oleh

Mencegah Bayi dari Paparan Covid-19 dan Pelayanan Imunisasi Bayi Selama Pandemi

PALU EKSPRES, PALU- Virus Covid-19 atau lebih dikenal dengan Corona, bisa menyerang siapa saja. Pria atau pun wanita, wanita hamil atau tidak, tua ataupun muda, bahkan seorang bayi dapat tertular Virus -19 (Corona).
Menurut sejumlah penelitian, gejala Virus Corona pada anak-anak atau berusia di atas 5 tahun tergolong ringan. Bahkan, ada beberapa pasien yang tak menunjukkan gejala sama sekali.
“Tapi jumlah anak yang meninggal karena terinfeksi Virus Corona lebih sedikit dibanding orang dewasa secara global,” kata Koordinator Asosiasi Pendidikan Kebidanan (AIPKIND) Wilayah Sulteng, Mardiani Mangun, SSiT., MPH, melalui keterangan tertulis yang diterima Palu Ekspres, Senin (26/10/2020).
Namun kata Mardiani Mangun, tidak demikian dengan bayi yang terjangkit Corona. Kondisi bayi di bawah usia 5 tahun lebih rentan karena sistem imun yang belum memadai. Dengan demikian, orangtua tetap wajib waspada terhadap risiko penularan Virus Corona pada bayinya dan selama pandemi wajib mendapatkan imunisasi.
Adapun cara mencegah bayi tertular Covid-19, kata dosen jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu ini adalah, Pertama, Ayah Ibu selalu memakai masker saat keluar rumah. Ke dua, Ayah Ibu rajin mencuci tangan dengan sabun, termasuk mandi keramas, terutama setelah beraktivitas di luar rumah. Ke tiga, Jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain ketika berada di luar rumah. Ke empat, Terapkan etika bersin dan batuk, yakni menutup mulut dan hidung dengan kain atau tissue.
”Upaya terbaik mencegah penularan virus Corona pada bayi adalah dengan menghindari kontak dengan orang yang berisiko terjangkit Covid-19 dan jangan membawa bayi kelua rumah untuk jalan-jalan misalnya, ke pasar dan mall. Pada saat ke Posyandu atau terpaksa harus ke rumah sakit, dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Mardiani.
Jika Anda menduga bayi terinfeksi Virus Corona lanjutnya, sebaiknya segera datangi layanan kesehatan terkait. Misalnya, di wilayah RW V,ibu balita akan menghungi via WA group. Terutama jika ada riwayat kontak dengan pasien Corona sebelumnya, baik oleh bayi itu sendiri maupun orang lain yang kemudian melakukan kontak dengan si bayi.
Kenali Gejala Virus Corona pada Bayi
Dibanding pada orang dewasa, Mardiani menjelaskan gejala Virus Corona pada anak-anak lebih ringan. Namun gejala tersebut seperti demam, pilek, batuk, muntah, dan diare. Gejala ini mirip penyakit influenza pada umumnya. Karena itu, diperlukan kewaspadaan dan kecermatan orangtua ketika mendapati gejala tersebut.
Bagaimana dengan Pemberian Imunisasi pada situasi Pandemi Covid-19 ?
Pemberian Imunisasi pada bayi saat ini, terutama pada kasus Covid-19 yang meningkat di Kota Palu dan memasuki tatanan kehidupan baru, imunisasi bayi tetap diberikan sesuai kebutuhan atau jadwal imunisasinya. Hal itu dapat dilihat pada Buku KIA atau ibu-ibu mengenalnya dengan nama buku ping. Namun tentunya, tetap dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Contoh di Posyandu IBI Jabal Nur Komplek BTN Citra Pesona Indah I, RW V Kelurahan Talise Valanguni, merupakan Posyandu binaan saya dan PuskesmasTalise,” ujarnya.
Menurutnya, setiap bulan tepatnya pada hari Sabtu pekan terakhir bulan berjalan di Posyandu IBI Jabal Nur Komplek BTN Citra Pesona Indah I, dilaksanakan Posyandu Balita (Bayi di bawah usia lima tahun) dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehari sebelumnya, telah diumumkan di masjid setelah salat Jumat dan penyampaian di WA group Posyandu, serta group RW V, bahwa besok hari akan diadakan imunisasi Balita dan hanya pada anak Balita yang jadwal imunisasi bulan ini, maksimal 10 Balita.
“Pada hari pelaksanaannya, biasanya saya mengingatkan para kader Posyandu untuk menghayo-hayo kembali ibu-ibu Balita untuk datang ke Posyandu melalui WA group, bahkan ditelpon langsung ibu Balita yang belum dating,” ujarnya.
Ia mengakui, kader Posyandu binaannya sangat aktif dan kompak. Bukti kekompakan, adalah mereka punya arisan Posyandu antara kader dan petugas kesehatan (Bidan dan Gizi). Para Kader juga aktif sebagai pengurus dan anggota Dasawisma.
Untuk menghindari penularan di Posyandu tambahnya, maka setiap ibu/ayah Balita wajib memakai masker (dan anak usia di atas dua tahun dengan pengawasan orang tua), serta menjaga jarak. Saat masuk ke lokasi Posyandu, wajib mencuci tangan dengan sabun, keringkan dengan tissu yang telah disediakan, kemudian duduk pada kursi yang telah tertata sesuai Jarak 1-2 meter menunggu antrian pelayanan penimbangan dan imunisasi.
Bagi Balita yang tidak sempat datang karena sakit atau ibunya tak sempat membawanya katanya, maka ia atau kader akan berkordinasi dengan petugas imunisasi Puskesmas Talise untuk mendapatkan jadwal berkunjung ke puskesmas atau menganjurkan ke Posyandu lain di wilayah Puskesmas Talise. Sehingga, selama pandemi ini, Balita di wilayah RW V tetap mendapatkan imunisasi.
“Dapat dilihat pada gambar catatan imunisasi anak di buku KIA yang setiap anak punya buku KIA sebagai catatan sejak dari dalam kandungan sampai berusia 5 tahun” katanya.
Oleh karena itu pada kesempatan ini, ia menyampaikan pada seluruh ayah ibu untuk selalu membaca dan mempelajari buku pintar ini, apalagi pada saat pandemi Covid. Buku KIA sangat membantu bagi ayah ibu yang terbatas waktunya untuk berkunjung ke Puskesmas atau Bidan/Dokter. Kalaupun ada yang kurang jelas, bisa menghubungi Bidan/Dokter via telpon atau WA.
“Pesan saya juga pada para adik-adik Bidanku, agar menggunakan buku KIA ini sebagai media promosi pada ibu Balita karena buku KIA ini sangat lengkap informasinya sejak Hamil (Balita tersebut dalam Kandungan), melahirkan, nifas termasuk Keluarga Berencana (KB),” imbuhnya. (**/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed