PALU EKSPRES, PALU– Program Kemanusiaan Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai respon atas bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) berakhir ditandai dengan penutupun program kegiatan yang dilaksanakan secara virtual, bertempat di ruang vidcom Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (21/10/2020).
Gubernur Sulteng yang diwakili Wakil Gubernur, Dr. H. Rusli Dg. Palabbi SH. MH menyampaikan, dua tahun pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulteng, kini warga sudah mulai bangkit dan menata kehidupannya kembali. “Kesiapan dan ketangguhan warga mulai terbangun dalam menghadapi bencana,” kata Rusli membacakan sambutan Gubernur Sulteng.
Berdasarkan data yang diperoleh katanya, bersama donor dan mitra kerjanya, WVI telah menyalurkan bantuan kepada 46.224 keluarga dengan 176.026 total penerima manfaat, 80.583 diantaranya adalah anak-anak, di 240 desa di 4 kabupaten, yaitu Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada jajaran WVI beserta jejaring mitra kemanusiaan dan para relawan yang turut bersimpati atas duka penderitaan yang dialami masyarakat Sulteng dan kemudian terpanggil kemari untuk menolong saudara-saudara sebangsa dan setanah air di Sulteng pada khususnya wilayah Padagimo yang terdampak bencana gempa, tsunami dan likuifkasi dua tahun silam,” ujar Rusli.
Diharapkan, pada masa yang akan datang, Yayasan Wahana Visi Indonesia dapat melanjutkan kesinambungan program-program intervensi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat untuk menjangkau lebih luas lagi seluruh lapisan, dan kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah sulawesi tengah, mulai dari kota sampai ke pelosok desa.
Pengalaman dan kenangan selama dua tahun bersama masyarakat Padagimo diharapkan menjadi bahan pembelajaran penting, bahwa hanya dengan tolong menolong dan kepedulian maka masalah yang terasa berat akan menjadi ringan, dan sekaligus membuktikan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
“Semoga kebaikan dan keikhlasan saudara-saudari dalam merespon bencana kemanusiaan tersebut senantiasa bernilai amal ibadah di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, serta turut memberikan manfaat kemanusiaan yang sebesar-besarnya bagi para penyintas sehingga kami berharap, semoga para penerima manfaat dari program-program tersebut dapat betul-betul teratasi masalahnya dan terangkat lagi semangatnya untuk kembali melanjutkan kehidupan dengan normal, dan tanpa diliputi rasa galau, sedih, takut dan frustasi yang berlarut-larut atas peristiwa bencana yang pernah dialami,” kata Rusli. (Humas Pemprov)
Program Kemanusiaan WVI di Sulteng Berakhir






