Sabtu, 4 April 2026

Di Tengah Pandemi, Kelulusan SMK Capai 98,17 Persen

sumber grafis - Disnas Dikbud Prov Sulteng

PALU EKSPRES, PALU – Bencana alam dan non alam yang terjadi nyaris secara beruntun di Sulawesi Tengah membuat lumpuh banyak sektor. Termasuk di sektor pendidikan, fasilita sekolah hancur, siswa dan tenaga pendidik yang banyak kehilangan anggota keluarganya. Belum usai musibah gempa, tsunami dan liquefaksi, bencana non alam, covid 19 kembali terjadi yang menyebabkan, tatap muka dan ujian nasional ditiadakan.

Di tengah dua musibah itu, Pemerintah Provinsi Sulteng, masih mampu menorehkan prosentase kelulusan bagi sekolah kejuruan (SMK) yang membanggakan.

Tingkat kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2020 sebesar 98,17 persen dari 180 SMK. Data kelulusan diumumkan Sabtu 2 Mei 2020. Jumlah peserta ujian sekolah tingkat SMK tahun 2020 di Sulteng sebanyak 13.155 pelajar. Tersebar di 12 kabupaten dan Kota Palu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.914 peserta dinyatakan lulus ujian dan 240 dinyatakan tidak lulus.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Irwan Lahace menjelaskan, pengumuman tahun ini dilakukan secara secara online. Sebagai upaya pencegahan, pengendalian dan memutus mata mata rantai penyebaran wabah Covid 19. “Pengumuman ini bisa dilihat secara online melalui situs. Meski ada beberap sekolah yang belum bisa mengakses secara penuh,”kata Irwan Lahace, Minggu 3 Mei 2020 melalui sambungan telefon.

Irwan menjelaskan, mayoritas SMK negeri menunjukkan tingkat kelulusan diatas 95persen. Sedangkan SMK swasta dengan tingkat kelulusan mulai 82,31persen hingga 100 persen. Pihaknya jelas Irwan, akan berupaya membangun komunikasi terhadap seluruh SMK negeri dibawah kewenangan Disdik Sulteng. Ini sekaitan dengan adanya siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Dia berharap pihak sekolah bisa mempertimbangkan pilihan untuk pengulangan ujian agar semua siswanya bisa lulus.Mengingat situasi  saat ini yang tidak memungkinan siswa belajar secara optimal karena pembatasan kegiatan belajar di sekolah. “Sesuatu yang tidak normal jangan disikapi dengan situasi normal. Insyaallah kami akan mengetuk hati kepala sekolah untuk kebijakan itu,”ucap Irwan.

Demikian halnya SMK swasta untuk tetap mengimbau adanya kebijakan sekolah untuk ujian susulan. Mengingat kata dia, data siswa SMK yang tidak lulus masih didominasi dari SMK swasta. “Meski Dinas Pendidikan Sulteng tidak punya kewenangan ke SMK swasta namun akan kami coba komunikasi,”paparnya.
Sekaitan dengan upaya pencegahan penyebaran  wabah covid 19, Irwan mengaku sangat menyayangkan masih adanya siswa siswi yang merayakan dengan cara konvoi dan kumpul -kumpul. Padahal pihaknya sudah mengeluarkan edaran untuk melarang kegiatan demikian.

Edaran Disdik Sulteng tersebut telah ditembuskan ke seluruh SMK di Sulteng. Karena Menteri Pendidikan sebelumnya juga telah melarang hal itu. Surat edaran ini menurutnya cukup keras dan tegas. Karena berisi larangan serta sanksi bagi pelanggarnya.

“Saya dapat kiriman foto adanya pelajar yang tetap konvoi. Ini akan akan kami telusuri dari sekolah mana,”tegasnya. Jika terbukti ada pelanggaran demikian, maka siswa siswi bersangkutan bisa dipertimbangkan untuk menunda kelulusan. Ini untuk memberi efek jera sekaligus edukasi akan pentingnya pencegahan penyebaran Covid 19. Apabila konvoi dan kumpul -kumpul terjadi di lingkungan sekolah, maka pihak sekolah perlu dimintai keterangan dan pertanggung jawaban. Pihaknya juga akan menelusuri sekolah dimaksud. “Tapi jika terjadi di luar lingkungan sekolah, maka itu juga diluar tanggung jawab kepala sekolah,”demikian Irwan. (mdi/palu ekspres)