Sabtu, 29 Agustus 2026

Rektor Sebut Dua Titik Rawan Korupsi

 

Bentuk Hikom, Media Silaturahmi Mahasiswa dan Universitas

PALU, PE – Rektor Universitas Tadulako Moh Basir mengundang mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan (FKIK) Untad beserta orang tua maba di Media Center Untad, Selasa, 25 Agustus 2015. Sedikitnya 55 maba FKIK yang diterima dari 1.000 lebih pendaftar plus orang tua, menghadiri silaturahim yang dikhususkan bagi maba 2015 tersebut.

Rektor tidak sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat struktural Untad, Wakil Rektor, Dekan dan para kepala biro di lingkungan universitas. Pada pertemuan yang berlangsung dua jam itu, Rektor tak hanya  memberikan motivasi kepada mahasiswa. Hal penting yang ditekankan adalah soal anggaran FKIK. Mulai asal-muasal anggaran, besaran anggaran hingga penggunaannya. Termasuk menutup peluang munculnya penyalahgunaan wewenang yang bisa menyebabkan kerugian.

Sumber keuangan di FKIK Untad sebutu Rektor berasal dari dua titik. Yakni dari APBN dan penerimaan negara bukan pajak. Untuk model penerimaan yang kedua, bentuknya bisa beragam. Mulai dari dana hibah dan lain lain. Di FKIK atau di lembaga lain pun ungkap Rektor, dana hibah bukan sesuatu yang tabu. Dasar aturannya jelas. Hibah diatur dalam pasal 84 ayat 2 UU Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Aturan lain yang membolehkan hibah adalah Penmenristek-Dikti dan UU Nomor 20 tahun 2003  tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

”Saya perlu mempertegas soal aturan hukum hibah ini, karena banyak suara-suara sumbang, bilang bahwa dana hibah tidak punya dasar hukum alias ilegal,” tandas Rektor.
Dalam konteks FKIK Untad urai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng ini, hibah diambil dari orang tua maba lalu kemudian masuk pada DIPA Untad 2015. Pada 2015, dana fisik Untad sekitar Rp32 miliar lebih.

Dana sebesar ini digunakan untuk  17 item belanja. Dari dana tersebut, pendapatan fisik sebesar Rp11 miliar lebih. Ini berasal  dari SPP semester genap, SPP semester ganjil dan lain-lain. Sementara urai Rektor, untuk dana operasional, anggaran yang digunakan mencapai Rp11 miliar lebih. Dana operasional FKIK diakuinya  cukup besar. Tidak bisa ditutupi  jika hanya  mengandalkan pendapatan yang jumlahnya ”hanya” Rp11 miliar. ”Dalam konteks ini hibah menjadi instrumen penting untuk menutupi dana operasional tadi,” ulasnya panjang lebar.

Basir mengaku, merasa berkewajiban menjelaskan asal dan penggunaan uang di FKIK, untuk menghindarkan suara sumbang  terkait pengelolaan dana besar tersebut. ”Ini yang ribut-ribut dua tahun lalu karena dana ini. Makanya sekarang saya ungkapkan ke mahasiswa dan orang tua sehingga ada pemahaman konfrehensip soal dana ini,” tekannya.  Di hadapan para pejabat Untad dan puluhan orang tua maba, Rektor membeberkan, standar pengelolaan keuangan di FKIK tentu masih terbuka peluang untuk disalahgunakan.

Ia menyebutkan ada dua titik rawan yang bisa dimanfaatkan untuk peluang korupsi. Pintu pertama adalah saat maba masuk. Di sini, Rektor bisa menggunakan kwitansi ganda dengan menuliskan dua nominal angka  yang berbeda. Kelak kata dia, kwitansi pertama diberikan kepada mahasiswa sesuai dengan jumlah yang disetor. Kwitansi kedua disetor ke bank. Kwitansi  yang disetor ke bank jumlahnya sudah pasti tidak sesuai dengan jumlah yang disetor maba pada awalnya. Namun peluang ini coba ditutup dengan mewajibkan transaksi melalui bank. Titik rawan kedua adalah penggelembungan harga barang (mark up). Biasanya ini dilakukan oleh mereka yang berkaitan dengan pengadaan barang. ”Harganya digelembungkan dari harga sebenarnya untuk mendapatkan margin yang besar. Ini levelnya di pejabat bawah,” lugas Basir.

Sambung Basir, walau yang melakukan adalah pejabat teknis, namun ketika ada temuan tetap saja Rektor yang bertanggungjawab. Ini karena dirinya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA), harus menandatangani seluruh penggunaan uang di lingkungan Untad. ”Jadi walaupun yang menggunakan orang di bawah tetap Rektor yang dimintai tanggungjawab,” katanya.

Pada kesempatan  yang sama, Rektor menginisasi terbentuknya himpunan orang tua mahasiswa (Hikom). Ini sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi pihak rektorat, dosen dan orang tua serta mahasiswa. Komposisinya pengurusnya diambil dari kedua belah pihak. Dari FKIK dan orang tua mahasiswa.
Rektor Untad Moh Basir mengaku sangat berhati-hati mengelola dana ratusan miliar di FKIK Untad. Pasalnya, soal dana hibah ini pernah menjadi topik heboh  di Untad pada beberapa tahun lalu. Karena itu  pengelolaan keuangan FKIK dilakukan dengan sangat transparan sehingga bisa meminimalkan potensi yang merugikan  semua pihak. (kia)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global