Jumat, 28 Agustus 2026
Agama  

THR dan Mata Rantai Kepekaan Sosial dalam Bingkai Zakat Fitrah

Lutfi A. Godal. Foto: Istimewa

Oleh Moh. Lutfi A. Godal (KUA Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi)

Setiap kali memasuki hari raya Idul Fitri, ramai perbincangan menghiasi hiruk pikuk kehidupan masyarakat muslim, mulai dari alam maya sampai dengan dunia nyata, sebahagian menyambut dengan suka cita, dan sisanya berharap-harap cemas diselimuti gelisah. Hal ini kemudian menjadi beralasan karena budget (anggaran) yang tidak sedikit harus dipersiapkan demi memeriahkan hari kemenangan khususnya di masa yang serba sulit seperti hari ini. Ditambah lagi telah menjadi tradisi yang tidak tertulis, tidak hanya berlaku bagi umat Islam, namun juga bagi semua agama, dalam menyambut hari kegembiraan mereka.
Berangkat dari kesadaran akan pentingnya menyamakan rasa dan mempersempit kesenjangan sosial dalam menyambut kegembiraan agar dapat menyemarakkan dan menghidupkan perayaan tersebut, tercetuslah pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang esensinya adalah sebagai matarantai keadilan sosial. Diharapkan agar setiap penerima menyisihkan sebahagian untuk kepentingan sosial keagamaan dalam bentuk zakat fitrah, infaq dan sedekah. Namun, banyak yang lalai dan bahkan pura-pura lupa.
Konsep seperti ini telah lebih dulu lahir dan terlembaga sejak 1440 tahun silam dalam kalender Islam, di mana agama datang mengusung konsep kesetaraan sosial, membasmi sekat yang dapat menimbulkan kesenjangan, menumbuh kembangkan rasa senasib sepenanggungan demi mengikat erat tali persaudaraan sesama umat dan bahu membahu untuk menjaganya lewat konsep besar yang diberi nama “zakat fitrah”.
Dalam penerapannya, segala motivasi diberikan mulai dari penamaan zakat fitrah yang berarti mensucikan, menumbuhkan dan keberkahan, sampai dengan menempatkan zakat pada posisi penentu kesempurnaan agama umat setelah syahadat, sholat dan puasa, untuk menyadarkan betapa indahnya hidup saling mengayomi, di mana harta yang kita dapatkan tidak terlepas dari campur tangan orang lain yang pada akhirnya pun juga jatuh ketangan orang lain. Tidak ada satupun manusia yang dapat mengekalkan harta dalam genggamannya dan pula tidak ada yang mampu menahan sesorang untuk tidak mendapatkan harta (Rezeki).
Zakat fitrah merupakan tunjangan hari Raya yang akrab kita kenal dengan istilah “THR” ala Islam bagi mereka yang tidak mampu, bersumber dari harta para Aghniya’ (orang yang memiliki kelebihan harta) serta diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan, dan telah ditentukan jumlah, bentuk, waktu, pemberi dan penerimanya, agar tepat sasaran dengan syarat yang ketat. Berbeda dengan THR pada umumnya, zakat fitrah bersifat khusus, dengan kata lain THR tidak terikat dengan persyaratan tertentu. Tidak demikian dengan zakat fitrah, namun zakat fitrah dapat dikategorikan sebagai bentuk THR ala Islam, karena zakat hanya bisa diberikan dalam bentuk, jumlah, waktu dan penerima tertentu. Tidak demikian dengan THR secara umum, walaupun esensinya sama. Zakat fitrah dapat bersumber dari THR manakala kebutuhan diri dan keluarga telah terpenuhi di hari raya idul fitri. Lebih dari itu bersifat wajib bagi kepala keluarga terhadap anggota keluarga dan orang yang diampunya. Begitu pula waktu menunaikannya disyaratkan harus melewati bulan Ramadhan walau hanya sedetik sampai ke bulan Syawwal sebelum selesai pelaksanaan salat Idul Fitri, berlaku bagi anak dan orang tua serta lain sebagainya. Hal ini tidak menjadi ketentuan dalam pemberian THR secara umum.
Namun banyak dari kita yang lupa esensi THR, sehingga enggan untuk mengeluarkan hak kaum fakir dan miskin. Hal ini dikarenakan tergerusnya rasa solidaritas sosial kemanusiaan yang menyebabkan terjadinya pergeseran moral, menilai hidup hanya dari sudut materi, cenderung individual dan kehilangan rasa kesalingan, lupa bahwa kegembiraan yang sesungguhnya adalah milik bersama, tidak sekedar menghiasi zhahir namun juga batin, lewat berbagi sesama hamba Allah. Semua itu telah jauh bergeser, bahkan ada yang tega memanfaatkan zakat fitrah hanya untuk melebelisasi kepentingan mencari panggung. Mengemasnya sedemikian rupa dalam bentuk THR tanpa memperdulikan ketentuan yang berlaku. Diberikan kepada kolega dekatnya, bahkan kepada kerabat dekatnya yang seharusnya masuk dalam kewajiban nafkahnya, serta membiarkan kaum fakir dan miskin terlantar. Mereka lupa bahwa peruntukan zakat fitrah bukan untuk memberikan THR kepada mereka yang mendapatkan THR, atau paling tidak masih memiliki sandang pangan yang bisa dinikmati oleh keluarga di hari raya Idul Fitri. Melainkan kepada mereka yang tidak mampu membuat dapurnya mengepul di hari kegembiraan. Karena sejatinya ketika ia mampu memberi makan pada keluarga dan orang yang dalam ampuannya, maka ketika itu ia dikategorikan mampu dan dihukumkan wajib untuk membuat paket THR dalam bingkai zakat fitrah. Hal ini sebagaimana perintah Rasulullah SAW. Penuhi kebutuhan kaum fakir dan miskin walau hanya di hari Idul Fitri. Wallahu A’lam

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global