Minggu, 17 Mei 2026
Opini  

Beragama Tanpa Dogmatisme

Hayyun Nur. Foto: Istimewa

Oleh Hayyun Nur (Penghulu Kemenag Donggala dan Pemerhati  Sosial Keagaamaan)

Dogmatisme.  Ini salah satu perilaku beragama yang kerap menjadi problem.  Dihadapi oleh semua agama.  Tanpa kecuali di dalam Islam.  Perilaku dogmatis dalam beragama tampil dengan beragam wajah.  Suka memaksakan kehendak dan merasa paling benar, menjadi sebagian dari ragam wajah dogmatisme. Belum lagi sikap indoktrinatif. Juga kebiasaan mengikuti secara membabi buta pada patron intelektual. Pun peniscayaan pada pendapat yang harus serba seragam serta perilaku yang anti perbedaan pendapat. Semuanya menjadi borok empirik perilaku dogmatis dalam beragama.  Borok yang kini  kerap muncul bahkan ikut tersebar seiring covid-19.

Perilaku dogmatis memang tidak memberi ruang bagi perbedaan pendapat.   Keseragaman menjadi keniscayaan.  Semuanya harus serba seragam.   Mulai dari pola pikir. Tampilan busana dan gaya tidur.  Etiket menghadapi hidangan, tata cara beribadah hingga model rambut. Sampai gaya berjalan dan gerak bibir ketika tersenyum. Harus seragam.  Tak boleh berbeda.

Akibatnya,  tak jarang sikap dogmatis berujung pada  pemaksaan indokrinatif.  Itulah konsekwensinya.  Bila penyeragaman dan keseragaman menjadi keniscayaan. Dalam bentuk apapun.  Terlebih dalam beragama.   Ancaman-ancaman dan tindak kekerasan atas nama agama,  lalu menjadi  modus berikutnya. 

Padahal al-Qur’an menentang keras sikap dogmatis dalam beragama. Melalui al-Qur’an, jelas sekali bahwa Islam bukan saja tidak mengenal dogmatisme. Sebaliknya malah menentang segala bentuk pemaksaan dan penyeragaman. Dua  unsur pokok dari dogmatisme beragama.

Lebih dari itu, Islam sejak awal merupakan agama yang menjunjung tinggi dan menghargai perbedaan.  Sebab perbedaan tidak lain merupakan fitrah manusia.  Sementara al-Qur’an berkali-kali menegaskan bahwa Islam adalah agama fitra. Agama menjunjung tinggi kemanusiaan. Agama  yang kompatibel secara mutlak dengan karakter bawaan manusia.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Rum 30:30)

Demikian al-Quran menggariskan pada kita. 

Itulah sebabnya, pemaksaan dalam beragama dan berkeyakinan.  Seperti yang tercermin dalam  praktek-praktek dogmatis itu,  sangat dilarang oleh Allah.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (al-Baqarah 2:256)

Sekali lagi Al-Quran menekanan pentingnya sikap terbuka dan anti dogmatisme. 

Pendeknya, Allah SWT saja yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak tidak pernah memaksa hambanya dalam beragama. Lalu apakah lagi kita pada sesama hamba.  Kita yang tak punya kuasa apa-apa kok malah kerap berbuat sebaliknya.

Merujuk pada teladan Rasulullah. Faktanya beliau tidak pernah melakukan suatu bentuk indoktrinasi pada umatnya.  Tak ada indoktrinasi agar kita umatnya harus mengkopipaste persis apa yang beliau pernah lakukan. Beliau hanya sebatas memberi contoh. Memberi teladan tanpa tendensi pemaksaan. Jangankan cara berpakaian, cara tidur, panjang rambut dan jenggot. Apalagi hanya cara makan dan tersenyum. Bahkan cara sholat pun  beliau hanya menggariskan :

 “Shalatlah  sebagaimana kalian melihat aku shalat”.

Tak pernah tercatat dalam sejarah beliau melakukan pelatihan khusus untuk melakukan penyeragaman tata cara shalat sedetil-detilnya. Sekedar kurang lebih saja. Kira-kira Sujud, Ruku, I’tidal, Takbiratul Ihram, ya kurang lebih begitu.   Seperti yang sehari-hari kita laksanakan. Kadang berbeda dalam hal-hal tak prinsip.  Seperti qunut dan tidak qunut.  Tarwih 20 rakaat dan 8 rakaat.  Serta hal bukan pokoknya lainnya.  Kesemuanya benar.  Tak ada yang salah.  Sebab semua memiliki dasar yang kuat pada teladan Rasulullah. 

Maka saatnya bagi kita. Saat ini juga.  Bersama-sama mengikis sikap dan perilaku dogmatis dalam beragama. Kita perlu mengembangkan suatu sikap beragama yang inklusif. Sikap terbuka dalam beragama.   Sehingga kita mampu melihat setiap perbedaan pendapat di antara umat, sebagai bagian dari fitrah kemanusiaan kita. Bukan malah laknat bagi peradaban. 

Tinggalkan sikap agresif. Hentikan perilaku kafir-mengkafirkan.  Jauhi kekerasan. sampaikan kebenaran dengan cara yang benar. Lagi bijak dan sepenuh kesantunan.   Dakeah bilhikmah wal mau’izah hasanah.***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan
Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas dari Evaluasi Sesi Pemula Mahjongways di Kasino Online
Standarisasi Operasional Kasino Online melalui Pemantauan Intensif Pergerakan RTP PGSoft Mingguan per User
Standarisasi Operasional Kasino Online lewat Kontrol Terukur terhadap Dinamika RTP Mingguan User
Bagaimana Strategi Adaptif Mahjongways Kasino Online Merespons Perkembangan AI di Industri
Modernisasi Algoritma Permainan Live RTP PGSOFT melalui Integrasi Teknologi AI
Analisis RTP PGSoft Berbasis Kalkulus Probabilis dalam Kerangka Konfigurasi Matematik Berakurasi Tinggi
Mahjong Ways 2 Kasino Online Tunjukkan Indikasi Stabilitas Ketika Pola Berulang Mulai Terbaca
Distribusi Data Nonlinear dalam Sistem Analitik Adaptif pada Gates of Olympus Super Scatter
Telaah Mendalam RTP dengan Kalkulus Probabilis dan Rancangan Konfigurasi Matematik Berpresisi Tinggi
Membaca Sosiometri Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Pengamatan Visual dan Stabilitas Sistem