Minggu, 5 April 2026
Opini  

Menggugah Kesadaran Ekologis Para Kandidat

Kasman Jaya Saad. Foto: Istimewa

(Catatan Menyongsong Debat Publik Kepala Daerah)

Oleh  Kasman Jaya Saad

Hiruk-pikukpolitik di daerah ini kembali menyeruak. Euforianya begitu terasa, tensi politik sudah berlangsung begitu dinamis. Ada 8 (delapan) kabupaten/kota yang menghelat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), termasuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah. Tahapan Pilkada memang lagi memasuki tahapan penting yakni tahapan kampanye. Tahapan yang bukan hanya melelahkan karena berlangsung dengan waktu yang cukup lama, namun juga berpotensi menimbulkan banyak pelanggaran. Dan Pilkada serentak tahun 2020 di daerah ini, bukan saja penting dari sisi investasi politik partai, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana Pilkada serentak memberikan signifikansi terhadap kemajuan daerah misalnya mengatasi kemiskinan dan pengangguran di daerah, serta bagaimana pengelolahan sumberdaya alam lebih bertanggungjawab dan lebih menyejahterakan. Pilkada sejatihnya menjadi instrumen paling penting untuk menyeleksi kandidat-kandidat yang mampu merespon perubahan politik tersebut. Pada intinya, Pilkada serentak tahun 2020 menjadi proses rotasi kekuasaan yang menentukan keberlangsungan nasib daerah ini dalam empat atau limatahun mendatang.

Olehnya menyongsong debat publik kandidat (Gubernur dan Bupati/Walikota), merupakan tahapan kampanye yang penting dan menarik, karena akan menjangkau lebih banyak khalayak pemilih di daerah ini. Suasana  new normal karena pandemi Covid-19  juga mendukung, ‘memaksa’ lebih banyak masyarakat memanfaatkan teknologi virtual.  Momentum debat kandidat ini juga menjadi penting untuk menelisik lebih jauh pergulatan program kerja yang ditawarkan, lewat pemaparan visi dan misi masing-masing kandidat. Dan salah satunya yang penting dicermati adalah program dan kesadaran ekologis para kandidat. Kesadaran ekologis adalah kesadaran untuk menjaga keselamatan ekologis.  Keselamatan ekologis adalah keselamatan lingkungan, kelamatan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk yang hidup, termasuk di dalamnya manusia. Keselamatan ekologis dan saling ketergantungan dalam sistem kehidupan harus tetap terjaga, agar terjadi keseimbangan ekologis.

Keseimbangan ekologis atau kesimbangan ekosistem adalah suatu kondisi dimana interaksi antara komponen-komponen di dalamnya berlangsung secara harmonis dan seimbang. Keseimbangan ekosistem tersebut berdampak signifikan pada keselerasan serta kesejahteraan hidup manusiadan makhluk hiduplainnya.

Sayangnya, mencermati keadaan yang terjadi dewasa ini, di tengah perilaku pragmatis para pemimpin di daerah, dalam memperlakukan sumber daya alam begitu antroposentris. Alam hanya dinilai sebagi alat bagi kepentingan manusia. Kalaupun ada kegiatan konservasi, lebih sebatas permaknaan bila ada kepentingan terhadap manusia, khususnya kepentingan ekonomi. Pembangunan dimaknai hanya meningkatkan pertumbuhan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan hidup. Banyak pembangunan menjadi timpang, karena perilaku kolusi dan koruptif yang begitu mengemuka antara pengusaha dan penguasa di daerah. Pola perilaku eksploitatif dan koruptif seperti tentu mengkhawatirkan.Olehnya konsep pembangunan berkelanjutan hadir menjadi solusi daerah dalam menyelaraskan antara pertumbuhan yang tinggi dengan kesejahteraan yang merata. Pembangunan berwawasan lingkungan, menjadi pilar pembangunan berkelanjutan seharusnya menjadi prioritas siapapun kandidat yang terpilih.

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan hari ini dan hari esok, tanpa mengurangi hak generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam konsep pembangunan berkelanjutan tersebut terkandung makna pentingnya memperhatikan aspek kependudukan dalam pelaksanaan pembangunan. Pembangunan berkelanjutan, berwawasan jangka panjang mencakup jangka waktu antargenerasi, tidak serakah untuk kepentingan sendiri sesaat, dan harus memperhatikan kepentingan generasi penerus dengan berusaha meninggalkan sumber daya yang cukup dan lingkungan yang sehat

Pemaparan visi misi para kandidat dalam menyahuti persoalan lingkungan hidup menjadi penting dicermati dan catatan pengalaman (track record) kandidat, apakah sudah menggambarkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan aksinyata dalam mewujudkan tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih. Dan ditengah terpaan industrialisasi yang dialami sekarang ini, kepemimpinan yang kuat dan memiliki kesadaran ekologis adalah kunci untuk menghadirkan investasi yang ramah terhadap lingkungan hidup dan mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Itu sebabnya pembangunan harus dimaknai lebih dalam, bukan semata angka-angka pertumbuhan dengan peningkatannya begitu dibanggakan, apalagi sekedar jargon politik untuk membawah daerah lebih baik dan lebih maju. Dalam pembangunan ada etika dan moralitas yang harus dijunjung tinggi. Jika mendatangkan banyak mudarat, karena tergerusnya sumber daya alam,  merusak lingkungan hidup dan tidak menyejahterakan, maka itu bukan pembangunan berkelanjutan.

Atas dasar prinsip kehidupan yang harmoni dan keseimbangan ekologis, para kandidat harusnya lebih menawarkan program yang membumi demi kesejahteraan masyarakat daerah ini. Bahwa alam dan lingkungan tempat kita hidup harus dijaga keberlanjutannya. Keberlanjutan dan keseimbangan ekologis akan terjaga bila para kandidat lebih memahami dan memaknai bahwa prioritas pada pertumbuhan ekonomi selama ini merupakan jalan sesat yang mengantarkan banyak daerah ke dalam kehancuran ekologis.  Maka para kandidat, calon pemimpin daerah harusnya berhenti menawarkan pertumbuhan ekonomi ansich, karena alam dan kehidupan mempunyai nilai lebih luas dari sekedar nilai ekonomis. Semoga dimaknai.

Penulis Ketua Pusat Studi Kependudukan Dan Lingkungan Hidup UNISA Palu