudian, mereka mulai membalas. Dan, hasil akhir pertandingannya, skor menjadi 11 : 1. Dalam perjalanan pulang, ada kawan yang coba menghibur. Dia bilang, tim  kita berhasil mempertahankan skor. Artinya kita stabil, tetap di angka 1. Sedangkan lawan berubah terus dari nol hingga 11. Baru kami tahu, Desa Kabonga termasuk pemasok pemain Persipal Palu. Persipal kita ini sangat hebat di tahun 70 an hingga club sepak bola dari Amsterdam pun bertandang ke sini. Sayang, gloria historis ini hilang begitu saja.

***
Beberapa hari lalu, kami dari Fakultas Pertanian melakukan penyuluhan, juga di Kabupaten Donggala. Peserta yang orang dewasa, agak terlambat datang. Lalu kawan-kawan berinisitif mengundang guru guru SD terdekat. Saya meminta ikutkan muridnya juga. Maka, jadilah satu-satunya penyuluhan oleh fakultas Pertanian yang salah satu pesertanya adalah murid SD. Mungkin, tidak pernah ada sejak fakultas ini didirikan. Anak-anak ini saya pakai untuk mewakili diksi “kecil” yang jadi fokus tulisan ini.

Kita tentu bertanya, apa urgensi dan efektifnya anak kecil ini hadir. Kita boleh jawab dengan jujur, bagaimana efek sebuah anjuran yang dipaksakan oleh anak kepada orang tuanya, atas perintah guru ?. Dipastikan, jarang ditolak, sukarela ataupun terpaksa. Penyuluhan kali ini, menghadirkan keduanya, guru dan muridnya (baca : anak kecil). Sesuatu yang jarang dipikirkan, bahkan dalam dunia penyuluhan sekali pun.

**
Saya berfikir sejenak, apakah kecil atau pendeknya orang Kamboja ini, akibat takdir geneologis ataukah faktor lingkungan ? Gregor Johann Mendel yang bilang begitu dalam teorinya tentang genetika. Performa adalah fungsi dari genetik dan lingkungan. Kalau dia didominasi lingkungan, bisa diduga orang Kamboja kurang gizi (problema stunting). Kalau genetik, maka kecil itu tidak jadi soal.

Lain lagi kalau kita pandang orang Jepang, dahulu dan sekarang. Bila kita nonton film perang yang ada orang Jepangnya. Kita akan lihat bahwa serdadu Jepang itu pendek-pendek. Relatif untuk tidak disebut kecil, karena ada orang pendek tapi gemuk besar. Saya lupa tanya Edy, yang dia maksudkan kecil itu, tinggi-rendah atau gemuk-kurus. Namun, yang jelas ukuran “stunting” adalah tinggi rendah.

Hebatnya, orang Jepang yang pendek itu hampir menguasai dunia dalam kekuatan militernya. Kalau barat tidak bersatu dengan pasukan sekutunya. Dan, Hiroshima serta Nagasaki tidak dijatuhi bom atom, maka dunia ini akan dikuasai orang berpostur pendek kecil bernama Dai Nippon, Jepang.

Akan tetapi, kalau kita lihat orang Jepang hari ini, posturnya banyak berubah. Hideki, pemain softball jepang yang pernah tinggal bersama kami di Palu, orangnya tidak pendek kecil. Sahabat-sahabat saya yang sekarang dari JICA, juga relatif tinggi-tinggi.Pemain bola dan badmintonnya pun begitu. Dua jenis olahraga ini, sebelumnya tidak pernah dianggap di Jepang. Sekarang, unjuk gigi.

***
Meskipun begitu, kita perlu berkaca pada nasehat bijak. Hati-hati dengan hal yang kecil. Banyak orang jatuh karenanya. Ada satu pasukan perang di Eropa, kalah lantaran soal kecil. Mereka hanya kehabisan paku. Padahal, paku itu diperlukan untuk memaku tapal kaki kuda perang.

Jadi konklusinya, kecil tidak masalah. Sedang, juga tidak. Besar, apalagi. Tergantung kepentingannya. Mungkin itulah pesan indah yang amat berkesan : “Small is beautiful. Middle is wonderful. And big is powerful. But recently, small is also dangerous. Corona is a proof. Entahlah. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan