Rabu, 28 Oktober 2026
Palu  

Pengobatan Preman Kampung yang Dilumpuhkan Aparat Kepolisian Sudah Tembus Rp42 Juta

Kanit Pidum Polres Donggala, Hisbullah di hadapan sejumlah awak media, Sabtu (30/5/2020),di salah satu warkop Kota Palu. Foto: Abidin/PE

PALU EKSPRES, PALU- Insiden yang menimpa Reynaldi yang dilumpuhkan aparat karena mencoba melawan saat ditangkap, kini banyak disorot masyarakat. Publik pro kontra menyikapi insiden ini, terlebih ketika pihak Kepolisian dituding lepas tangan  pasca Reynaldi dilumpuhkan aparat dengan timah panas. Karena seluruh pembiayaan medis selama Reynaldi dirawat, mulai di Rumah Sakit Bhayangkara hingga Rumah Sakit Umum Anutapura, sepersenpun disebutkan tak ada dari pihak Kepolisian. Apalagi Reynaldi yang merupakan preman kampung ini diopinikan sebagai korban penembakan oleh aparat. Ini kemudian mengundang aksi simpati dari masyarakat.

Sehingga, sejumlah kalangan mencoba menggaungkan penggalangan dana melalui media sosial untuk membantu meringankan biaya perawatan Reynaldi. Bahkan, orang-orang yang bersimpati terhadap insiden yang dialami Reynaldi, dengan didampingi beberapa praktisi hukum mendatangi anggota dewan di kantor DPRD Sulteng agar insiden ini mendapat perhatian dari wakil rakyat.

Menyikapi hal itu, Kanit Pidum Polres Donggala, Hisbullah di hadapan sejumlah awak media, Sabtu (30/5/2020),  meluruskan opini yang berkembang di masyarakat bahwa aparat kepolisian lepas tangan terhadap pembiayaan medis Reynaldi selama dirawat usai dilumpuhkan aparat kepolisian.

Menurutnya, selama Reynaldi dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, pihak kepolisian menanggung seluruh biaya perawatannya. Total yang dibayarkan pihak Kepolisian ke pihak Rumah Sakit Bhayangkara sebesar Rp26.195.150.  

Begitupula ketika Reynaldi dirujuk ke Rumah Sakit Anutapura Palu, pihak Kepolisian kembali membiayai biaya perawatan Reynaldi sebesar Rp15.746.745 lebih. Sehingga, total dana yang sudah dikeluarkan oleh pihak Kepolisian untuk pembiayaan medis Reynaldi di dua rumah sakit itu sebesar Rp42 juta.

“Ini belum untuk pembiayaan di Rumah Sakit Bhayangkara karena setelah dari Anutapura, Reynaldi kembali dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, karena saat dirawat di Bhayangkara sempat kembali dioperasi,” kata Hisbullah.

Hisbullah menyarankan  pihak yang merasa sangsi mengenai pembiayaan medis Reynaldi yang seluruhnya ditanggung oleh pihak Kepolisian, bisa mengkonfirmasi langsung ke pihak Rumah Sakit Anutapura maupun RS Bhayangkara Palu.

 Adapun kemudian ada sebagian kalangan memposisikan  Reynaldi sebagai korban penembakan oleh aparat kepolisian, menurut Hisbullah, lahir dari sikap masyarakat yang belum memahami bagaimana aksi premanisme yang selama ini dilakukan oleh Reynaldi. Ulah Reynaldi tersebut telah menimbulkan keresahan bagi warga Sindue dan sekitarnya.

Hisbullah membeberkan setidaknya ada 6 kasus kriminal yang dilaporkan masyarakat ke Polsek Sindue dengan pelaku Reynaldi alias Rey.

Disebutkannya, kasus pertama adalah Laporan Polisi (LP) No/12//1/2019, tertanggal 26 Januari 2019 tentang dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi pada Sabtu 26 Januari 2019 di Dusun 1 Desa Toaya, Kecamatan Sindue dengan korban pelapor inisial Abd Rasyid. “Tersangkanya ada 2 orang, selain Reynaldi ada satu orang dan  sudah diputuskan vonisnya oleh pengadilan dan selesai menjalani hukuman,” kata Hisbullah. Pihak Kepolisian telah berupaya melakukan tindakan persuasif dengan menghubungi keluarganya tapi tidak direspon.

Kasus kedua, dengan LP/132/IX/2018 tertanggal 23 September 2018 tentang perkara dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami oleh seorang mahasiswa terjadi pada Sabtu 22 September 2018 sekitar pukul 22.45 WITA di Dusun Karumba, Desa Enu Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala dengan korban pelapor inisial WMLY. “pelaku utamanya adalah Rey,” ujarnya.

Kasus beriukutnya dengan LP/72/VI/2016, tanggal 25 Juni 2016 terkait dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi pada Sabtu 25 Juni 2016 sekitar pukul 19.30 WITA di Desa Vunta, Kecamatan Sindue dengan pelapor adalah Zahir.

Untuk kasus berikut dengan LP/173/X/2019 tertanggal 31 Oktober 2019 terkait dugaan tindakan pengrusakan sekitar pukul 2200 WITA di Jalan Trans Palu -Sabang Dusun V Desa Toaya, Kecamatan Sindue dengan korban pelapor berinisal HRY.

Dan LP/129/X/2019 tertanggal 6 Oktober 2019 tentang dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang terjadi pada Minggu 6 Oktober 2019 sekitar pukul 11.15 WITA di rumah terlapor di Dusun III Desa Toaya Vunta, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, dengan korban pelapor adalah Ikhsan.

Terakhir LP/36/III/2016 tertanggal 27 Maret 2016 tentang kasus tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terjadi di Desa Toaya Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala dengan korban pelapor adalah Ishar.

” Pelaku memang sudah seringkali membuat onar di kampung-kampung. Jadi si Rey ini yang dikatakan oleh pemberitaan di medsos sebagai korban tindakan semena-mena oleh aparat, terbukti malah justeru adalah DPO. Dan itu dikuatkan dengan sejumlah Laporan Polisi atas pengaduan masyarakat yang menjadi korban tindakan premanisme yang dilakukan oleh Reynaldi,” kata Hisbullah.

Bahkan tambah Hisbullah, Rey ini pernah sempat ditangkap oleh aparat Polsek Sindue dan melarikan diri. Namun pada waktu itu aparat tidak melakukan penembakan dan malah membiarkannya kabur karena ada beberapa pertimbangan dengan melihat situasi dan kondisi pada waktu itu sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan pengejaran lagi.

Jadi pertanyaan kata Hisbullah, apakah layak seperti Reynaldi ini dikasihani dengan alasan memberikan bantuan untuk biaya pengobatannya di rumah sakit. Sementara seluruh biaya operasi dan biaya perawatannya selama di rumah sakit, semuanya ditanggung oleh pihak kepolisian. “Jadi silahkan publik yang menilainya . Karena aparat kepolisian hanya bekerja menjalankan tugas. Dan itu didasari atas laporan masyarakat,” ujarnya.

Sebab menurutnya, segala macam bentuk upaya persuasif sudah dilakukan oleh pihak kepolisian Polsek Sindue dengan pihak keluarga Rey agar menghentikan ulah aksi premanismenya. Bahkan sebelumnya sudah beberapa kali diberikan surat pemanggilan terhadap Rey dan itu tidak digubris oleh pihak keluarga Rey. “Termasuk saat Rey masih di bawah umur, ada tiga laporan polisi atas ulahnya, satu kasus karena  pengrusakan sekolah, dan dua kasus karena penganiayaan, tapi polisi menempuh penyelesaian melalui cara kekeluargaan dan Rey menandatangani surat pernyataan di atas materei disaksikan oleh keluarganya,” katanya.

Hingga akhirnya Rey dibekuk  dan dengan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas akibat Reynaldi diduga melakukan perlawanan dan mencoba untuk kabur dari kejaran aparat. “Ini tindakan terukur yang dilakukan aparat kepolisian setelah berbagai cara dilakukan tak membuahkan hasil,” kata Hisbullah. (**/fit/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam