Rabu, 28 Oktober 2026
Daerah  

Anggaran Sudah Dicairkan 100 Persen, Proyek Kertas Revisi RTRW di Tolitoli Tak Jelas

Ilustrasi revisi RTRW. Foto: Ekonomi bisnis.com

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Proyek pengadaan kertas revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dikerjakan PT Bennata Jasindo senilai Rp1,2 Miliar di Kabupaten Tolitoli dituding tak punya prodak. Prodak RTRW dan Gambar PETA kini tak jelas, padahal dikerjakan awal 2019 silam dan anggarannya telah dicairkan 100 persen.

“Setahu saya anggaran RTWR itu menelan anggaran Rp700 juta dan anggaran untuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis sebesar Rp500 juta, kok sudah dua tahun ini tidak ada prodaknya,” kata Ketua LSM GIAK, Hendri Lamo kepada wartawan, Jumat (25/12/2020).

Ia menilai, prodak revisi Perda RTRW dan Peta RTRW yang melekat di Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli tak memiliki wujud fisik tersebut. Padahal anggarannya telah dicairkan 100 persen sejak 2019 telah ada masalah. Bisa jadi tenaga tenaga ahli yang dipekerjakan untuk melakukan tugas penelitian dan kajian lingkungan di lapangan hanya satu nama dari delapan nama.

“Bisa jadi tujuh orang yang lain cuma atas nama, buktinya waktu rapat Pansus di DPRD tahun 2019, hanya satu orang yang hadir dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Irban Dg Silasa, ST selaku ketua Pansus di DPRD periode lalu,” kata Hendri Lamo.

Terpisah, mantan anggota DPRD Irban Dg Silasa yang dikonfirmasi  mengatakan kalau data kajian naskah akademik yang ditetapkan pihak tenaga konsultan PT Bennata Jasindo tidak sesuai dengan kondisi daerah Kabupaten Tolitoli.

 “Dalam rapat Pansus waktu itu, yang dibuat di dalam naskah akademik RTRW tidak konek dan tidak sesuai yang diajukan setiap instansi, diantaranya UPT Gunung Dako, Dinas Pariwisata,” terangnya.

Dikatakannya, dalam rapat Pansus untuk kajian penetapan luas daerah wisata dan permukiman, para ahli selaku peneliti tidak bisa menjelaskan secara detil. Misalnya, soal penetapan luas daerah yang tidak sesuai dengan kajian lingkungan seperti yang dikantongi pihak Kehutanan Gunung Dako dan dinas lainnya, yang dipaparkan tidak ada konektivitas dengan naskah akademik yang mereka paparkan.

“Kalau tidak konek bisa jadi mereka tidak turun ke desa -desa dalam  melaksanakan KLHS untuk RTRW itu,” katanya

Indikasi yang menguatkan jika para ahli tidak melaksanakan kajian lapangan secara konkrit yaitu, kaitannya dengan penetapan daerah lingkungan yang rawan gempa, rawan banjir dan daerah wisata  di Desa Sabang, Kecamatan Galang, Kabupaten  Tolitoli, dalam Peta yang ditunjukkan tanpa ada penjelasan.

“Mereka hanya memperlihatkan peta buta, tidak ada penjelasan, setelah ditanya berapa luas kawasan permukiman, industri dan wisata, ternyata mereka tidak bisa jelaskan,” tuturnya.

Olehnya itu, peta hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang diperlihatkan pada pemaparan rapat Pansus waktu itu, menurutnya, pihak DPRD meminta agar dilakukan pengulangan penelitian dan pengkajian di lapangan karena banyak yang tidak komparasi dan dipastikan akan berdampak pada hasil RTRW.

“Dalam menetapkan satu kawasan harus sesuai dengan kajian lingkungan hidup strategis, ini sebagai persyaratan untuk RTRW,” tegas Irban.

Ia menilai, dalam melakukan penelitian serta kajian lingkungan para tenaga ahli yang dilibatkan hanya datang berkunjung kemudian mengambil gambar dan menunjuk-nunjuk. Mereka terkesan tidak melaksanakan penelitian terhadap tanah dimana wilayah yang mereka tetapkan sebagai daerah kawasan tambang, pariwisata serta lahan-lahan terbuka hijau.

“Buktinya saat itu tidak bisa melengkapi apa yang kami maksud di Pansus DPRD, sepertinya teknis penyusunan RTRW yang tidak lengkap,” tandasnya.

Ia menduga kuat, kajian teknis yang dilakukan untuk RTRW di Kabupaten Tolitoli fiktif sebab tidak dilakukan secara matang di lapangan. Para ahli yang dibayar tidak stand bay bekerja di lapangan.

“Buktinya setiap pertanyaan yang kami lontarkan sulit dijawab,” sesal irban.

Menurut  mantan ketua Pansus di DPRD Tolitoli periode lalu itu, dokumen Peta hasil KLHS yang diterbitkan dalam proyek pengadaan kertas untuk dilanjutkan menjadi naskah revisi RTRW tersebut belum disahkan oleh Badan Informasi Geospasial.  Pasalnya,  persetujuan substansi data lingkungan hidup itu belum ada di Kementerian ATR BPN Pusat.

“Saya pernah datang di kementerian itu, persetujuan substansi lingkungan hidup untuk RTRW dikerjakan di Tolitoli belum sampai pada tahapan itu,” tegasnya.

Namun, kata Irban, sebagai ketua Pansus di DPRD Tolitoli, ia bersama anggota Pansus lainnya keberatan untuk melanjutkan Peraturan Daerah yang diajukan terkait RTRW, dimana kajian serta rancangan teknis penyusunan RTRW belum selesai.

“Kami juga sempat kami ke Tata Ruang Provinsi Sulteng,
ternyata tahapannya pun baru tiga tahapan dari beberapa yang harus diakukan,” katanya. (ram/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam