Minggu, 17 Mei 2026
Opini  

Jejak Pencarian Tuhan dan Penamaan Hari

Hayuun Nur. Foto: Istimewa

Oleh Hayyun Nur*


SIAPA Itu Tuhan? Ini pertanyaan eksistensial.Mempertanyakan hakikat dan eksistensi tentang “jati diri” Tuhan. Satu pertanyaan eksistensial ini, lalu melahirkan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Tentang Tuhan dan jati diriNya. Tidak saja pertanyaan eksistensial. Tapi juga pertanyaan fungsional.

Benarkah Tuhan Ada? Bila benar ada di mana Dia bersemayam? Bagaimana proses meng-ada-nya. Bagaimana membuktikan keberadaannya? Rentetan pertanyaan ini, berkenaan dengan  eksistensi dan jati diri Tuhan.

Tak berhenti di situ saja. Pertanyaan akan terus berkembang. Mempertanyakan tentang fungsi Tuhan di alam semesta. Dalam rentang mikro dan makro kosmos yang hampir tak terhingga.

Benarkah Tuhan pencipta alam semesta? Bagaimana cara Tuhan menciptakan alam semeta? Bagaimana membuktikan peranan Tuhan dalam penciptaan alam semesta? Bagaimana Tuhan Memfungsikan mekanisme kekuasaannya terhadap alam semesta? Sejauh mana peranan Tuhan dalam mengatur alam semesta? Juga menentukan arah peradaban manusia? Dan mengapa manusia harus bertuhan?

Begitu panjang daftar pertanyaan fungsional tentang Tuhan dapat diajukan.

Pencarian jawaban untuk semua pertanyaan itu, memiliki sejarah panjang. Sepanjang sejarah peradaban manusia. Bahkan telah dimulai sejak manusia belum mengenal peradaban. Dari sejak zaman kapak, kata Karen Armstrong.

Untuk membahas itu, Armstrong sampai-sampai merasa perlu menulis sebuah buku. Khusus mengkaji sejarah pencarian manusia tentang Tuhan. Berjudul Sejarah Tuhan. Buku ini berkisah tentang sejarah panjang selama 4000 tahun pencarian Tuhan. Oleh tiga penganut agama samawi terbesar. Yahudi, Kristen, dan Islam.

Menurut Armstrong, gagasan tentang Tuhan, dimulai oleh paham monoteisme. Paham tentang keyakinan akan Tuhan yang Satu. Tuhan penyebab segala sesuatu. Tuhan Penguasa alam semesta.  Gagasan inilah pada  mulanya menjadi paham pertama lagi tertua. Tentang Tuhan. Yaitu Tuhan yang tak dapat dicitrakan dengan bentuk apapun. Tuhan yang khas dan unik. Tak ada sesuatupun yang bisa mewakili gambaran-Nya.

Monoteisme semacam inilah gagasan awal dan tertua yang pernah diciptakan manusia tentang Tuhan. Tapi oleh lapisan waktu sejarah, gagasan tentang Tuhan monoteistik ini, pelan-pelan memudar. Terkikis hilang.

Wilhem Schmidt, yang teorinya dikutip oleh Amstrong, secara lugas menyatakan itu. Melalui bukunya, The Origin of the Idea of God. Terbit tahun 1912.

Schmidt menulis, sebelum manusia mulai menyembah banyak dewa, telah ada suatu kepercayaan monoteisme primitif. Kepercayaan akan adanya satu Tuhan Tertinggi. Tuhan pencipta jagat semesta.  Tuhan yang menata segenap urusan manusia dari kejauhan.

Lalu oleh perjalanan waktu. Monoteisme primitif ini, pelan-pelan tergerus. Digantikan  oleh tuhan kuil-kuil pagan kuno. Tuhan yang mungkin nampak lebih menarik. Juga lebih fungsional ketimbang Tuhan Tertinggi itu.

Sejak lahirnya ide awal tentang eksistensi Tuhan itu, gagasan-gagasan tentang siapa itu Tuhan berikut keberadaannya, terus diciptakan  manusia. Berlangsung berabad-abad. Sejak belum eksisnya agama Samawi. Hingga di abad milenial ini. Era ketika agama-agama Samawi terus berupaya bertahan.

Dari gempuran agama-agama baru yang canggih. Pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, tak pernah benar-benar selesai. Terus terjadi. Melibatkan utamanya tiga eksponen agama samawi terbesar itu. Yahudi, Kristen,  Islam, di satu sisi. Juga tak ketinggalan para pemuja ateisme, komunisme, sekularisme, dan filsafat-filsafat modern lainnya. Di sisi yang lain.

Setelah ditinggalkannya, paham monoteisme primitif pertama tadi, manusia lalu  menggantikannya dengan gagasan tentang tuhan-tuhan baru. Gagasan yang kemudian melulu lebih banyak didasarkan atau berpusat pada legenda dan mitologi.

Salah satu contoh warisan fosil mitologi pencarian Tuhan itu, dapat ditemukan jejaknya pada penamaan hari-hari dalam seminggu. Sebagiannya jejaknya masih terekam  dalam bahasa Inggris. Masih digunakan hingga kini. Seperti; Sunday (Hari Matahari), Moonday (Hari Rembulan, Saturday (Hari Saturnus).

Ada legenda dan mitologi dibalik nama-nama hari itu. Legenda dan mitologi terkait pencarian dan penyembahan tuhan/dewa.

Penamaan hari demikian, bersumber dari tradisi Yunani kuno. Berupa tradisi menyembah satu “tuhan” satu hari. Selama tujuh hari. Hari yang tujuh itu, diberi nama sesuai dengan nama tuhan yang disembah setiap harinya. Hari Matahari , Hari Rembulan, Hari Mars, Hari Merkurius, Hari Jupiter, Hari Venus, dan Hari Saturnus.***

*Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Cabang Donggala dan pemerhati sosial,  keagamaan.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan
Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas dari Evaluasi Sesi Pemula Mahjongways di Kasino Online
Standarisasi Operasional Kasino Online melalui Pemantauan Intensif Pergerakan RTP PGSoft Mingguan per User
Standarisasi Operasional Kasino Online lewat Kontrol Terukur terhadap Dinamika RTP Mingguan User
Bagaimana Strategi Adaptif Mahjongways Kasino Online Merespons Perkembangan AI di Industri
Modernisasi Algoritma Permainan Live RTP PGSOFT melalui Integrasi Teknologi AI
Analisis RTP PGSoft Berbasis Kalkulus Probabilis dalam Kerangka Konfigurasi Matematik Berakurasi Tinggi
Mahjong Ways 2 Kasino Online Tunjukkan Indikasi Stabilitas Ketika Pola Berulang Mulai Terbaca
Distribusi Data Nonlinear dalam Sistem Analitik Adaptif pada Gates of Olympus Super Scatter
Telaah Mendalam RTP dengan Kalkulus Probabilis dan Rancangan Konfigurasi Matematik Berpresisi Tinggi
Membaca Sosiometri Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Pengamatan Visual dan Stabilitas Sistem