PALU EKSPRES, PALU – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palu menangani seorang bayi perempuan penderita gizi buruk melalui program Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM). Program ini merupakan program kemitraan dengan Unicef.
Bayi perempuan bernama Naura (2) tahun ini awalnya ditemukan relawan dari Yayasan Karampuang Palu, Jumat 8 Agustus 2020 pekan lalu.
Kepala Bidang Data dan Informasi Bappeda Palu, Ibnu Mundzir mengutarakan, temuan yayasan itu langsung dilaporkan ke Bappeda Palu. Mengingat yayasan Karampuang merupakan salah satu mitra dalam program SIPBM tersebut.
Dari laporan itu, Ibnu menyebut pihaknya langsung merespon dengan mengoordinasikan ke pihak terkait. Pemerintah Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli, Puskesmas dan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Dukcapil) Palu.
“Hari itu juga kami langsung mendatangi rumah anak penderita gizi buruk di Jalan Kalimba RT 3 RW 4 untuk penanganan,”kata Ibnu.
Bersama tim, hari itu juga langsung dilakukan penanganan medis hingga pemberian asupan gizi. Termasuk mengumpulkan keterangan dari orang tua anak tersebut.
Selanjutnya, Selasa 11 Agustus 2020, tim Pemkot Palu kata Ibnu langsung mengantar anak penderita gizi buruk bersama orang tuanya, Ristam dan Fitriani menuju puskesmas Pantoloan. Lalu dirujuk ke RSU Madani untuk penanganan medis lebih lanjut.
Selain itu, pihaknya bersama tim juga bergerak cepat menyelesaikan dokumen administrasi kependudukan keluarga bayi Naura. Berupa KTP dan Kartu Keluarga untuk kepentingan kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Dokumen BPJS segera menyusul untuk diserahkan. Termasuk untuk pemberian bantuan sosial dari Dinas Sosial Kota Palu dan kebutuhan lainnya,” ujar Ibnu.
Kepala Dukcapil Kota Palu, Rosida Thalib menjelaskan, pihaknya bergerak cepat mengurus dokumen kependudukan orang tua bayi. Mengingat keluarga ini memang termasuk warga dengan ekonomi lemah dan memiliki enam enam orang anak.
“Salah satu anaknya bahkan meninggal dunia dua pekan lalu diduga karena menderita gizi buruk,”ujar Rosida.
Fasilitator SIPBM, Fitri Kenedi Mastura menjelaskan, dengan respon cepat Pemkot Palu, kesehatan Maura diharapkan bisa segera membaik dan ekonomi keluarganya tertangani dengan baik.
Sementara fasilitator SIPBM, Denok menyebutkan, melalui program SIPBM, segala aspek dapat dipenuhi. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, tenaga kerja, sosial, data kependudukan.
“Melalui program ini bisa diketahui siapa saja yang berhak menerima bantuan seperti, BPJS, KIP, JKN dan Rastra,”pungkasnya. (**/mdi/palu ekspres)






