PALU EKSPRES, PALU- Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengimbau warga untuk waspada dan siaga terhadap potensi bencana banjir bandang dan longsor akibat fenomena La Nina rentang waktu November 2020 hingga Januari 2021. Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, H. Asri dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan antisipasi bencana yang digelar bersama pihak terkait, Selasa 3 November 2020, meminta seluruh Camat dan Lurah untuk mengumumkan fenomena ini. Agar masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dini.
“Utamanya kecamatan dan kelurahan yang rawan banjir dan longsor. Camat dan Lurah harus mulai proaktif umumkan kepada warganya,”kata Sekkot. Pemkot sendiri ujarnya, juga akan menyusun kontinjensi bersama instansi vertikal dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sebagai langkah penanganan bila terjadi bencana melalui rapat koordinasi.
Menurutnya kontijensi bencana tidak perlu dibuat berbelit-belit. Karena pada intinya hal itu hanya mengatur siapa mengerjakan apa dan apa yang harus dipersiapkan jika terjadi bencana. “Karena saya lihat dokumen kontinjenasi dari BNPB ini sangat tebal. Butuh berhari-hari untuk menyusunnya,”sebut Sekkot.
Berkaitan dengan kesiapsiagaan, Sekkot meminta OPD terkait menyiapkan segala hal sebagai langkah kontinjensi ini. Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum segera menyiapkan alat berat sebagai antisipasi jika terjadi longsor. Bila perlu segera melakukan pengerukan sedimentasi saluran drainase. Kemudian Dinas Kesehatan untuk menyiapkan pelayanan kesehatan. Karena menurutnya, jika terjadi banjir maka hal itu biasanya diikuti dengan munculnya bibit penyakit.
Selanjutnya Dinas Sosial yang perlu mengantisipasi kebutuhan logistik warga. Serta Dinas Lingkungan hidup yang sewaktu-waktu bisa melakukan pemangkasan pohon bila terjadi angin kencang. “Mudah-mudahan tidak terjadi. Tapi ini perlu kita antisipasi semua,” harapnya.
Dia menambahkan, fenomena la Nina sebenarnya telah memicu terjadinya angin kencang beberapa waktu lalu. Bahkan pekan ini curah hujan terjadi cukup tinggi. Karena itu, ia berharap semua pihak terkait mengambil langkah-langkah strategis sebagai antisipasi.
“Jumat Minggu lalu kita sudah merasakan angin kencang. Banyak pohon tumbang,”tandasnya. Rakor ini melahirkan sejumlah langkah antisipasi. Mulai dari inventarisir alat berat, stok bahan makanan dinas sosial, serta penebangan pohon yang dianggap rapuh. Termasuk inventarisir bangunan-bangunan yang bisa dijadikan titik evakuasi jika terjadi banjir. (mdi/palu ekspres)






