Minggu, 5 April 2026

Di Tengah Pandemi COVID-19, Ekspor Sulteng Meningkat

Data Ekspor Sulteng periode Maret 2020. Foto: BPS Sulteng

PALU EKSPRES, PALU– Ekspor Sulawesi Tengah selama Maret 2020 tercatat nilainya meningkat. Padahal diketahui bersama, periode Maret 2020 daerah ini sudah terjangkit wabah virus corona.
Sebagaimana laporan BPS menyebutkan nilai ekspor Sulawesi Tengah selama Maret 2020 senilai US$ 641,28 juta atau naik US$ 128,38 juta (25,03 persen) dibandingkan bulan sebelumnya. “Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 636,73 juta dan provinsi lain senilai US$ 4,55 juta,” kata Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk, Senin (4/5/2020).


Sementara itu, total nilai ekspor Sulawesi Tengah Selama Januari-Maret 2020 tercatat US$ 1.782,62 juta atau meningkat US$ 380,63 juta (27,15 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 1.401,99 juta. Jika dirinci, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 1.770,73 juta dan provinsi lain senilai US$ 11,89 juta.
Selama Maret 2020 tambahnya, ekspor Sulawesi Tengah baik melalui Sulawesi Tengah maupun provinsi lain, didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai US$ 537,25 juta atau 83,78 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 82,48 juta atau 12,86 persen. Sedangkan kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relative kecil, masing-masing di bawah 3,00 persen.
Dumangar menambahkan, kelompok besi dan baja selama Januari-Maret 2020 mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 1.467,19 juta atau 82,31 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 242,47 juta (13,60 persen). Sementara itu, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 3,00 persen.
Adapun negara tujuan ekspor paling utama selama Maret 2020 adalah Tiongkok yakni, mencapai US$ 292,08 juta atau 45,54 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah, diikuti Taiwan senilai US$ 109,99 juta atau 17,15 persen, Korea Selatan senilai US$ 79,75 juta atau 12,43 persen, Malaysia senilai US$ 52,52 juta atau 8,18 persen, dan India senilai US$ 44,26 juta atau 6,90 persen. Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah 6,00 persen. (fit/palu ekspres)