oleh

Hari Pertama, MTsN 2 Kota Palu Ujian Madrasah Berbasis Komputer dan Android

PALU EKSPRES, PALU – Hari ini, Selasa (23/3/2021), merupakan hari pertama pelaksanaan ujian madrasah MTsN 2 Kota Palu Tahun Pelajaran 2020/2021.
Sebelum siswa memasuki ruang ujian masing-masing, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu panas tubuh oleh Tim Satgas Covid-19 MTsN 2 Kota Palu menggunakan thermo gun di depan pintu gerbang madrasah. Setelah itu masing-masing diberikan handsanitaizer. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif penyebaran virus Covid-19 di madrasah.
Kemudian peserta ujian diarahkan ke halaman madrasah untuk mengikuti pengarahan umum dari kepala madrasah dan dilanjutkan dengan pengarahan teknis oleh panitia pelaksana Ujian Madrasah (UM).
Dalam arahannya, Muh. Syamsu Nursi menyampaikan, dalam pelaksanaan UM hari ini sampai dengan hari terakhir, selain melakukan persiapan menghadapi UM dengan ekstra belajar kembali terhadap materi-materi yang telah dipelajari sebelumnya mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX, ada hal yang sangat penting untuk ditegakkan pada saat ini adalah penerapan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M. “Dan, ini harus dilakukan secara bersama-sama demi kebaikan kita semua, jangan sampai madrasah menjadi cluster baru penyebaran Covid-19 karena kelalaian dan ketidakpatuhan kita terhadap prokes,” kata Syamsu, Selasa (23/3/2021).
Menurut Syamsu, ujian ini dilaksanakan selama tujuh hari meliputi 14 mata pelajaran. Setiap harinya peserta ujian mengikuti dua mata pelajaran.
Adapun jumlah pesertanya sebanyak 230 siswa. Ujian ini dilaksanakan menggunakan CBT Elearning Berbasis Komputer dan Android serta dibagi dalam tiga sesi. “Setiap siswa diberikan paket data setiap harinya secara gratis selama ujian oleh madrasah kerjasama dengan telkomsel dalam mensukseskan pelaksanaan ujian madrasah,” ujar Syamsu.
Untuk sesi pertama masuk pukul 07:30-10:30 WITA, dibagi dalam enam ruang. Sesi kedua pukul 11:00-14:00 WITA dibagi dalam empat ruang. Dan, sesi ketiga pukul 14:30-17.30 WITA dibagi dalam empat ruang. “Setiap ruang diisi dengan 17 siswa dan setiap ruang diawasi satu orang pengawas,” ujarnya. (Humas Kemenag)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed