Senin, 6 April 2026
Palu  

CFD di Tengah Pandemi, DPRD Palu Protes

Ikhsan Kalbi. Foto: Hamdi/PE

PALU EKSPRES, PALU– Gelaran hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) yang digagas Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Minggu (28/3/2021) di Jalan M Yamin Palu disoroti DPRD setempat.

Ketua DPRD Palu, Ihksan Kalbi berpendapat, kegiatan yang memgumpulkan massa dalam jumlah banyak di tengah Pandemi sebaiknya tidak dilakukan. Karena dikuatirkan hal itu bisa menciptakan kluster baru penyebaran Covid-19.

“Virusnya ini bagaimana, cluster barunya ini yang kita jaga. Kita saja di DPRD tidak bisa Reses, tidak bisa kumpul ramai-ramai,” tegas Ikhsan Kalbi, Jumat (26/3/2021) pekan lalu.

Farden Saino. Foto: Hamdi/PE

Apalagi, CFD menjadi hal baru setelah sekian lama pandemi Covid-19 berlangsung. Kehadiran masyarakat dipastikan antusias mengikuti kegiatan itu.

Terlebih saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Palu sudah mulai menunjukkan penurunan dari hari ke hari.

“Akan ada pengumpulan massa banyak karena ini hal baru. Sekarang Palu sudah mulai bagus kasusnya,” ujar Ikhsan.

Sementara pemberian vaksin Covid-19 sendiri lanjut dia, tidak bisa dijadikan patokan wabah ini tidak menular kepada orang lain.

“Vaksin tidak menjamin. Karena kita tidak tau dalam kerumunan itu ada atau tidak orang yang positif Covid-19,” paparnya.

Menurutnya, meskipun panitia memastikan kegiatan itu dilakukan dengan protokol kesehatan (Prokes), tapi hal itu tidak menjamin penularan bisa dihindari. Karena akan terjadi kerumunan.

“Iya Prokes, tapi kalau orang-orang berkumpul. Apalagi ada edaran Gubernur Sulteng yang mengatur setiap perkumpulan paling banyak 50 orang. Kita kan patokan edaran gubernur,” katanya.

Namun Ikhsan menyebut, jika hal itu baik menurut wali kota, maka manfaat dan mudharat baru bisa diketahui belakangan hari.

“Ya terserah wali kota. Biarlah dulu berjalan. Nanti masyarakat yang menilai. Karena wali kota juga tidak pernah konsultasi dengan kami di dewan,”ujarnya lagi.

Sebenarnya tambah Ikhsan, program demikian sangat baik dilaksanakan. Akan tetapi, waktu pelaksanaannya yang dianggap belum tepat. Ini sikap DPRD mengawal wali kota,”tandasnya.

Anggota DPRD Palu, Ahmad Al Idrus juga sependapat CFD belum dilakukan di tengah pandemi masih berlangsung.

“Ya buktinya tatap muka sekolah saja dibatalkan wali kota. Ini tidak konsisten jika CFD yang justru dilaksanakan,”tegasnya.

Hal senada disampaikan Farden Saino. Kepada wartawan, Farden mengaku sebenarnya sangat mendukung kegiatan CFD dilaksanakan di Jalur Dua Muh. Yamin.

Namun sebaiknya kegiatan itu belum dilakukan sekarang. Saat pandemi masih terjadi dan masih menjadi ancaman.

Farden menyarankan, sebaiknya pula yang dilakukan adalah menunggu proses vaksinasi berjalan hingga 90 persen.

“Karena kita saja di DPRD Palu ini baru hari ini (Jumat red) divaksin pertama. Bagaimana dengan masyarakat?,” tanya Farden.

Selain itu, Farden juga berharap, wali kota sebaiknya melakukan penataan dulu di sepanjang Jalan M Yamin. Sehingga ketika CFD dilaksanakan, selain sudah terlihat rapi. Masyarakat yang ingin berjualan di tempat itu bisa teratur. Karena salahsatu tujuan CFD adalah menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Dirapikan dan dibersihkan dulu. Karena saat ini masih terlihat kotor,”jelasnya.

Farden pun menyarankan, agar saat pelaksanaan CFD pemerintah harus benar-benar mengatur dengan baik arus lalu lintas. Sehingga tidak menggangu akses menuju bandara.

“Saya mendukung CFD. Tapi sebaiknya ditunda saja dulu. Agar tidak kontradiktif juga dengan edaran Gubernur,” demikian Farden. (mdi/palu ekspres)