Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

2,6 Juta Pekerja Terserap di Sektor Perkebunan Sawit

FORUM SAWIT - Penjabat Sekdaprov Sulteng, Mulyono membuka forum petani sawit dan pengukuhan pengurus DPW Apkasindo, Jumat 20 November 2020 di Swisbell Hotel Palu. Foto: Humas Pemprov Sulteng.

PALU EKSPRES, PALU – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia ( DPW Aspakindo) Sulawesi Tengah (Sulteng) diminta proaktif melakukan pembinaan terhadap petani kelapa sawit di daerah ini.

Harapan ini dikemukakan Penjabat Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Mulyono, mewakili Gubernur dalam forum petani sawit bertema penguatan kemitraan pelaku usaha perkebunan Uluntuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit, Jumat 20 November 2020 di Swisbell Hotel Palu.

Forum ini dirangkai sekaligus pengukuhan Pengurus DPW Aspakindo Sulteng periode 2020-2025 yang dilakukan langsung Ketua Umum Apksindo, Ir Gulat Manurung. “Pengurus yang telah dikukuhkan bersama pelaku usaha perkebunan untuk proaktif membantu pemerintah daerah dalam hal membina dan membimbing para petani kelapa sawit,” harap Mulyono. Mulyono mengucapkan selamat kepada pengurus DPW Apkasindo Sulteng yang sudah dipercayakan sepenuhnya untuk menggerakkan organisasi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkasindo, Ir. Gulat Medali Emas Manurung, meminta para pihak yang berkepentingan dengan kelapa sawit untuk tidak menengok persoalan yang ada pada industri kelapa sawit itu secara parsial.

Menurutnya, luas kebun kelapa sawit di Indonesia sudah mencapai 16,38 juta hektar. Di tengah pandemi COVID-19, sampai September 2020, sektor minyak sawit memberikan sumbangan devisa ekspor sebesar USD 15 miliar. Sumbangan sawit ini memastikan neraca perdagangan Indonesia pada periode itu surplus.
Ada sekitar 2,6 juta tenaga kerja langsung yang bekerja di sektor sawit dan sekitar 3 juta tenaga kerja tidak langsung serta petani. Dari total luas lahan perkebunan sawit Indonesia yang mencapai 16,3 juta hektar, sekitar 7 juta hektar atau 43persen perkebunan sawit rakyat. Nampak hadir Forkopimda Sulteng, serta sejumlah petani sawit. (Humas)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital