PALU EKSPRES, PARIMO- Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), melalui Bagian Perekonomian berasama tim pengawasan terpadu akan memperketat pengawasan penyaluran gas elpiji 3 kilogram, sepanjang bulan suci Ramadhan hingga hari Raya Idhul Fitri 2021.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Parimo, Haris Rahim, mengatakan, sesuai dengan aturan penyaluran gas LPG 3 kilogram, hanya dilakukan oleh agen pangkalan yang telah memiliki izin dan tidak dibenarkan dilakukan oleh oknum tertentu yang mengambil keuntungan dengan harga tinggi.
“HET gas LPG 3 kilogram, seperti yang diketahui telah diatur dan ditetapkan. Sehingga, tidak dibenarkan dijual dengan harga tinggi. Untuk wilayah Parigi, sesuai dengan radius kurang lebih Rp18 ribu per tabung,” ujar Haris Rahim dikonfirmasi di Parigi, Kamis (8/4/2021).
Menurut Haris, sepanjang bulan suci Ramadhan dan jelang hari Raya Idhul Fitri, dipastikan akan mengalami peningkatan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil rapat koordinasi kata dia, pihak Pertamina akan melakukan penambahan kuota gas LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Sehingga, pihaknya memastikan akan melakukan pengawasan lebih ketat lagi di setiap pangkalan. Hal itu guna memastikan tidak ada pangkalan nakal yang menjual gas LPG 3 kilogram kepada oknum tertentu, lebih dari batas yang telah ditentukan.
“Situasi ini memang sering dimanfaatkan pengecer untuk menjual gas LPG 3 kilogram lebih tinggi dari HET. Makanya kami akan memperketat pengawasan dari hari biasanya,” ucapnya.
Selain itu katanya, pihaknya juga akan bekerjasama dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat untuk melakukan operasi pasar, guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
“Kemarin kami sudah menggelar Rakor, kemungkinan besar akan dilakukan operasi pasar lagi seperti tahun sebelumnya,” sebut Haris.
Ia menambahkan, jika gejolak harga gas LPG 3 Kilogram meningkat saat bulan suci Ramadhan, pihaknya kemungkinan akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah pangkalan dan oknum tertentu yang diduga pengecer.
“Tahun kemarin memang ada sidak. Karena saya masih baru menjabat, kegiatan itu tetap akan kami lakukan, kalau ada laporan harga gas LPG 3 kilogram meningkat,” ujarnya. (asw/palu ekspres)






