Jumat, 1 Mei 2026

Kata Bu Sri, Rasio Utang Indonesia Lebih Baik , Tapi…

JAKARTA, PE – Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari tahun ke tahun.
Pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan. Sebab, rasio utang merupakan indikator keamanan yang fiskal.

Berdasar data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, sejak 2011 hingga tahun lalu, rasio utang pemerintah merangkak naik. Sepanjang tahun lalu, rasio utang pemerintah Indonesia menyentuh angka 27,5 persen terhadap PDB.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyatakan, rasio utang tersebut masih tergolong aman. Namun, pihaknya menyebutkan bahwa ketidakpastian global menjadi kewaspadaan pemerintah dalam mengelola utang.

”Kami tetap waspada dalam mengelola APBN,” katanya setelah rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/2).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menuturkan, dalam mengelola APBN, pemerintah mempertimbangkan dinamika ekonomi global.

Misalnya, dampak ke harga komoditas dan sentimen-sentimen negatif yang berpotensi memengaruhi gerak nilai tukar rupiah dan perkembangan inflasi hingga tingkat suku bunga.

Sejumlah komponen itu berdampak pada pengelolaan anggaran.

”Kami lihat dampaknya ke APBN serta bagaimana angkanya akan berubah dari sisi penerimaan dan belanja negara,” paparnya.

Dia menuturkan, rasio utang pemerintah Indonesia masih relatif baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Dia membandingkan rasio utang pemerintah Indonesia dengan Jepang yang menembus 250 persen PDB dan Amerika Serikat (108 persen).

”Rasio utang kita terhadap PDB yang 27,5 persen itu relatively well,” tuturnya.

Penggunaan utang, lanjut dia, harus produktif. Jika digunakan untuk sesuatu yang produktif seperti investasi, hal tersebut tidak menjadi masalah.

Namun, jika digunakan untuk program yang bersifat konsumtif, hal itu akan membahayakan.

”Negara itu seperti korporasi. Kalau untuk investasi dan ternyata ekspansinya bagus serta menghasilkan pendapatan, utang bukanlah problem. Tapi, utang bisa menjadi disaster kalau tidak jadi apa-apa,” imbuhnya.

Outstanding utang sepanjang tahun lalu mencapai Rp 3.466,9 triliun atau setara dengan USD 258,04 miliar dengan rasio utang 27,5 persen dari PDB.

Jumlah utang tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp 3.165,2 triliun atau setara dengan USD 229,44 miliar dengan rasio utang 27,4 persen.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, rasio utang pemerintah terhadap PDB masih berada di bawah batas maksimal. Yakni, 60 persen dari PDB.

(ken/c16/sof/PE)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay