Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Puskesmas Parigi Ditutup Sementara, 5 Nakes Terkonfirmasi Positif Covid-19

DITUTUP - Pelayanan di Puskesmas Parigi ditutup sementara untuk disterilkan dari penyebaran Covid-19. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO– Puskesmas Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, ditutup sementara. Penyebabnya, lima tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di Puskesmas tersebut terpapar virus corona.
Kepala Puskesmas Parigi, Yunita Tagunu, mengatakan, untuk sementara Puskesmas yang dipimpinnya itu ditutup selama dua hari yakni, mulai Selasa 29 hingga 30 Desember 2020. Karena, petugas sedang mensterilkan semua peralatan medis dan ruangan serta gedung dengan penyemprotan disinfektan.
“Untuk sementara Puskesmas ditutup selama dua hari untuk disterilkan dengan disemprot disinfektan,” kata Yunita saat dikonfirmasi di Parigi, Selasa (29/12/2020).
Mengenai hal itu kata Yunita, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, petunjuk dokter dari Balai Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas II Makassar, Sulawesi Selatan.
Arahan dari Dinas Kesehatan dan petunjuk dari dokter itu sebut dia, apabila ada petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 di Puskesmas, maka Puskesmas tersebut segera ditutup selama dua hari dan dilakukan sterilisasi atau penyemprotan disinfektan.
“Dua hari kita tutup, jadi sesegera mungkin dilakukan penutupan. Karena hari Minggu kemarin ada temannya kita ketambahan terkonfirmasi positif Covid-19, dan hari Senin harus saya laporkan dan Selasa, Rabu harus sudah ditutup dan disemprot disinfektan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penutupan Puskesmas selama dua hari ini nantinya, akan berlanjut hingga hari libur. Karena, menurut Yunita, Kamis 31 Desember 2020 tersebut bertepatan dengan cuti bersama jelang tahun baru 2021.
Oleh karena itu kata Yunita, pihaknya akan membuka kembali pelayanan di Puskesmas Parigi tersebut pada Sabtu, 2 Januari 2021.
“Tapi, tetap dengan ketentuan harus ada dokter yang bisa dihubungi dan pelayanan-pelayanan rujukan masih kita layani, serta pelayanan persalinan masih tetap ada,” ujarnya. (asw/palu ekspres)