Jumat, 4 September 2026
Opini  

Jejak Pencarian Tuhan dan Penamaan Hari

Hayuun Nur. Foto: Istimewa

Oleh Hayyun Nur*


SIAPA Itu Tuhan? Ini pertanyaan eksistensial.Mempertanyakan hakikat dan eksistensi tentang “jati diri” Tuhan. Satu pertanyaan eksistensial ini, lalu melahirkan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Tentang Tuhan dan jati diriNya. Tidak saja pertanyaan eksistensial. Tapi juga pertanyaan fungsional.

Benarkah Tuhan Ada? Bila benar ada di mana Dia bersemayam? Bagaimana proses meng-ada-nya. Bagaimana membuktikan keberadaannya? Rentetan pertanyaan ini, berkenaan dengan  eksistensi dan jati diri Tuhan.

Tak berhenti di situ saja. Pertanyaan akan terus berkembang. Mempertanyakan tentang fungsi Tuhan di alam semesta. Dalam rentang mikro dan makro kosmos yang hampir tak terhingga.

Benarkah Tuhan pencipta alam semesta? Bagaimana cara Tuhan menciptakan alam semeta? Bagaimana membuktikan peranan Tuhan dalam penciptaan alam semesta? Bagaimana Tuhan Memfungsikan mekanisme kekuasaannya terhadap alam semesta? Sejauh mana peranan Tuhan dalam mengatur alam semesta? Juga menentukan arah peradaban manusia? Dan mengapa manusia harus bertuhan?

Begitu panjang daftar pertanyaan fungsional tentang Tuhan dapat diajukan.

Pencarian jawaban untuk semua pertanyaan itu, memiliki sejarah panjang. Sepanjang sejarah peradaban manusia. Bahkan telah dimulai sejak manusia belum mengenal peradaban. Dari sejak zaman kapak, kata Karen Armstrong.

Untuk membahas itu, Armstrong sampai-sampai merasa perlu menulis sebuah buku. Khusus mengkaji sejarah pencarian manusia tentang Tuhan. Berjudul Sejarah Tuhan. Buku ini berkisah tentang sejarah panjang selama 4000 tahun pencarian Tuhan. Oleh tiga penganut agama samawi terbesar. Yahudi, Kristen, dan Islam.

Menurut Armstrong, gagasan tentang Tuhan, dimulai oleh paham monoteisme. Paham tentang keyakinan akan Tuhan yang Satu. Tuhan penyebab segala sesuatu. Tuhan Penguasa alam semesta.  Gagasan inilah pada  mulanya menjadi paham pertama lagi tertua. Tentang Tuhan. Yaitu Tuhan yang tak dapat dicitrakan dengan bentuk apapun. Tuhan yang khas dan unik. Tak ada sesuatupun yang bisa mewakili gambaran-Nya.

Monoteisme semacam inilah gagasan awal dan tertua yang pernah diciptakan manusia tentang Tuhan. Tapi oleh lapisan waktu sejarah, gagasan tentang Tuhan monoteistik ini, pelan-pelan memudar. Terkikis hilang.

Wilhem Schmidt, yang teorinya dikutip oleh Amstrong, secara lugas menyatakan itu. Melalui bukunya, The Origin of the Idea of God. Terbit tahun 1912.

Schmidt menulis, sebelum manusia mulai menyembah banyak dewa, telah ada suatu kepercayaan monoteisme primitif. Kepercayaan akan adanya satu Tuhan Tertinggi. Tuhan pencipta jagat semesta.  Tuhan yang menata segenap urusan manusia dari kejauhan.

Lalu oleh perjalanan waktu. Monoteisme primitif ini, pelan-pelan tergerus. Digantikan  oleh tuhan kuil-kuil pagan kuno. Tuhan yang mungkin nampak lebih menarik. Juga lebih fungsional ketimbang Tuhan Tertinggi itu.

Sejak lahirnya ide awal tentang eksistensi Tuhan itu, gagasan-gagasan tentang siapa itu Tuhan berikut keberadaannya, terus diciptakan  manusia. Berlangsung berabad-abad. Sejak belum eksisnya agama Samawi. Hingga di abad milenial ini. Era ketika agama-agama Samawi terus berupaya bertahan.

Dari gempuran agama-agama baru yang canggih. Pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, tak pernah benar-benar selesai. Terus terjadi. Melibatkan utamanya tiga eksponen agama samawi terbesar itu. Yahudi, Kristen,  Islam, di satu sisi. Juga tak ketinggalan para pemuja ateisme, komunisme, sekularisme, dan filsafat-filsafat modern lainnya. Di sisi yang lain.

Setelah ditinggalkannya, paham monoteisme primitif pertama tadi, manusia lalu  menggantikannya dengan gagasan tentang tuhan-tuhan baru. Gagasan yang kemudian melulu lebih banyak didasarkan atau berpusat pada legenda dan mitologi.

Salah satu contoh warisan fosil mitologi pencarian Tuhan itu, dapat ditemukan jejaknya pada penamaan hari-hari dalam seminggu. Sebagiannya jejaknya masih terekam  dalam bahasa Inggris. Masih digunakan hingga kini. Seperti; Sunday (Hari Matahari), Moonday (Hari Rembulan, Saturday (Hari Saturnus).

Ada legenda dan mitologi dibalik nama-nama hari itu. Legenda dan mitologi terkait pencarian dan penyembahan tuhan/dewa.

Penamaan hari demikian, bersumber dari tradisi Yunani kuno. Berupa tradisi menyembah satu “tuhan” satu hari. Selama tujuh hari. Hari yang tujuh itu, diberi nama sesuai dengan nama tuhan yang disembah setiap harinya. Hari Matahari , Hari Rembulan, Hari Mars, Hari Merkurius, Hari Jupiter, Hari Venus, dan Hari Saturnus.***

*Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Cabang Donggala dan pemerhati sosial,  keagamaan.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam