PALU EKSPRES, MAMUJU – Presiden Joko Widodo memastikan rumah penyintas gempa Sulbar yang rusak akan mendapat bantuan biaya perbaikan. Para penyintas sendiri berharap pemerintah membantu pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Pernyataan itu disampaikan Joko Widodo saat mengunjungi lokasi pengungsian penyintas gempa Mamuju di lapangan sepakbola Manakarra, pekan lalu.
Di tempat ribuan penyintas mengungsi itu, Jokowi bilang rumah-rumah baik yang rusak ringan, sedang, maupun berat di Majene dan Mamuju akan mendapat bantuan perbaikan.”Untuk rumah penduduk yang roboh, pemerintah akan membantu untuk yang rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25juta, dan rusak ringan Rp10 juta,” kata Jokowi di hadapan pengungsi, Selasa (19/01/2021).
Selain meninjau lokasi pengungsian, Jokowi yang didampingi sejumlah menterinya juga melihat langsung sejumlah bangunan yang ambruk akibat gemba magnitudo 6,2 tersebut, seperti Gedung Kantor Gubernur Sulbar dan bangunan 5 lantai yang ambruk di jalan Ahmad Pirang, Mamuju.
“Saya datang untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik untuk pengungsi, dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik,” Jokowi menekankan. Penyintas bencana Sulbar sendiri berharap kedatangan orang nomor 1 di Indonesia tersebut mempercepat penanganan di masa tanggap darurat pascabencana.
“Kami butuh air, fasilitas MCK, dan kebutuhan pangan karena pasar belum normal,” kata Andi Tenri Puji (38 th), salah satu pengungsi di lokasi itu. Penanganan pascabencana di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, saat ini dalam masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak 15 Januari, 2021. Petugas gabungan masih fokus memenuhi kebutuhan dasar penyintas serta mencari para korban.
“Saya datang untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik untuk pengungsi, dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik. Ini yang ingin saya pastikan dengan datang ke sini,” ujarnya di Stadion Manakarra, pada Selasa, 19 Januari 2021. Presiden memastikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan dengan membangun kembali gedung-gedung pemerintahan yang roboh agar pelayanan publik dapat kembali berjalan.
“Tadi saya sudah sampaikan ke Gubernur, untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh, setelah diaudit, nanti segera pemerintah pusat akan bangun kembali,” tutur Presiden. Kepala Negara juga menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban bencana gempa. Presiden mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
“Saya ingin menyampaikan dukacita mendalam atas korban kurang lebih 80 orang yang meninggal yang telah ditemukan. Semoga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran,” tandasnya. Untuk diketahui, Stadion Manakarra saat ini dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian bagi para warga terdampak bencana gempa. (kia/palu ekspres)






