Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Mereka Tak Nampak di Alam

Muh. Nur sangadji

Oleh  Nur Sang Adji

Artikel ini sudah lama saya tulis. Judulnya, mereka kecil kecil. Tapi, ketika virus corona merebak, saya temukan relevansinya. Lalu, saya meremajakan sedikit (rejuvenate) judulnya. Karena ternyata mereka bukan cuma kecil, tapi tak nampak. Maka, judulnya menjadi, mereka tak nampak di alam.

Artikel yang lama itu saya tulis untuk merespon dua karib saya di Universitas Tadulako. Dr Aiyen Tjoa dan Dr. Nur Edy yang diundang untuk beri kuliah di Kamboja. Mereka dihadirkan sebagai “Guest Lecturer” guna berbagi pengetahuan dengan mahasiswa dan dosen di sana. Edy lalu memposting gambarnya dengan keterangan seperlunya. Saya sedikit terperanjat ketika Edy beri keterangan, “postur mereka kecil kecil”

Ya, mereka kecil-kecil. Kata-kata ini mengingatkan saya pada seorang sahabat, dosen senior bernama Sapri Darise. Waktu kami, Tim Faperta UNTAD pergi main bola di Desa Kabonga, Kabupaten Donggala, tahun 1990 an. Begitu kedua tim  berjejer masuk lapangan, Sapri Darise berbisik halus kepada saya. Pak Nur, tenang aja, “mereka kecil kecil”.

Pak Sapri mau membangun konfiden bahwa lawan yang dihadapi tidaklah terlalu berat. Orangnya kecil kecil. Mudahlah bagi kita untuk mengalahkannya. Walhasil, prediksi pak Sapri, benar pada awalnya. Sebab, begitu masuk lapangan, dengan cepat kami memasukkan satu gol. Kegembiraan meluap oleh pemain dan suporter. Kami makin percaya diri.

Tapi, berselang beberapa waktu kemudian, mereka mulai membalas. Dan, hasil akhir pertandingannya, skor menjadi 11 : 1. Dalam perjalanan pulang, ada kawan yang coba menghibur. Dia bilang, tim  kita berhasil mempertahankan skor. Artinya kita stabil, tetap di angka 1. Sedangkan lawan berubah terus dari nol hingga 11. Baru kami tahu, Desa Kabonga termasuk pemasok pemain Persipal Palu. Persipal kita ini sangat hebat di tahun 70 an hingga club sepak bola dari Amsterdam pun bertandang ke sini. Sayang, gloria historis ini hilang begitu saja.

***
Beberapa hari lalu, kami dari Fakultas Pertanian melakukan penyuluhan, juga di Kabupaten Donggala. Peserta yang orang dewasa, agak terlambat datang. Lalu kawan-kawan berinisitif mengundang guru guru SD terdekat. Saya meminta ikutkan muridnya juga. Maka, jadilah satu-satunya penyuluhan oleh fakultas Pertanian yang salah satu pesertanya adalah murid SD. Mungkin, tidak pernah ada sejak fakultas ini didirikan. Anak-anak ini saya pakai untuk mewakili diksi “kecil” yang jadi fokus tulisan ini.

Kita tentu bertanya, apa urgensi dan efektifnya anak kecil ini hadir. Kita boleh jawab dengan jujur, bagaimana efek sebuah anjuran yang dipaksakan oleh anak kepada orang tuanya, atas perintah guru ?. Dipastikan, jarang ditolak, sukarela ataupun terpaksa. Penyuluhan kali ini, menghadirkan keduanya, guru dan muridnya (baca : anak kecil). Sesuatu yang jarang dipikirkan, bahkan dalam dunia penyuluhan sekali pun.

**
Saya berfikir sejenak, apakah kecil atau pendeknya orang Kamboja ini, akibat takdir geneologis ataukah faktor lingkungan ? Gregor Johann Mendel yang bilang begitu dalam teorinya tentang genetika. Performa adalah fungsi dari genetik dan lingkungan. Kalau dia didominasi lingkungan, bisa diduga orang Kamboja kurang gizi (problema stunting). Kalau genetik, maka kecil itu tidak jadi soal.

Lain lagi kalau kita pandang orang Jepang, dahulu dan sekarang. Bila kita nonton film perang yang ada orang Jepangnya. Kita akan lihat bahwa serdadu Jepang itu pendek-pendek. Relatif untuk tidak disebut kecil, karena ada orang pendek tapi gemuk besar. Saya lupa tanya Edy, yang dia maksudkan kecil itu, tinggi-rendah atau gemuk-kurus. Namun, yang jelas ukuran “stunting” adalah tinggi rendah.

Hebatnya, orang Jepang yang pendek itu hampir menguasai dunia dalam kekuatan militernya. Kalau barat tidak bersatu dengan pasukan sekutunya. Dan, Hiroshima serta Nagasaki tidak dijatuhi bom atom, maka dunia ini akan dikuasai orang berpostur pendek kecil bernama Dai Nippon, Jepang.

Akan tetapi, kalau kita lihat orang Jepang hari ini, posturnya banyak berubah. Hideki, pemain softball jepang yang pernah tinggal bersama kami di Palu, orangnya tidak pendek kecil. Sahabat-sahabat saya yang sekarang dari JICA, juga relatif tinggi-tinggi.Pemain bola dan badmintonnya pun begitu. Dua jenis olahraga ini, sebelumnya tidak pernah dianggap di Jepang. Sekarang, unjuk gigi.

***
Meskipun begitu, kita perlu berkaca pada nasehat bijak. Hati-hati dengan hal yang kecil. Banyak orang jatuh karenanya. Ada satu pasukan perang di Eropa, kalah lantaran soal kecil. Mereka hanya kehabisan paku. Padahal, paku itu diperlukan untuk memaku tapal kaki kuda perang.

Jadi konklusinya, kecil tidak masalah. Sedang, juga tidak. Besar, apalagi. Tergantung kepentingannya. Mungkin itulah pesan indah yang amat berkesan : “Small is beautiful. Middle is wonderful. And big is powerful. But recently, small is also dangerous. Corona is a proof. Entahlah. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam