Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Warga Cuek Imbauan Pemerintah, Palu Perlu Pertimbangkan PSBB

Slamet riyadi online

PALU EKSPRES, PALU– Usulan untuk mempertimbangkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palu mulai mengemuka. Ini didasari fakta masyarakat yang kurang patuh terhadap imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid 19.

Usulan ini datang dari akademisi Untad Palu, Slamet Riyadi Cante. Menurut dia, Palu dapat mempertimbangkan hal tersebut kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pertimbangan PSBB menurut dia bisa didasari pula karena jumlah kasus klinis Orang Dalam Pengawasan ( ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) serta pasien positif Covid 19 di Palu terus mengalami peningkatan.

“Dengan penetapan PSBB tentunya mobilitas dan keinginan orang untuk berkumpul akan lebih terbatas karena segala ketentuan dan sanksi dapat diatur dalam kebijakan PSBB,”hemat Slamet, Minggu 12 April 2020 kepada wartawan.

Ditambah lagi beber Slamet, fakta di lapangan yang menunjukkan belum maksimalnya pelaksanaan physical maupun sosial distancing.

“Kenyataan selama ini yang menjadi himbauan pemerintah terkesan belum terlaksana secara efektif,”jelasnya.

Dia mencontohkan soal imbauan untuk tidak melaksanakan salat Jumat berjamaah bagi umat muslim. Masih saja kata dia masyarakat tidak mengindahkan imbauan itu.

“Beberapa Masjid masih membuka ruang untuk pelaksanaan salat Jumat. Padahal himbauan dari MUI sudah ada. Begitu juga adanya maklumat yang dikeluarkan pihak kepolisian,”ujarnya.

Belum lagi tambah Slamet soal pergerakan orang masuk ke Kota Palu menggunakan pesawat. Hingga saat ini jumlahnya juga relatif masih cukup tinggi.

Kemudian tingkat kesadaran masyarakat terhadap imbauan Pemerintah terkait physical distancing dan sosial distancing cenderung masih kurang diindahkan masyarakat.

Atas dasar kondisi tersebut terang Slamet, maka diperlukan langkah tegas namun tetap mempertimbangkan nilai kemanusian dalam merespon semakin merebaknya covid 19.

“Dampak negatif dari kebijakan PSBB tentu memang tidak bisa dihindari. Sebab sebuah proses formulasi kebijakan di perlukan ketajaman utk memotret subtansi masalah agar target sasaran yang ingin dicapai akan lebih signifikan,”demikian Slamet Riyadi. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital