oleh

BLACKPINK: Light Up the Sky, Tampilkan Sisi Personal dengan Jujur

BLACKPINK menjadi grup pertama K-pop yang punya dokumenter orisinal di Netflix. Berjudul BLACKPINK: Light Up the Sky, Kim Jisoo, Kim Jennie, Roseanne Park, dan Lalisa Manoban membagikan cerita mereka hingga bersinar terang sebagai bintang.

DOKUMENTER diawali dengan momen konferensi pers pertama BLACKPINK saat mereka resmi debut pada 8 Agustus 2016. Lantas beralih ke momen ketika mereka menjadi salah satu grup paling hot dekade ini. Diidolakan jutaan fans bernama BLINK, memecahkan rekor, dan menang penghargaan.
Selama film berlangsung, penonton akan melihat cuplikan penampilan memukau grup besutan YG Entertainment itu. Mulai klip lagu-lagu hit mereka, tampil di acara musik bergengsi di Korea Selatan, tur dunia, hingga jadi girlband K-pop pertama yang tampil di festival musik Coachella tahun lalu. Bikin penonton –terlebih yang mengikuti perjalanan mereka sejak awal– merinding melihat cepatnya mereka menggapai sukses.
Namun, dengan banyaknya publisitas dan pencapaian, seperti apa perjuangan BLACKPINK? Apa yang dirasakan saat tidak di panggung? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi dasar bagi sutradara Caroline Suh untuk mengonsep dokumenter girlgroup pelantun How You Like That itu.
Dalam konferensi pers daring Selasa lalu (13/10), Caroline mengatakan ingin menunjukkan bahwa sang megabintang punya personal struggle seperti orang pada umumnya. Sisi yang jarang mereka ungkap demi profesionalitas dan tuntutan agensi. ”Tiap member memberi sudut pandang mereka,” tambah Caroline.
Jennie, rapper utama grup, langsung setuju. Bagi perempuan kelahiran 16 Januari 1996 itu, dokumenter adalah persembahan untuk BLINK. ”Aku ingin merasa lebih dekat dengan fans, caranya dengan membagi cerita personal kami,” ujar Jennie.
Bagian tengah film diisi dengan pemaparan masing-masing personel. Ada satu momen di mana mereka duduk di depan kamera dan bercerita. Terasa intim dan dekat, seperti harapan Jennie. Berbagai cuplikan dimunculkan untuk lebih mengenal masa lalu mereka. Misalnya, foto masa kecil.
Sama seperti calon idola Korea lain, Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa menjalani masa trainee yang berat bertahun-tahun di usia remaja. Hal yang dianggap Caroline sebagai inti film. Begitu lolos, hidup mereka berubah. Ada yang putus sekolah, pindah negara, dan berpisah dengan keluarga. ”Ketika orang lain punya kenangan indah saat SMA, aku nggak punya,” kata Jennie. Sebagai penunjang, kita juga bakal melihat video-video masa training keempat personel di YG Entertainment. Latihan 14 jam sehari dan dinilai secara berkala, dimarahi, terpisah dari keluarga tanpa jaminan pasti mereka akan lolos jadi bintang.
Para member pun tak sungkan mencurahkan emosi. Rose, sang vokalis utama, sampai menangis saat bercerita tentang betapa dirinya merindukan keluarga di Australia. ”Aku senang bisa terlihat jujur di depan fans. Kami ingin menampilkan sisi lain kami dengan genuine,” ujar vokalis 22 tahun itu.
Cara bercerita personel yang begitu santai dan terbuka adalah berkat upaya Caroline. Sang sutradara tahu betul cara membuat keempat personel nyaman. ”Caroline banyak ngobrol dan diskusi dengan kami, dia tahu cara membuat kami menampilkan sisi yang lebih jujur,” ujar Rose.
Keempat personel BLACKPINK mengaku punya pergumulan dan keluhan pribadi. Lisa yang periang sempat bertanya bisakah dirinya menjadi sosok teladan bagi fans. Rose yang berbakat musik kadang merasa tak cukup bagus saat membuat karya. Jennie si perfeksionis kadang benar-benar butuh istirahat untuk fisik dan mentalnya. Lantas, Jisoo personel tertua merasa bertanggung jawab pada 3 personel lainnya.
Menonton Light Up the Sky selama satu jam 19 menit seperti mendengar cerita BLACKPINK dari luar panggung dan ingar bingar musik. Kita diajak untuk memahami apa yang mereka rasakan yang tidak terlihat di luaran. Persis yang mereka nyanyikan di lagu You Never Know. ”But you’ll never know unless you walk in my shoes,…cause everybody sees what they wanna see, it’s easier to judge me than to believe.”

TRIVIA

Pembuatan film dimulai musim gugur tahun lalu hingga awal tahun ini, tepat sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Saat itu BLACKPINK baru saja merampungkan lagu kolaborasi dengan Lady Gaga, Sour Candy, dan tengah menyiapkan The Album.
Ada sebuah lagu unreleased dari BLACKPINK yang terdengar di salah satu adegan di studio rekaman. Yakni, Ready for Love.
Judul ”Light Up the Sky” diusulkan para personel. Idenya diambil dari salah satu lirik di lagu How You Like That.
Salah satu riset yang dilakukan Caroline adalah menonton konser BLACKPINK di Prudential Center, New Jersey, tahun lalu.
Awalnya, Teddy Park –produser lagu-lagu hit BLACKPINK– tidak ingin muncul di depan kamera dan hanya ingin wawancara audio. ”Tapi, setelah kami bertemu dan saling mengenal, dia setuju untuk muncul,” kata Caroline. Well, dengan pakai masker, hehe.

BLACKPINK: Light Up the Sky

Sutradara: Caroline Suh
Bintang: Kim Jisoo, Kim Jennie, Roseanne Park, Lalisa Manoban
Genre: Dokumenter, Musik
Durasi: 79 menit
Rilis: 14 Oktober 2020. (jpc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed