Minggu, 26 April 2026
Opini  

Kalimatun Sawa untuk Peradaban Cinta

Hayyun Nur. Foto: Istimewa

Hayyun Nur (Penghulu dan Pemerhati Sosial Keagamaan)

Setelah 6 tahun berperang melawan Persia,  Romawi akhirnya menyerah kalah. Itu menjadi kabar buruk lagi menyedihkan bagi Muhammad dansegenap sahabat. Di tahun-tahun itu,  Islam masih pada  fase  awal  perkembangannya.  Itu merupakan saat-saat kritis bagi keberlangsungan dakwah Islam. Penentangan dari kaum pagan  Mekah sedang keras-kerasnya.

Sebaliknya,  itu menjadi berita baik bagi kaum pagan Qurays. Perang antara Romawi dan Persia, sejatinya mewakili dua front. Kekaisaran Romawi yang Kristen, mewakili front kaum beriman.  Sementara Persia yang Majusi, menjadi simbol kekuatan kaum pagan. Persis seperti pertarungan antara Muhammad dan pengikutnya dengan kaum Qurays. Di Mekah.

Bagi kaum Qurays, Persia ibarat saudara. Sebab secara spiritual sama-sama menyembah berhala. Sama halnya Romawi Kristen bagi kamu muslimin. Sebab sama-sama menyembah kepada Tuhan yang Maha Esa dan percaya kepada Injil. Terlebih Alquran sendiri telah memberi kesaksiannya. Tentang sikap bersahabat umat Kristen terhadap Islam. (QS 5:82)

*********

Suasana di hadapan Raja Abisinia siang itu demikian tegang. Di hadapan Najash berdiri dua pihak  yang saling bermusuhan. Pihak muhajirin Mekkah dan utusan Qurays. Pihak pertama  dipimpin Ja’far bin Abdul Muthalib. Mereka memang diperintahkan Muhammad untuk hijrah ke Absinia. Meminta perlindungan kepada Raja Najash. Perintah ini didasari pada keyakinan Muhammad. Raja Najash dan rakyat Abisinia yang beragama Kristen pasti melindungi umat Islam. Pihak kedua, diwakili Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’ah. Tujuannya satu. Meminta Najash mendeportasi para sahabat Nabi itu kembali ke Makkah.

Tapi Najash menolaknya. Penolakan Najash demikian tegas. Terlebih setelah mendengar  jawaban Ja’far atas pertanyaanya: “Agama apa yang telah membuat anda begitu yakin seperti ini. Sampai-sampai harus rela meninggalkan masyarakat dan negeri anda sendiri. Padahal agama yang anda anut, bukan juga Kristen seperti yang saya anut. Itu pasti agama yang lain. Tapi agama apa itu?”.

Ja’far menjawab pertanyaan itu. Sedikit panjang lebar. Dipaparkannya tentang kebiasaan buruk mereka sebelum Islam. Seperti menyembah berhala,  memakan bangkai, dan menindas kaum lemah. Semua tindakan itu serta merta mereka tinggalkan setelah memeluk Islam. Disebutkannya pula karakter teladan utama mereka. Muhammad SAW. Seorang pribadi yang jujur. Figur yang mengajak mereka hanya menyembah Tuhan yang Maha Esa. Sekaligus menuntun mereka meninggalkan penyembahan  berhala. Mengajarkan pentingnya memelihara silaturrahmi serta bersikap adil dan memuliakan perempuan.              

Najash sangat tertarik dengan penjelasan itu. Sang Raja  kembali bertanya: ‘Dapatkah anda membacakan kepada saya ajaran Tuhan yang dibawa pemimpin kalian itu”?

Ja’far menjawabnya dengan membaca Surah Maryam. Di antaranya mengisahkan tentang salah satu mukjizat Nabi Isa. Berupa kemampuan berbicara di saat masih bayi. Mukjizat yang juga diyakini kebenarannya oleh umat Kristen. Disebutkan pula di dalam Injil.

Najash yang terpesona lalu berkata:” Kalimat-kalimat suci yang baru saja anda bacakan itu, juga dikatakan oleh Musa. Pastilah itu bersumber dari pancaran cahaya yang sama. Pastilah dari cahaya itu pula kata-kata kepada Yesus melalui Injil bersumber.”

Pernyataan ini menandai  kesediaan  Najash melindungi kaum muslimin. Sebaliknya menjadi indikasi tegas  penolakannya terhadap permintaan kaum Qurays. Tak puas dengan keputusan itu, kedua utusan Mekah, kembali menghadap Najash. Mereka berusaha meyakinkan sang raja. Kalau Islam telah melekatkan fitnah keji terhadap Yesus. Mendengar itu, Najash kembali meminta konfirmasi. Ja’far yang ditanya memberi penjelasan: “Nabi kami mengajarkan”, tegas Ja’far. “Yesus adalah hamba dan utusan Allah. Dia adalah ruh dan firman Allah yang sampaikan kepada perawan Maryam”.

Hal yang terjadi kemudian, merupakan suatu peristiwa historis yang melegenda. Menjadi kisah indah nan mengharukan. Tentang persahabatan dua entitas agama samawi. Islam dan Kristen. Najash tak lagi banyak berkata. Raja Kristen itu hanya meraih sebatang tongkat. Lalu menggoreskannya di tanah. Membentuk sebuah garis tipis. Menegaskan kembali keputusan yang telah diambil sebelumnya, ia mengatakan: “Perbedaan antara agama yang dibawa nabi anda dengan agama kami, tidak lebih tebal dari garis tipis ini.” (Haekal, 1980).   

Kedua peristiwa historis seharusnya  menjadi cermin masa kini.  Tentang bagaimana semestinya menyikapi perbedaan beragama. Keduanya memberikan teladan dan tuntunan luhur. Bahwa perbedaan beragama itu sesuatu yang alamiah. Sehingga tak perlu disikapi secara berlebihan. Apalagi  bermusuhan dan antipati. Lebih-lebih sikap  ekspansif dan invasif. Dalam konteks ini, maka tak ada kekerasan dalam bentuk apapun boleh dilakukan. Bila itu karena alasan perbedaan agama.

Kedua peristiwa itu mengajarkan betapa pentingnya sikap inklusif dalam beragama. Sikap yang terbuka untuk mengapresiasi kebenaran lain di luar dirinya. Sikap beragama yang menolak keras dogmatisme dalam beragama. Sikap yang sejatinya merupakan watak dasar dari Islam. Bersumber langsung dari Alquran.

Kalimatun sawa. Itulah  sikap utama yang diajarkan Alqur’an. Ketika menyikapi perbedaan beragama. Sikap yang lebih mengedepankan pencarian  titik temu. Ketimbang menonjolkan perbedaan. Sebab betapapun besarnya perbedaan. Entah teologis maupun epistimologis. Semua agama memiliki satu titik temu universal. Berupa kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Demikian  Alqur’an menegaskan. Pada Surah Ali Imran Ayat ke-64.   Prinsip inilah yang menjadi benang merah spiritual agama-agama. Benang merah yang semestinya menjadi batu penjuru bagi semua agama. Untuk kembali membangun satu peradaban dunia. Peradaban yang didasarkan pada prinsip kesatuan ketuhanan dan kemanusiaan doktrin tauhid. Juga berpilarkan prinsip kasih damai sejahtera ajaran Kristus. Itulah sebuah peradaban cinta. Peradaban rahmatan lil ‘alamin. Peradaban kasih semesta. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777