Minggu, 5 April 2026
Opini  

Peran Guru Bahasa Inggris dalam Merdeka Belajar

Melvina. Foto: Istimewa

Oleh Melvina*

KEMAMPUAN berbahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki peserta didik dalam kebijakan merdeka belajar. Kompetensi ini akan memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk lebih leluasa mencari sumber belajar dan tidak terbatas pada satu sumber saja. Dunia belajarnya menjadi luas dan bahkan sebagaimana pepatah menyebutkan, “menguasai bahasa berarti menguasai dunia”. Apalagi dengan sistem belajar daring di saat pandemi seperti sekarang ini. Sangat memungkinkan bagi siswa untuk berkreasi dan melakukan inovasi lebih giat lagi mencari sumber belajar dari mana saja dengan kemampuan bahasa yang dimiliki.

Namun menjadi persoalan, ketika kemampuan ini tidak terasah selama belajar daring ini. Jangankan untuk belajar bahasa Inggris secara daring, belajar tatap muka saja berdasarkan beberapa kasus, banyak anak yang menghindarinya. Seakan belajar Bahasa Inggris menjadi “hantu” yang menakutkan. Padahal ketika mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, maka kemampuan ini bisa menjadi “malaikat” yang menyenangkan.

Karenanya, agar belajar Bahasa Inggris tetap menyenangkan bagi siswa selama pandemi ini, maka guru bahasa Inggris memiliki peran yang sangat besar sekali. Para guru harus kreatif dan memiliki kemampuan untuk bisa mewujudkan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Karena sesuai dengan kebijakan merdeka belajar di abad 21 ini, maka siswa harus diajarkan dengan keahlian yang dapat mempersiapkan diri mereka sukses dalam belajar, sukses dalam kehidupannya, dan juga sukses di dunia kerja.

Ada beberapa point yang harus menjadi perhatian guru bahasa Inggris agar bisa menciptakan suasana belajar yang menarik dalam konteks merdeka belajar, meskipun di saat pandemi. Pertama guru harus memiliki kemampuan dalam menciptakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Artinya seorang guru bahasa Inggris khususnya saat pandemi ini yang pembelajaran dilaksanakan secara daring, maka guru harus mampu mebuat media pembelajaran yang interaktitf dan mampu memanfaatkan teknologi yang ada dalam setiap proses belajarnya. Guru harus paham dengan teknologi digital dalam membantu proses belajar yang lebih baik lagi.

Apabila ada guru yang belum bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajarannya, maka mereka harus bersedia untuk bisa meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti pelatihan atau belajar secara otodidak dari berbagai sumber belajar yang ada.

Hal ini sangat penting untuk mewujudkan proses belajar yang menyenangkan bagi siswa. Ketika proses belajar bahasa Inggris dilaksanakan secara interaktif dengan media yang didukung oleh teknologi digital yang memudahkan mereka belajar. Akan lebih menarik lagi kalau guru bisa menciptakan berbagai aplikasi belajar bahasa Inggris. Mengekploitasi dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran, sehingga meningkatkan kreativitas siswa dan semangat belajarnya.

Kedua, Guru sudah seharusnya melakukan refleksi dari berbagai aktivitas belajar di dalam kelas. Refleksi terhadap apa yang sudah dilakukan siswa di kelas, metode dan teknik yang digunakan apakah sudah sesuai, materi yang disampaikan, dan apapun yang terjadi sepanjang proses belajar harus direfleksikan. Refleksi seorang guru sangat penting untuk peningkatan proses belajar yang lebih baik pada pertemuan berikutnya.

Ketiga, mengembangkan kompetensi guru. Kompetensi merupakan kunci utama seorang guru profesional.  Kualitas bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar akan membawa pengetahuan dan pemahaman terhadap berfikir kritis siswa, sikap baik, dan semangat belajarnya. Oleh karena itu, kualitas komunikasi yang baik harus bisa dicapai oleh guru bahasa Inggris.

Pada saat pandemi ini kompetensi digital literasi menjadi salah satu unsur yang sangat mendukung terciptanya komunikasi yang baik dalam pembelajaran. Digital literasi dapat meningkatkan pencapaian pembelajaran optimal dan membantu guru bahasa Inggris mengembangkan kompetensi komunikasi. Karena efektifitas pembelajaran bukan hanya ditentukan dari medianya saja, tetapi lebih pada literasi digital. Literasi digital merupakan adanya ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu menggunakan teknologi digital, dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, sehingga mampu berkomunikasi dengan orang lain secara efektif.

Keempat, melakukan penilaian alternatif terhadap hasil belajar dan tidak hanya fokus pada penilaian tradisional. Artinya dalam memberikan penilaian guru harus melakukan penilaian secara komprehensif. Semua aspek yang dapat menggambarkan kemampuan siswa haruslah menjadi bagian penilaian. Penilaian tidak hanya berdasarkan isian di kertas jawaban. Tetapi kemampuan komunikasi, motivasi belajar dan keaktifan dalam setiap proses belajar seharusnyalah bisa menjadi bagian dari penilaian.

Sehingga penilaian tidak lagi sebatas nilai tinggi atau gagal. Tetapi penilaian dilakukan dalam rangka untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, dan juga progress yang sudah dicapai oleh siswa. Ini akan menjadikan motivasi belajar siswa semakin meningkat. Apalagi di saat pandemi ini yang kesempatan untuk tatap muka sangat terbatas sekali. Penilaian alternatif akan memberikan ruang bagi siswa untuk bisa memperbaiki kekurangannya dan meningkatkan  kemampuan yang sudah dimilikinya.

Kelima, guru haruslah memiliki komitmen untuk menjalankan proses belajar menjadi lebih baik. Komitmen ini sangat penting dalam memberikan motivasi dan membelajarkan siswa Sehingga belajar Bahasa Inggris bisa menjadi menyenangkan meskipun belajar daring di saat pandemi.  

Saat ini guru memang bukan satu-satunya sumber ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris. Karena para siswa bisa mencari banyak sumber dari internet, terlebih lagi di masa pandemi ini. Tetapi bagaimanapun juga kehadiran seorang guru dalam proses belajar anak tidak bisa tergantikan. Peran guru dalam memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi kepada para siswanya. Itu semua tidak bisa digantikan oleh teknologi digital. Semoga saja para guru Bahasa Inggris selalu memberikan yang terbaik untuk para siswa dan ikut berperan aktif dalam menjalankan kebijakan merdeka belajar di saat pandemi ini. ***

*Dosen Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Sumatera Barat Alumni UKM Malysia