Jumat, 18 September 2026

Rektor Sebut Dua Titik Rawan Korupsi

 

Bentuk Hikom, Media Silaturahmi Mahasiswa dan Universitas

PALU, PE – Rektor Universitas Tadulako Moh Basir mengundang mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan (FKIK) Untad beserta orang tua maba di Media Center Untad, Selasa, 25 Agustus 2015. Sedikitnya 55 maba FKIK yang diterima dari 1.000 lebih pendaftar plus orang tua, menghadiri silaturahim yang dikhususkan bagi maba 2015 tersebut.

Rektor tidak sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat struktural Untad, Wakil Rektor, Dekan dan para kepala biro di lingkungan universitas. Pada pertemuan yang berlangsung dua jam itu, Rektor tak hanya  memberikan motivasi kepada mahasiswa. Hal penting yang ditekankan adalah soal anggaran FKIK. Mulai asal-muasal anggaran, besaran anggaran hingga penggunaannya. Termasuk menutup peluang munculnya penyalahgunaan wewenang yang bisa menyebabkan kerugian.

Sumber keuangan di FKIK Untad sebutu Rektor berasal dari dua titik. Yakni dari APBN dan penerimaan negara bukan pajak. Untuk model penerimaan yang kedua, bentuknya bisa beragam. Mulai dari dana hibah dan lain lain. Di FKIK atau di lembaga lain pun ungkap Rektor, dana hibah bukan sesuatu yang tabu. Dasar aturannya jelas. Hibah diatur dalam pasal 84 ayat 2 UU Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Aturan lain yang membolehkan hibah adalah Penmenristek-Dikti dan UU Nomor 20 tahun 2003  tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

”Saya perlu mempertegas soal aturan hukum hibah ini, karena banyak suara-suara sumbang, bilang bahwa dana hibah tidak punya dasar hukum alias ilegal,” tandas Rektor.
Dalam konteks FKIK Untad urai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng ini, hibah diambil dari orang tua maba lalu kemudian masuk pada DIPA Untad 2015. Pada 2015, dana fisik Untad sekitar Rp32 miliar lebih.

Dana sebesar ini digunakan untuk  17 item belanja. Dari dana tersebut, pendapatan fisik sebesar Rp11 miliar lebih. Ini berasal  dari SPP semester genap, SPP semester ganjil dan lain-lain. Sementara urai Rektor, untuk dana operasional, anggaran yang digunakan mencapai Rp11 miliar lebih. Dana operasional FKIK diakuinya  cukup besar. Tidak bisa ditutupi  jika hanya  mengandalkan pendapatan yang jumlahnya ”hanya” Rp11 miliar. ”Dalam konteks ini hibah menjadi instrumen penting untuk menutupi dana operasional tadi,” ulasnya panjang lebar.

Basir mengaku, merasa berkewajiban menjelaskan asal dan penggunaan uang di FKIK, untuk menghindarkan suara sumbang  terkait pengelolaan dana besar tersebut. ”Ini yang ribut-ribut dua tahun lalu karena dana ini. Makanya sekarang saya ungkapkan ke mahasiswa dan orang tua sehingga ada pemahaman konfrehensip soal dana ini,” tekannya.  Di hadapan para pejabat Untad dan puluhan orang tua maba, Rektor membeberkan, standar pengelolaan keuangan di FKIK tentu masih terbuka peluang untuk disalahgunakan.

Ia menyebutkan ada dua titik rawan yang bisa dimanfaatkan untuk peluang korupsi. Pintu pertama adalah saat maba masuk. Di sini, Rektor bisa menggunakan kwitansi ganda dengan menuliskan dua nominal angka  yang berbeda. Kelak kata dia, kwitansi pertama diberikan kepada mahasiswa sesuai dengan jumlah yang disetor. Kwitansi kedua disetor ke bank. Kwitansi  yang disetor ke bank jumlahnya sudah pasti tidak sesuai dengan jumlah yang disetor maba pada awalnya. Namun peluang ini coba ditutup dengan mewajibkan transaksi melalui bank. Titik rawan kedua adalah penggelembungan harga barang (mark up). Biasanya ini dilakukan oleh mereka yang berkaitan dengan pengadaan barang. ”Harganya digelembungkan dari harga sebenarnya untuk mendapatkan margin yang besar. Ini levelnya di pejabat bawah,” lugas Basir.

Sambung Basir, walau yang melakukan adalah pejabat teknis, namun ketika ada temuan tetap saja Rektor yang bertanggungjawab. Ini karena dirinya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA), harus menandatangani seluruh penggunaan uang di lingkungan Untad. ”Jadi walaupun yang menggunakan orang di bawah tetap Rektor yang dimintai tanggungjawab,” katanya.

Pada kesempatan  yang sama, Rektor menginisasi terbentuknya himpunan orang tua mahasiswa (Hikom). Ini sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi pihak rektorat, dosen dan orang tua serta mahasiswa. Komposisinya pengurusnya diambil dari kedua belah pihak. Dari FKIK dan orang tua mahasiswa.
Rektor Untad Moh Basir mengaku sangat berhati-hati mengelola dana ratusan miliar di FKIK Untad. Pasalnya, soal dana hibah ini pernah menjadi topik heboh  di Untad pada beberapa tahun lalu. Karena itu  pengelolaan keuangan FKIK dilakukan dengan sangat transparan sehingga bisa meminimalkan potensi yang merugikan  semua pihak. (kia)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam