Sabtu, 8 Agustus 2026
Seleb  

BLACKPINK: Light Up the Sky, Tampilkan Sisi Personal dengan Jujur

BLACKPINK. Foto: Netflix

BLACKPINK menjadi grup pertama K-pop yang punya dokumenter orisinal di Netflix. Berjudul BLACKPINK: Light Up the Sky, Kim Jisoo, Kim Jennie, Roseanne Park, dan Lalisa Manoban membagikan cerita mereka hingga bersinar terang sebagai bintang.

DOKUMENTER diawali dengan momen konferensi pers pertama BLACKPINK saat mereka resmi debut pada 8 Agustus 2016. Lantas beralih ke momen ketika mereka menjadi salah satu grup paling hot dekade ini. Diidolakan jutaan fans bernama BLINK, memecahkan rekor, dan menang penghargaan.
Selama film berlangsung, penonton akan melihat cuplikan penampilan memukau grup besutan YG Entertainment itu. Mulai klip lagu-lagu hit mereka, tampil di acara musik bergengsi di Korea Selatan, tur dunia, hingga jadi girlband K-pop pertama yang tampil di festival musik Coachella tahun lalu. Bikin penonton –terlebih yang mengikuti perjalanan mereka sejak awal– merinding melihat cepatnya mereka menggapai sukses.
Namun, dengan banyaknya publisitas dan pencapaian, seperti apa perjuangan BLACKPINK? Apa yang dirasakan saat tidak di panggung? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi dasar bagi sutradara Caroline Suh untuk mengonsep dokumenter girlgroup pelantun How You Like That itu.
Dalam konferensi pers daring Selasa lalu (13/10), Caroline mengatakan ingin menunjukkan bahwa sang megabintang punya personal struggle seperti orang pada umumnya. Sisi yang jarang mereka ungkap demi profesionalitas dan tuntutan agensi. ”Tiap member memberi sudut pandang mereka,” tambah Caroline.
Jennie, rapper utama grup, langsung setuju. Bagi perempuan kelahiran 16 Januari 1996 itu, dokumenter adalah persembahan untuk BLINK. ”Aku ingin merasa lebih dekat dengan fans, caranya dengan membagi cerita personal kami,” ujar Jennie.
Bagian tengah film diisi dengan pemaparan masing-masing personel. Ada satu momen di mana mereka duduk di depan kamera dan bercerita. Terasa intim dan dekat, seperti harapan Jennie. Berbagai cuplikan dimunculkan untuk lebih mengenal masa lalu mereka. Misalnya, foto masa kecil.
Sama seperti calon idola Korea lain, Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa menjalani masa trainee yang berat bertahun-tahun di usia remaja. Hal yang dianggap Caroline sebagai inti film. Begitu lolos, hidup mereka berubah. Ada yang putus sekolah, pindah negara, dan berpisah dengan keluarga. ”Ketika orang lain punya kenangan indah saat SMA, aku nggak punya,” kata Jennie. Sebagai penunjang, kita juga bakal melihat video-video masa training keempat personel di YG Entertainment. Latihan 14 jam sehari dan dinilai secara berkala, dimarahi, terpisah dari keluarga tanpa jaminan pasti mereka akan lolos jadi bintang.
Para member pun tak sungkan mencurahkan emosi. Rose, sang vokalis utama, sampai menangis saat bercerita tentang betapa dirinya merindukan keluarga di Australia. ”Aku senang bisa terlihat jujur di depan fans. Kami ingin menampilkan sisi lain kami dengan genuine,” ujar vokalis 22 tahun itu.
Cara bercerita personel yang begitu santai dan terbuka adalah berkat upaya Caroline. Sang sutradara tahu betul cara membuat keempat personel nyaman. ”Caroline banyak ngobrol dan diskusi dengan kami, dia tahu cara membuat kami menampilkan sisi yang lebih jujur,” ujar Rose.
Keempat personel BLACKPINK mengaku punya pergumulan dan keluhan pribadi. Lisa yang periang sempat bertanya bisakah dirinya menjadi sosok teladan bagi fans. Rose yang berbakat musik kadang merasa tak cukup bagus saat membuat karya. Jennie si perfeksionis kadang benar-benar butuh istirahat untuk fisik dan mentalnya. Lantas, Jisoo personel tertua merasa bertanggung jawab pada 3 personel lainnya.
Menonton Light Up the Sky selama satu jam 19 menit seperti mendengar cerita BLACKPINK dari luar panggung dan ingar bingar musik. Kita diajak untuk memahami apa yang mereka rasakan yang tidak terlihat di luaran. Persis yang mereka nyanyikan di lagu You Never Know. ”But you’ll never know unless you walk in my shoes,…cause everybody sees what they wanna see, it’s easier to judge me than to believe.”

TRIVIA

Pembuatan film dimulai musim gugur tahun lalu hingga awal tahun ini, tepat sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Saat itu BLACKPINK baru saja merampungkan lagu kolaborasi dengan Lady Gaga, Sour Candy, dan tengah menyiapkan The Album.
Ada sebuah lagu unreleased dari BLACKPINK yang terdengar di salah satu adegan di studio rekaman. Yakni, Ready for Love.
Judul ”Light Up the Sky” diusulkan para personel. Idenya diambil dari salah satu lirik di lagu How You Like That.
Salah satu riset yang dilakukan Caroline adalah menonton konser BLACKPINK di Prudential Center, New Jersey, tahun lalu.
Awalnya, Teddy Park –produser lagu-lagu hit BLACKPINK– tidak ingin muncul di depan kamera dan hanya ingin wawancara audio. ”Tapi, setelah kami bertemu dan saling mengenal, dia setuju untuk muncul,” kata Caroline. Well, dengan pakai masker, hehe.

BLACKPINK: Light Up the Sky

Sutradara: Caroline Suh
Bintang: Kim Jisoo, Kim Jennie, Roseanne Park, Lalisa Manoban
Genre: Dokumenter, Musik
Durasi: 79 menit
Rilis: 14 Oktober 2020. (jpc)
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital