Minggu, 27 September 2026
Opini  

Memahami Urgensi Kenaikan Undang-Undang (UU) Bea Meterai

Muhammad Fikri Ali. Foto: Istimewa

Oleh Muhammad Fikri Ali*

TERHITUNG  dua  bulan  lebih semenjak UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai dijalankan. Dalam Pasal 28 dan 32 di UU tersebut, menyiratkan bahwa per 1 Januari 2021 adalah masa transisi yang akan berjalan selama satu tahun.

Pada tahun lalu ketika UU tersebut masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), ada satu fraksi di DPR yang mempertanyakan urgensi dari kenaikan tarif Bea Meterai (sumber : www.dpr.go.id). Fraksi tersebut berpendapat bahwa kenaikan bea meterai berpotensi semakin melemahkan daya beli masyarakat dan menjadi beban baru bagi perekonomian, terutama pada tahun 2020 kondisi masyarakat Indonesia mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini Penulis akan mencoba memaparkan urgensi mengapa sebaiknya tarif Bea Meterai dinaikkan.

Berita-berita yang bermunculan ketika Penulis mengetikkan frasa “Alasan Bea Meterai naik” pada mesin pencari adalah Ibu Sri Mulyani Indrawati (SMI), selaku Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju, mengatakan bahwasanya Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita pada tahun 2000 jika dibandingkan dengan 2017 telah naik hampir delapan kali lipat, namun tarif Bea Meterai tetap stagnan. Tak elak, pembaca berita akan mengernyitkan dahi, mengapa perbandingan yang digunakan adalah 2000 dengan 2017? Ibarat membandingkan keadaan seseorang yang baru lahir dengan siswa SMA kelas 12. Tentu ada perbedaan signifikan yang terlihat. Namun, ketika kita membicarakan kejadian tentang ekonomi, maka hal tersebut sah-sah saja selama diketahui alasannya.

Seperti yang diketahui bersama, pada Pasal 2 UU 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai menyatakan bahwa terdapat dua tarif, yaitu Rp500,00 dan Rp1.000,00. Adapun di Pasal 3 UU yang sama menyatakan bahwa tarif tersebut dapat dinaikkan oleh pemerintah menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) dengan pengali maksimal adalah enam. Seiring dengan berjalannya waktu, ada PP No. 7 Tahun 1995 yang menaikkannya menjadi Rp1.000,00 dan Rp2.000,00. Hingga pada tahun 2000 ada PP No. 24 Tahun 2000 yang menggunakan pengali maksimal sehingga tarif meterai menjadi Rp3.000,00 dan Rp6.000,00. Alhasil, Ibu SMI menggunakan tahun di mana beleid terbaru diterbitkan, yaitu tahun 2000, sebagai tahun data pembanding.

Penggunaan variabel PDB per kapita sebagai indikator pembanding tentu juga tidak sembarang digunakan oleh beliau. Dalam jurnal yang berjudul Keterkaitan Investasi Modal Terhadap GDP Indonesia dalam Economics Development Analysis Journal 3 (2) (2014), Lutvi Fauziana dkk. mendapatkan kesimpulan bahwa, “Peningkatan pendapatan perkapita masyarakat akan mendorong peningkatan pendapatan nasional. Jika pendapatan nasional suatu bangsa mengalami kenaikan, maka pertumbuhan ekonomi negara tersebut membaik”. Dari tabel yang tersaji (sumber : Statistik Indonesia 2020 oleh BPS, diolah sendiri), terlihat bahwa dari tahun 2013 sampai dengan 2019 PDB per kapita Indonesia memiliki tren positif. Artinya, pertumbuhan ekonomi negara Indonesia membaik dari tahun ke tahun.

Mengutip dari website milik Direktorat Jenderal Pajak di www.pajak.go.id sendiri, terdapat empat fungsi dari pajak, salah satunya adalah fungsi stabilitas. Pajak memiliki fungsi stabilitas artinya pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan. Porsi penerimaan pajak dalam pendapatan negara yang ada di APBN memiliki andil yang cukup tinggi, yaitu 82,6% (sumber : Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020, diolah sendiri). Namun, persentase tersebut tidak bisa digunakan sebagai justifikasi untuk memajaki semua Wajib Pajak sehingga harta-bendanya habis dan usahanya tidak jalan. Pajak harus memiliki sifat manusiawi, yang dilakukan oleh pegawai pajak, agar usaha Wajib Pajak tetap bisa going concern (salah satu prinsip dasar akuntansi, yaitu bisnis perusahaan akan beroperasi seumur hidup) tanpa meninggalkan target penerimaan pajak yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kedua hal tersebut harus tetap seimbang untuk dijalankan.

Selain hal-hal di atas, UU Bea Meterai yang baru juga lebih fleksibel karena pada Pasal 6-nya mengimplikasikan perhatian pemerintah kepada kondisi ekonomi masyarakat. Dibuktikan dengan dapat dinaikkan atau diturunkannya batas nilai nominal dokumen yang dikenai Bea Meterai dan tarif Bea Meterai itu sendiri dengan memperhatikan kondisi perekonomian nasional dan tingkat pendapatan masyarakat. Kendati demikian, pemerintah tak lupa untuk melakukan ekstensifikasi pajak, yaitu dengan memperluas objek yang sebelumnya dokumen fisik saja menjadi dokumen fisik dan dokumen elektronik. Pemerintah menyadari bahwa di masa mendatang, adanya kemajuan teknologi –yang bersifat eksponensial– memerlukan aturan pajak yang dapat mengiringi sehingga setiap bagian dari negara ini dapat berjalan dengan optimal.

Terakhir, dalam tulisan ini Penulis mengajak kepada masyarakat agar mendukung positif lahirnyaUU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai karena tentu pemerintah dan DPR telah memikirkan kebijakan ini dengan matang. Selain itu juga, Penulis mengajak kepada masyarakat untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan menggunakan e-filling dan e-form melalui djponline.pajak.go.id. Batas akhir pelaporan Wajib Pajak Orang Pribadi adalah 31 Maret, sedangkan untuk Wajib Pajak Badan adalah 30 April. Mari, lapor SPT Tahunan hari ini. Lebih awal, lebih nyaman! Tabe.

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi penulis bekerja.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam