Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

Keluar dari Perangkap “Pagolo Lemo” untuk Kemajuan

Dr. Hasanuddin Atjo. Foto: istimewa

Oleh Hasanuddin Atjo

GA 622 rute Jakarta-Palu pada Kamis subuh 29 Oktober 2020, take off tepat pukul 04.00 WIB. Seat dalam pesawat hanya terisi sekitar 50-an penumpang. Dikarenakan istirahat (tidur saya) sudah cukup, tidak ada rasa kantuk sehingga pikiran terasa segar, maka artikel terkait dengan permainan sepak bola saya lanjutkan.
Sepak bola merupakan permainan yang sudah sangat lama, berusia abad dan disenangi oleh hampir semua masyarakat dunia, terutama oleh kaum laki-laki. Bahkan tidak sedikit kaum hawa menggandrungi permainan yang telah mendunia ini.
Kadar kesenangannya mulai dari sekedar menyaksikan permainan itu sampai menjadikan permainan ini sebagai profesi atau pekerjaan utama mendukung kehidupan dan keluarganya. Bahkan, di sejumlah negara telah menjadi bisnis besar dengan lahirnya sejumlah klub bola yang dikelola secara profesional.
Dahulu, sebelum ada bola terbuat dari balon karet dan dibungkus oleh kulit sapi atau kerbau, kemudian diisi angin hingga tekanan tertentu, maka bola kaki saat itu berasal dari kumpulan kertas atau kulit jeruk dirangkai sedemikian rupa hingga berbentuk bundar dan bisa dipakai bermain bola. Di tanah Bugis dan Makassar pada saat itu disebut dengan istilah “Golo Lemo” atau bola terbuat dari kulit jeruk besar.
Karakter bola ini kurang lenting dan tidak bisa ditendang melambung, sehingga dimana bola itu berada maka semua yang bermain akan mengejar dan berkumpul saling memperebutkan bola itu sampai hancur lebur tidak berbentuk bola lagi. Bahkan, lebih sering bola tidak pernah sampai ke gawang lawan dan menghasilkan goal.
Istilah “Pagolo Lemo” umumnya dipergunakan sebagai umpatan seseorang atau kelompok orang yang menonton pertandingan sepak bola dan kemudian kecewa karena kesebelasan andalannya, kesayangannya kalah terus dan biasanya mereka bergumam “dasar pagolo lemo”.
Maknanya kenapa bermain bola seperti itu, sudah besar investasi membangun klub, tanpa bisa menampilkan sebuah pola bermain yang menarik ditonton , tanpa ada desain, tanpa strategi, dan tidak kompak yang akhirnya tidak bisa membuat goal bahkan kemasukan goal.
Istilah ini kadangkala dialamatkan ke sebuah tatakelola pemerintahan yang memiliki kinerja belum sesuai harapan, karena tidak bisa keluar dari sejumlah persoalan wilayahnya
terkait kemajuan dan kesejahteraan warganya . Dan kasus seperti ini di masyarakat biasa mengumpat karena kesal dengan sebutan “Dasar Manajemen Pagolo Lemo”.
Bagi sebuah klub sepak bola tidak sulit untuk keluar dari predikat itu. Cukup pemilik klub yang mengganti manajemen mulai ganti manajer, tukar pelatih dan kontrak pemain baru. Namun tatakelola pemerintah mekanismenya ribet, karena ganti manajer puncak harus melalui satu tahapan Pilkada dan sudah tentu kualitas manajer terpilih berpulang kepada kualitas berdemokrasi saat ini, serta komitmen dan keinginan dari pemilik hak usung dan hak suara.
Apapun hasil dari sebuah Pilkada dalam menghasilkan pemimpin di daerah, maka sesungguhnya yang perlu menjadi perhatian dan perlu dibangun, adalah memaksimalkan tatakelola pemerintahannya agar tidak terperangkap dan kemudian dicap sebagai penganut aliran manajemen tatakelola “Pagolo Lemo”.
Untuk bisa kekuar dari perangkap itu , maka pemimpin di daerah dan pemilik hak usung bisa mengurangi kepentingannya terutama dalam pengisian jabatan struktur untuk melaksanakan tatakelola. Selain itu kepala daerah yang bertindak dan berperan sebagai manajer harus mampu melakukan reformasi dan transformasi serta sejumlah upaya tertentu secara terus menerus.
Pertama, dalam tatakelola lebih kepada membiasakan yang benar dan bukan membenarkan yang biasa. Tentunya ini meninbulkan sejumlah tantangan, utamanya datang dari kelompok yang suka bertahan di confort zone, atau zona nyaman.
Kedua, lebih mendahulukan prinsip Me daripada Di. Misalnya melayani daripada dilayani. Mengayomi dan diayomi. Memberi dan diberi. Masih
banyak lagi kata sifat atau karakter seseorang yang harus dahulukan me bukan di dan selama ini telah menjadi “penyakit kronis”.
Ketiga, senantiasa menerapkan prinsip kerjakan apa yang di catat dan catat apa yang dikerjakan. Dan ini bermakna bahwa sesuatu yang dikerjakan harus melalui sebuah proses perencanaan yang benar, berorientasi keberlanjutan serta dilakukan secara konsisten.
Besar harapan masyarakat bahwa pemimpin daerah terpilih di Pilkada tanggal 9 Desember tahun 2020 ini kiranya dapat melaksanakan tiga hal di atas agar bisa membawa satu perubahan dan kemajuan di daerahnya masing-masing yang umumnya masih terperangkap dengan ketertinggalan. SEMOGA

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam